Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Tip Pertama Boy


__ADS_3

Selesai mandi, Nachya mematut dirinya di depan kaca. Dress lengan panjang berwarna hitam membuatnya tampak semakin cantik.


Lengan panjang?


Sebenarnya dress lengan panjang bukanlah outfit yang Nachya suka. Selain membuatnya sedikit gerah, Nachya juga sedikit tidak bebas menggunakan dress berlengan panjang.


Tapi, Boy sendiri yang memberikan dress yang harus Nachya pakai malam ini. Alasannya sangat simpel, Boy tidak mau jika Nachya menjadi bahan perhatian saat ia mengenakan baju yang terbuka.


Karena sudah bisa dipastikan jika Boy pasti merasa tidak nyaman jika wanitanya justru menjadi bahan tontonan saat mereka pergi nanti.


"Tapi aku punya kok dress yang lengan pendek!" sanggah Nachya yang tadinya benar-benar tidak mau mengenakan dress pemberian Boy.


"Pakai ini, atau kita mending nonton di rumah aja!" balas Boy yang mau tidak mau akhirnya Nachya mengalah untuk mengenakan dress pemberian Boy.


"Iya deh iya! Tapi traktir aku makan diluar juga ya, Boy!" pinta Nachya sambil memperlihatkan puppy eyesnya.


"Aku pingin makan steak!" lanjutnya lagi.


"Hemm!" jawab Boy yang sudah tidak tahan dengan pose manja Nachya.


Boy pun langsung berbalik meninggalkan Nachya dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.


'Aduh Nachya! Kenapa sih kamu ini makin hari makin bikin aku gak karuan!' gerutu Boy dalam hati.


'Andai aja papa gak minta aku buat terjun di firma, aku pasti milih kuliah yang jauh dari rumah!'


Boy mengusap wajahnya kasar. Ia pun segera mengganti bajunya dan menyisir rambutnya di depan kaca.


'Bang Adit suka sama Nachya. Bahkan dia juga minta tolong sama aku untuk terus kasih informasi tentang Nachya.'


'Tapi Nachya kan masih polos banget. Dia sebenarnya bisa gak sih jatuh cinta?'


Boy terus saja memikirkan tentang Nachya sampai ponselnya berdering membuyarkan lamunan nya.


"Duh, ondel-ondel telfon nih!" gumam Boy yang membiarkan ponselnya terus berdering.


Tak lama kemudian masuk pesan dari Bunga.


✉️ Bunga


Nachya, lagi apa? Gimana PR kimia nya, udah selesai atau belum?


Pesan dari Bunga yang bisa ia baca tanpa mengaktifkan ponselnya pun diacuhkan oleh Boy.


Boy yang sudah siap pun langsung keluar dari kamarnya dan mengetuk pintu kamar Nachya.


"Udah siap belum?" tanya Boy.


"Udaaah!" teriak Nachya yang langsung membuka pintu kamarnya.


"Naah, gitu kan cantik!" puji Boy yang melihat penampilan Nachya malam ini.


Nachya hanya memutar bola matanya malas mendengar pujian Boy kali ini.

__ADS_1


"Gak usah Bo-ong deh!" balas Nachya.


Tiba-tiba dari arah tangga, tampak Mama Ecca dan Papa Belva yang baru saja pulang dan langsung memuji kecantikan Nachya malam ini.


"Duuh, Princess papa cantik banget sih malam ini!"


"Mau kemana sayang?" tanya Papa Belva dan Nachya langsung mendekati papanya dan menyalaminya.


"Mau nonton sama Boy, boleh kan pa?" tanya Nachya.


"Boleh dong!" balas papa Belva.


"Emangnya Nachya gak aneh ya pakai dress lengan panjang kayak gini?"


Pertanyaan Nachya kali ini langsung ditimpali oleh mama Ecca. "Ya gak dong sayang. Malah kelihatan cantik banget loh."


"Tapi kayaknya mama gak pernah deh beliin kamu dress ini!" timpal Mama Ecca yang hafal betul dengan pakaian Nachya.


"Tuh!" Nachya menunjuk ke arah Boy. "Boy yang kasih sama Nachya!" lanjutnya lagi.


"Waaah, ternyata gaji pertamanya Boy malah habis buat beli dress kamu ya!" timpal Papa Belva.


Nachya langsung mengerutkan dahinya mendengar papanya menyebutkan kata 'gaji'.


"Kamu udah gajian, Boy?" tanya Nachya sambil menatap Boy.


"Tip pertama aku dari kliennya papa!" jawab Boy santai.


"Ayo Boy, kita buruan pergi!" Nachya langsung menarik tangan Boy.


"Kita pamit ya Pa, Ma!" tukas Boy yang tangan kirinya sudah ditarik oleh Nachya.


"Iya! Hati-hati di jalan yaa!" timpal Papa Belva dan Mama Ecca beriringan.


💕💕💕


Kini Nachya dan Boy pun sudah berada di dalam mobil dan siap untuk meninggalkan Mansion. Tiba-tiba saja ponsel Boy kembali berdering dan Boy langsung menyerahkan ponselnya kepada Nachya.


"Bunga dari tadi telfon kamu nih!" ucap Boy.


Nachya pun menerima ponsel Boy dan mmennjawab panggilan dari Bunga.


"Hai Kak Bunga! Ada apa?" tanya Nachya.


"Aku barusan lihat mobil kamu keluar, Nach. Kamu mau pergi kemana?" tanya Bunga di ujung panggilan.


"Emm, aku mau ke..." Nachya memotong kalimatnya sambil memandang ke arah Boy.


Boy langsung menggerakkan mulutnya mengucapkan a-po-tek tanpa suara.


"Mau ke apotek kak Bunga! Tadi di suruh mama beli vitamin!" lanjut Nachya.


"Oh gituh. Yaudah deh nanti kalo sampai rumah aku telfon lagi!" balas bunga dan panggilan pun terputus.

__ADS_1


Boy pun cepat cepat mengambil ponselnya dari tangan Nachya dan menyimpannya di saku Jaket nya.


"Ribet kan kalo kayak gini?" tukas Nachya.


"Udah deh, mendingan jujur aja, Boy! Kasih nomor ponsel kamu ke ondel-ondel itu dari pada ribet kek gini!" lanjut Nachya lagi.


"Gak ribet tuh, biasa aja!" balas Boy dengan santai.


"Tapi aku nantinya yang bingung jawabnya kalo dia tanya macam-macam sama kamu lewat ponsel aku," timpal Nachya.


"Gak perlu bingung, Nach. Tinggal gak perlu kamu balas. Selesai kan!"


"Tapi aku gak nyaman Boy!" gerutu Nachya yang sudah seperti terkena teror oleh Bunga.


"Udah deh, nanti aku akan kasih solusinya. Yang penting sekarang kita gak perlu bahas dia. Gimana?" balas Boy dan Nachya pun mengangguk setuju.


💕💕💕


Sesampainya di Mall yang dituju, mereka berdua pun langsung menuju ke tempat steak langganan Nachya sebelum nonton.


Mata Nachya pun langsung berbinar saat steak yang ia pesan cepat datandan siap untuk dinikmati.


Namun, bukannya langsung menyantap steak yang ada di depannya. Nachya justru menyodorkan ponselnya kepada Boy.


"Boy, foto aku dong!" pinta Nachya dan Boy langsung mengarahkan kameranya membidik Nachya.



"Nah, pas banget nih Boy!" tukas Nachya saat melihat hasil bidikan Boy.


Diam-diam Nachya pun mengarahkan kameranya untuk membidik Boy.


Namun, Boy langsung sadar jika Nachya mau mengambil gambarnya dan langsung berpose di depan kamera Nachya.



"Lihat nih!" Nachya memperlihatkan ponselnya ke arah Boy.


"Kamu tuh cakep banget loh Boy!" puji Nachya yang seketika membuat Boy sedikit salah tingkah.


Namun karena salah tingkah, kenarsisan Boy justru naik drastis di depan Nachya.


"Emang asli cakep dari dulu kali Nach!" balas Boy sambil mulai menikmati makanannya.


"Gak gitu juga Boy, kamu itu cakepnya kalo lagi traktir aku!" balas Nachya sambil menyimpan ponselnya ke dalam tas dan mulai menikmati makan malamnya.


"Ck, kalo gitu besok aku traktir lagi deh biar kamu selalu bilang aku cakep!" balas Boy.


"Waaah, setuju banget Boy. Kamu emang cowok kedua paling cakep deh yaang aku kenal selama ini!" timpal Nachya membuat Boy sedikit merasa kecewa.


'Yang kedua? Jadi aku bukan yang pertama untuk Nachya?' tanya Boy bermonolog dalam hati.


☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2