
Boy pun menuju ke mobil dengan langkah gembira. Ternyata kedatangannya menjemput Nachya kali ini tidak sia-sia.
Bahkan rasa lelahnya kali ini hilang begitu saja karena Nachya ternyata juga mengidolakan nya. Ucapan Nachya terus saja terngiang-ngilang di telinga Boy.
'Kalo di sekolah, guru idola saya pak Adit, tapi kalo di rumah, guru idola saya Boy dong!'
'Dia juga jago loh matematika nya. Sama kayak bapak!'
"Tapi tunggu! Berarti aku masih belum jadi nomor satu dong untuk Nachya!" gumam Boy pelan mengingat Nachya hanya mengidolakan nya karena jago matematika. Sama seperti Abangnya.
"Dan Nachya hanya berbicara tentang matematika, bukan perasaan cinta!" gumam nya lagi sambil menepuk keningnya sendiri.
"Oh, My God! Ini belum bisa dikatakan masuk babak final!"
Boy mulai memijat keningnya pelan sambil membuka mobil. Tampak Nachya memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di headrest mobil.
Wajah lelah Nachya membuat Boy tidak tega mengganggu Nachya kali ini. Boy pun segera menjalankan mobilnya ke arah jalan pulang.
☘️☘️☘️
Sesampainya di rumah, Boy pun langsung membukakan pintu mobil untuk Nachya dan kemudian menepuk pipi Nachya dengan lembut.
"Nach, bangun dong! Udah sampai nih!" ucap Boy membuat Nachya mengerjapkan matanya pelan.
"Yuk, turun terus kamu mandi biar seger!" tukas Boy lagi dan Nachya langsung mengulurkan kedua tangannya ke arah Boy.
"Gendong!" rengek Nachya manja membuat Boy terhenyak.
"Gendong Nach?" tanya Boy memastikan permintaan Nachya.
"Hu'um Boy. Gendong belakang aja. Badan aku kan kecil," jawab Nachya yang sudah siap naik ke atas punggung Boy.
Mau tidak mau Boy pun menuruti keinginan Nachya. Namun, saat tubuh Nachya baru saja menempel punggungnya, jantungnya seketika berdebar-debar, darahnya terasa mengalir begitu cepat dan dadanya terasa sedikit sesak.
Bahkan tidak hanya itu, miliknya yang ada di bawah sana pun seketika meronta-rona, terlebih saat Nachya menyandarkan kepalanya tepat di bahu Boy.
"Nachya!" panggil Boy dengan geram.
"Cukup satu kali ini aja ya kamu begini!" ucap Boy yang sekuat tenaga menahan perasaannya yang benar-benar tidak menentu.
"Kok gitu sih, Boy!" gerutu Nachya yang semakin erat memeluk Boy.
"Aku kan capek! Lagi pula kan badan aku gak berat Boy!" lanjut Nachya lagi saat Boy mulai menaiki anak tangga.
"Kata siapa gak berat? Mending angkat karung beras daripada angkat badan kamu, Nach!" balas Boy.
__ADS_1
Nachya hanya memanyunkan bibirnya mendengar jawaban Boy kali ini. Saat mereka berdua sudah berada di kamar. Boy pun menurunkan Nachya di sofa dan duduk tepat di samping Nachya sambil menyandarkan tubuhnya.
"Makasih ya Boy!" ucap Nachya tulus sambil memegang tangan Boy dan mengusapnya pelan.
"Hemm!"
Boy hanya berdehem sambil mengulum senyumnya saat mendapat ucapan terima kasih dari Nachya.
Berbunga-bunga? Sudah tentu Boy berbunga-bunga, terlebih usapan tangan Nachya membuat hatinya meloncat bahagia.
"Kamu juga pasti capek banget ya?" tanya Nachya sambil memandang ke arah Boy. "Mau aku pijitin?" tawar Nachya membuat suara Boy tercekat.
"Hah?!" Boy tampak tidak percaya dengan tawaran Nachya kali ini.
Namun tangan Nachya langsung memegang bahu Boy dan memintanya untuk berbalik membelakangi Nachya.
Tangan Nachya pun langsung bergerak memijit Boy, mulai dari bahunya dan turun ke bawah.
Meski Nachya kecil, namun tenaganya memijit badan kekar Boy sangat terasa dan membuat Boy keenakan.
"Nach, kamu suka sama Bang Adit?" tanya Boy tiba-tiba.
"Biasa aja, emang kenapa?" Nachya balik bertanya.
"Gak papa sih, cuma tanya aja! Tapi kamu pernah suka gak sama cowok?"
"Yaa pernah dong!" jawab Nachya to the point.
"Emang kamu pikir aku gak normal, apa?!" lanjutnya lagi sambil memijit Boy agak keras dari sebelumnya.
"Ya gak usah sewot lagi! Kan aku cuma nanya!" balas Boy yang sebenarnya dalam hatinya sedikit kecewa mendengar jawaban Nachya.
"Kek apa sih cowok yang kamu suka Nach? Jadi penasaran aku!"
"Kepo banget sih jadi orang!" balas Nachya yang tidak ingin Boy tahu jika sebenarnya lelaki yang Nachya sukai adalah dia.
"Tapi bukan Bang Adit kan?" tanya Boy lagi membuat Nachya menghela nafasnya panjang.
"Ya gak lah Boy. Pak Adit mah ke-tua-an!" balas Nachya membuat Boy langsung bersorak dalam hati.
'Yes, kali ini aku suka jawabanmu, Nach!'
'Tapi siapa ya cowok yang berhasil duduk di hati Nachya?' batin Boy.
"Kalo kamu, pernah jatuh cinta gak, Boy?" tanya Nachya balik.
__ADS_1
"Diiih kepo!" balas Boy langsung berbalik menoel hidung Nachya.
"Jawab dong!" desak Nachya. "Tadi kamu nanya juga udah aku jawab kan!"
Boy kali ini tidak menghiraukan desakan Nachya. Ia pun berdiri dan siap untuk pergi dari kamar Nachya.
"Makasih ya pijitannya. Kamu sekarang mandi dulu gih! Baunya udah acem!" tukas Boy.
"Masa' sih acem, perasaan enggak deh. Mulai ngaco nih!"
"Bilang aja kamu menghindar dari pertanyaan aku kan?" balas Nachya.
"Nanti aku jawab kalo kamu udah dewasa, Nach!" balas Boy yang keluar dari kamar Nachya dari pintu balkon.
"Emangnya aku masih kecil apa?!" gerutu Nachya kesal. "Jarak usia kita aja cuma setahun, sok sokan ngomong dewasa!"
"Udah gak usah ngomel! Buruan mandi!" titah Boy sambil berteriak.
Nachya pun langsung menuju kamar mandi dan menyalakan air hangat di dalam bathtub nya.
"Ck, Boy ini ngeselin banget sih. Tadi dia tanya udah aku jawab!"
"Sekarang giliran aku yang tanya, dia malah pergi!"
Nachya yang sudah melepaskan pakaiannya pun langsung masuk ke dalam bathtub dan berendam.
"Kira-kira, Boy bisa gak sih jatuh cinta sama aku?" gumam Nachya pelan.
"Tapi kalo gak bisa, kira-kira aku bakal sakit hati gak ya kalo Boy deket ama wanita lain?"
"Kira-kira apa ya kata papa sama mama kalo mereka tahu aku cintanya sama Boy?"
"Haduuuh, kenapa sih jatuh cinta harus serumit ini?!"
"Kali ini aku harus cerita sama siapa dong? Gak mungkin kan aku cerita sama Ruby? Ntar yang ada dia ilfeel lagi."
"Atau sama mama?"
"Ck, Mama kadang tebakan nya suka bener. Ntar ketahuan lgi kalo cowok yang aku cinta itu Boy!"
"Atau aku mending langsung bilang aja ya sama Boy apa adanya. Jadi nanti kalo Boy memang gak cinta sama aku, aku bisa cepet-cepet lupain dia!"
"Aduuuuuh!" Nachya langsung mencipak cipakkan tangannya di air.
"Everyone, Help me, please!"
__ADS_1
"Aku harus gimana dong?!"
☘️☘️☘️