
“Apaaa?! Akung meminta Nachya untuk berkencan dengan Dean?” tanya Nachya sambil menatap tidak suka ke arah akungnya.
Pertanyaan cucunya yang terdengar begitu tajam di telinga Mario membuat pria tua satu ini tergagap untuk menjawabnya.
“Eh, bukan seperti itu Nachya sayang!” kilah Akung Mario.
“Maksud akung, pergilah mengelilingi London bersama Dean! Dia akan menunjukkan tempat-tempat indah yang ada di sini!” lanjutnya lagi membuat Nachya menghela nafasnya panjang.
“Sayangnya Nachya tidak berminat untuk pergi bersama Dean. Bagaimana jika kita semua pergi bersama-sama?” tawar Nachya.
“Bukankah itu lebih mengasyikkan?” lanjutnya lagi membuat Akung Mario cepat-cepat menggelengkan kepalanya.
“Akung dan Uti cukup menunggu di rumah saja Nachya. Akung hanya ingin kamu pergi dengan Dean agar hubungan kalian lebih dekat lagi!” jelas Akung yang sudah tidak bisa berbasa basi dengan cucunya.
Akung Mario memang tidak pintar bersilat lidah seperti Mama Ecca. Tentu saja ia tidak bisa memberikan alasan klise untuk mendorong agar Nachya mau menuruti kencan buta yang sudah ia atur bersama Opa Krish.
“Ck, Nachya tidak mau! Nachya mau cari teman yang perempuan saja nanti, bukan yang laki-laki!” jawab Nachya dengan tegas.
“Nachya jadi curiga deh sama Akung. Sebenarnya apa maksud akung ingin Nachya lebih dekat dengan Dean?”
“Jangan bilang deh kalo akung lagi punya rencana kampungan untuk menjodohkan Nachya dengan cucu Opa Krish!” tembak Nachya to the point.
“Nachya datang ke mari itu untuk belajar dan meraih cita-cita Nachya. Jadi Nachya mohon dengan sangat untuk tidak mengacau cita-cita Nachya untuk hal konyol yang sama sekali tidak bermanfaat!”
Akung Mario kini hanya bisa diam tidak bisa membalas ucapan Nachya . Apa yang diucapkan Nachya memang benar adanya. Terlebih belum ada satu minggu mereka di London, ia sudah membuat berulah untuk menghancurkan impian cucu kesayangannya hanya karena tidak menyetujui hubungan Nachya dengan Boy.
“Maafkan Akung kali ini Nachya, akung dan uti sama sekali tidak ingin mengacau cita-citamu!” balas Akung Mario sambil mengusap wajahnya kasar.
“Baiklah jika memang seperti itu, Nachya mau ke kamar dulu menghubungi Mama Ecca dan juga Papa Belva. Daaah akung, daaaah uti!”
Nachya pun langsung menaiki anak tangga menuju ke kamarnya meninggalkan Akung dan utinya di ruang tamu.
Selepas Nachya masuk ke dalam kamarnya, Uti Aleya langsung menepuk suaminya cukup keras.
__ADS_1
“Sepertinya Nachya bukan tandinganmu, sayang. Kau tidak lihat tadi bagaimana dia mematahkan rencanamu begitu saja?” ucap uti Aleya.
“Aku hanya tidak ingin ia berhubungan dengan Boy, sayang. Boy bukan pria yang baik untuknya!” balas Akung Mario.
“Tapi Dean juga belum tentu baik untuk cucu kita. Terlebih kita baru bertemu dengannya dalam hitungan hari!” jelas Uti Aleya.
Akung Mario pun kini tersadar dan mulai menyesali sikapnya yang terlalu buru-buru mendekatkan Nachya dengan Dean.
“Baiklah, aku akan menemui Krish untuk membicarakan hal ini!” Akung Mario berdiri sambil mengecup kening istrinya.
“Terima kasih sudah mengingatkan aku, sayang. Temani Nachya di kamarnya, aku tidak ingin dia merasa kecewa dengan kita!” pinta Akung Mario.
“Okey, bicarakan secara baik-baik dengan Krish!” balas Uti Aleya sambil mengantar kepergian suaminya sampai di pintu.
☘️☘️☘️
“Nachya menolak untuk pergi bersama Dean malam ini!” jelas Akung Mario saat sampai di kediaman Opa Krish.
“Dia menegaskan kepadaku jika dia akan mencari teman perempuan saja dan enggan untuk berteman baik dengan Dean!” lanjutnya lagi membuat Opa Krish sedikit terhenyak.
“Dia hanya ingin fokus belajar untuk meraih cita-citanya. Jadi kemungkinan untuk menjodohkan cucu-cucu kita sepertinya tidak semudah membolak-balikkan telapak tangan!” jawab Akung Mario.
Opa Krish langsung menyunggingkan senyumnya saat mendengar penjelasan dari sahabatnya itu.
“Jika seperti itu, aku akan mendukung Nachya fokus dalam belajarnya. Aku justru semakin menyukai kepribadian cucumu itu!” timpal Opa Krish.
“Nachya benar-benar perempuan terbaik yang menjadi idaman banyak orang. Mendengar kegigihannya saja membuat aku sangat kagum. Ini justru tidak membuat aku mundur meminang Nachya untuk cucuku, Dean!”
“Aku yakin, Nachya pasti akan menjadi istri yang baik untuk Dean nantinya.”
“Ini baru awal, Mario. Jangan menyerah begitu saja! Biarkan kedekatan mereka berdua mengalir begitu saja tanpa harus kita paksa seperti tadi!” balas Opa Krish.
Dean yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka berdua pun langsung mendekat dan duduk di samping Opanya.
“Dean semakin tertarik dengan Nachya, Akung. Namun, setelah mendengar semua penjelasan akung tadi, Dean juga akan berusaha mendekati Nachya perlahan-lahan!” jelas Dean.
__ADS_1
Akung Mario pun tersenyum lebar mendengar ucapan Dean barusan.
“Akung percaya kau pasti bisa melakukan itu dengan baik Dean!” tutur akung Mario sambil menepuk bahu cucu sahabatnya itu.
Selanjutnya mereka pun menceritakan tentang bagaimana Nachya saat di Indonesia. Mulai dari keseharian Nachya, larangan Nachya untuk berpacaran, sampai aturan yang dibuat saat Nachya memiliki kekasih.
“Jadi Nachya sudah punya kekasih?” tanya Dean sedikit kecewa mendengarnya.
“Ya, Nachya memang baru saja berpacaran dengan anak Nuna!” jawab Akung Mario.
“Namanya Boy. Kau pasti tahu kan siapa Nuna?” tanya Akung Mario kepada Opa Krish.
“Dia anak yang aku adopsi sejak kecil.” Lanjutnya lagi dan Opa Krish langsung menganggukkan kepalanya.
Opa Krish paham betul bagaimana tentang cerita Nuna yang diangkat menjadi anak mereka dan kemudian berbuat ulah sampai kini harus menghabiskan hidupnya di rumah sakit jiwa.
Namun saat mendengar Nachya ternyata memiliki hubungan dengan lelaki yang sebenarnya anak Nuna, hatinya langsung tidak terima.
“Ck, apa yang membuat Nachya memilih pria yang tidak jelas asal usulnya itu?” tanya Opa Krish.
“Entahlah, aku juga tidak tahu. Mendengar mereka memiliki hubungan khusus saja membuat darahku mendidih!” balas Akung Mario.
“Kau harus bisa membuat Nachya jatuh cinta, Dean. Opa juga tidak rela jika Nachya harus jatuh di tangan pria yang tidak tepat seperti Boy!” ucap Opa Krish yang kemudian menceritakan siapa Boy sebenarnya.
Mendapat dukungan dari Opa Krish dan juga Akung Mario, membuat Dean semakin semangat untuk mendapatkan hati Nachya.
Mendapatkan cinta seorang wanita, dia adalah pakarnya. Jadi tidak sulit baginya untuk menaklukkan hati Nachya. Terlebih kali ini ia semakin tertantang saat mengetahui seluk beluk kehidupan Nachya.
‘Ternyata bidadari itu benar-benar ada di dunia. Beruntungnya aku bisa bertemu dengan bidadari itu!’ gumam Dean dalam hati.
“Siap, Opa!” jawab Dean dengan mantap.
“Akung Mario tenang saja. Saya juga tidak akan melakukan hal gegabah dalam mendekati Nachya!” tukas Dean yang benar-benar sudah memantapkan dirinya untuk berjuang mendapatkan hati wanita bak bidadari seperti Nachya.
Opa Krish pun menepuk bahu cucu kesayangannya dengan bangga. “Ini baru cucu kesayangan Opa. Akhirnya matamu terbuka juga dan bisa memilih mana wanita yang baik dan mana yang buruk!”
__ADS_1