
Keesokan harinya, Dean sudah berada di ruang tamu saat Nachya baru saja selesai mandi dan siap untuk sarapan.
“Itu cucu akung udah siap juga!” ucap Akung Mario sambil menunjuk ke arah Nachya yang menuruni anak tangga.
“Siap ke mana kung?” tanya Nachya tanpa memperdulikan Dean yang duduk di depan akungnya.
“Bukankah Nachya mau menyerahkan berkas ke kampus? Dari pada celingukan kayak orang hilang, lebih baik diantar oleh Dean, bukan?” jawab Akung Mario membuat Nachya kemudian memandang ke arah Dean yang sudah siap dengan kaos casual dan celana jeans yang melekat di tubuhnya.
Nachya pun melihat ke arah jam dinding yang masih menunjukkan jam 7 pagi.
“Tapi kan jadwalnya masih nanti jam 10, kung!” balas Nachya yang kemudian berbalik menuju ke arah meja makan yang sudah siap dengan nasi goreng kesukaan Nachya yang tentunya buatan uti Aleya.
“Waaaah, uti jadi bikinin nasi goreng ya buat Nachya!” tukas Nachya dengan mata yang berbinar.
Tiba-tiba Dean datang mendekat dan menarik kursi di samping Nachya.
“Tadi Opa Krish yang memintaku mencarikan beras untukmu. Kata Opa kau sangat menyukai nasi goreng!” timpal Dean sambil duduk di samping Nachya.
“Oh yaa?” tanya Nachya tanpa memandang ke arah Dean sedikit pun.
“Baik sekali Opa Krish. Jangan lupa sampaikan ucapan terima kasih dari ku nanti dengannya!” lanjut Nachya membuat Dean mengerutkan dahinya sambil memandangi Nachya yang mulai menikmati sarapannya.
“Apa kau tidak mau mengucapkan terima kasih untukku?” tanya Dean tanpa mengalihkan pandangannya dari Nachya.
“Emm, terima kasih untuk apa?” balas Nachya.
Dean terdiam sejenak mendengar pertanyaan Nachya barusan.
‘Benar kata Opa Krish, Nachya wanita yang berbeda. Dan aku sangat tertantang untuk mendapatkan hatinya!’ gumam Dean dalam hati.
‘Dia bahkan lebih cantik dari Louryn!’ batin Dean yang semakin tertarik dengan Nachya.
“Bukankah yang membawakan berasnya ke sini aku. Jadi kau juga harus berterima kasih denganku!” lanjut Dean sambil membalik piring di depannya dan menemani Nachya sarapan.
“Nah, anggap aja sarapan pagi ini sebagai ucapan terima kasihku!” balas Nachya dengan santai.
__ADS_1
“Besok lagi kalo Opa Krish mau kasih sesuatu, bilang saja. Nanti biar aku yang ke sana!”
Dean hanya tersenyum mendengarkan ucapan Nachya barusan.
“Dengan senang hati Nachya!” balas Dean.
‘Aku akan menantikanmu berkunjung ke flat house milikku, Nachya!’ batin Dean yang entah kenapa terlihat sangat gembira seperti mendapatkan mainan baru.
☘️☘️☘️
Sedangkan di sisi lain, Boy kini mulai mengikuti tes seleksi yang pertama kali. Ternyata kali ini Bunga juga turut mendaftar seleksi pertukaran pelajaran ke London.
“Aku sudah menduga sebelumnya jika kau pasti akan mengikuti seleksi ini, Boy!” tukas Bunga.
“Kau pasti tidak mau kalah dengan adikmu sendiri bukan?” lanjutnya lagi yang dijawab Boy dengan anggukan kepalanya.
“Aku juga tidak ingin kalah dengan Nachya. Aku akan segera menemuinya jika lolos nanti!”
“Kalau begitu saat ini kau menjadi sainganku, Bunga!” timpal Boy sambil meninggalkan Bunga dan duduk di tempat yang sudah tertera nomor miliknya.
Bunga pun mengikuti langkah Boy dan duduk tepat di belakangnya.
Bagi Boy yang terpenting adalah ia lolos dalam setiap babak penyisihan dan segera bertemu dengan Nachya.
☘️☘️☘️
Tepat jam 9, Dean dan Nachya menuju ke kampus UCL menggunakan mobil Dean. Tidak sampai 10 menit keduanya sudah berada di dalam kampus tepatnya di depan gedung rektorat Faculty of Engineering.
“Tidak usah ditunggu, Dean. Terima kasih sudah mengantarku! Aku bisa kembali sendiri nanti!” ucap Nachya sebelum keluar dari mobil Dean.
“Tapi Opa dan Akung sudah memintaku untuk menjagamu, Nachya!” balas Dean yang tidak ingin meninggalkan Nachya.
“Tapi aku bisa menjaga diriku sendiri! Kembalilah, take your time dan don’t worry me!” balas Nachya yang bersikukuh tidak mau Dean menunggunya.
Nachya pun keluar dari mobil Dean dan segera menuju ke gedung yang ada di hadapannya. Pemandangan ini ternyata tanpa sengaja tertangkap oleh Louryn yang sedang melintas bersama dengan teman-temannya.
“Loh, itu kan mobilnya Dean!” gumam Louryn sambil menunjuk ke arah mobil pacarnya.
__ADS_1
“Dean punya gebetan lain ya?” tanya teman Louryn yang juga melihat Nachya keluar dari mobil Dean.
“Entahlah! Aku akan bertanya dengannya. Dia sudah berjanji berkali kali untuk setia denganku dan tidak menjalin hubungan dengan wanita lain!” jawab Louryn.
“Kalian pergilah dulu, aku akan menemui Dean terlebih dahulu!” ucap Louryn sambil melambaikan tangannya.
Louryn segera menuju ke mobil Dean dan mengetuk kaca mobil. Dean yang kini sedang mendengarkan musik pun langsung membuka kaca mobilnya saat melihat yang datang adalah Louryn.
Biasanya ia akan menarik bibirnya untuk tersenyum saat melihat kedatangan kekasihnya itu. Namun entah kenapa kedatangan Louryn saat ini terasa hambar untuknya. Bahkan Dean justru tidak menginginkan kehadiran Louryn saat ini.
“Hai Babe! Apa kabar? Kenapa sejak kemarin kau tidak menghubungiku sama sekali?” tanya Louryn.
“Masuklah ke dalam!” titah Dean kemudian. “Ada suatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu!” lanjutnya lagi membuat hati Louryn berbunga-bunga.
Tanpa berpikir panjang. Louryn pun segera masuk ke dalam mobil Dean.
“Aku tahu kau sangat merindukanku, bukan?” tanya Louryn dengan posenya yang begitu menggoda.
“Ke mana kau akan membawaku pergi, babe? Aku akan membuatmu berteriak untuk meminta berkali-kali denganku?” lanjut Louryn yang memang sudah satu minggu tidak bertemu dengan Dean.
Biasanya jika sudah selama itu mereka tidak bertemu, Dean pasti akan menggempur Louryn habis-habisan untuk mengganti beberapa hari yang terlewati.
“Aku rasa jika kamu sudah tidak sabar, kita bisa melakukannya di Flat House milikmu!”
“Opa Krish ada di sini dan kemungkinan akan menginap beberapa hari ke depan!” balas Dean yang entah kenapa tidak terbesit keinginan untuk bercinta dengan Louryn sedikit pun.
“Huft, pria tua bangka itu benar-benar membuatku kesal. Kalo begitu kita bisa menuju ke penginapan terdekat saja bukan?” balas Louryn yang sudah membuka dua kancing blouse miliknya.
“Dia Opaku, Lou! Selama papa dan mamaku pergi hanya dia yang aku punya!”
“Aku harap kau juga bisa menghormati opaku dengan baik!” ucap Dean membuat Louryn mengernyitkan dahinya.
Ada sesuatu hal berbeda yang ia tangkap saat ini. Biasanya Dean tidak pernah melayangkan protes kepadanya jika ia menjelekkan Opa Krish. Bahkan Dean selalu saja kesal dengan sikap otoriter opanya yang sampai saat ini tidak setuju ia berpacaran dengan Louryn.
“Helloo, apa yang sudah terjadi denganmu, Dean. Kenapa kau sangat berubah hari ini?” tanya Louryn tidak suka.
“Jangan bilang kau sudah mendapat wanita lain untuk menggantikan posisiku!”
__ADS_1
Dean kali ini tidak menjawab ucapan Louryn dan terus saja mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah cafe yang tidak jauh dari kampus.
☘️☘️☘️