
Boy yang baru selesai mengambil hasil cek kesehatan pun tidak sengaja berpapasan dengan Bunga yang baru saja datang.
“Boy, kamu di sini juga!” sapa Bunga dengan wajah berbinar bertemu dengan Boy di kampus.
“Iya! Tapi ini sudah selesai dan mau langsung pulang!” jawab Boy.
“Tungguin sebentar dong, Boy. Nanti aku mau nebeng kamu pulang!” ucap Bunga menahan Boy untuk langsung pulang.
“Antrinya lama, belum nanti kamu masih harus tunggu hasilnya. Sedangkan Papa butuh bantuan aku di Firma!” jelas Boy.
“Maaf ya, Bunga. Aku gak bisa nemenin kamu di sini!”
“Tapi next time kita harus pergi bareng ya!” pinta Bunga dan Boy hanya tersenyum tipis. Boy pun langsung berbalik meninggalkan Bunga.
Namun Bunga langsung cepat-cepat mengejar langkah Boy. “Tunggu Boy!” Bunga langsung menghadang langkah Boy dan menyodorkan ponselnya.
“Ketik nomor HP kamu di sini!”
Boy pun langsung meraih ponsel Bunga dan mengetikkan beberapa angka di nomor ponsel Bunga. Setelah itu ia langsung mengembalikan ponsel Bunga dan segera pergi.
Hati Bunga pun langsung bersorak gembira. Cepat cepat ia simpan Nomor ponsel Boy dengan nama ‘My Love Boy’ dan mengetikkan pesan pertamanya kepada Boy.
✉️ +62 831 xxx xxx
Hai Boy! Ini aku Bunga. Save nomor ponsel aku ya 😊
Setelah mengirimi pesan kepada Boy, Bunga pun langsung mendaftarkan dirinya untuk antri cek kesehatan. Sambil menunggu namanya dipanggil, Bunga kembali memainkan ponselnya untuk menunggu pesan balasan dari Boy. Sayangnya 30 menit berlalu, Boy belum juga membalas pesan dari Bunga.
‘Emm, Boy kenapa belum buka pesan dari aku ya?’ gumam Bunga dalam hati. ‘Padahal kalo aku perkirakan sih, dia pasti udah gak dalam perjalanan.’
Bunga terus saja menunggu pesan balasan dari Boy, sampai namanya dipanggil masuk ke dalam ruangan untuk cek kesehatan.
Beragam serangkaian cek kesehatan pun selesai Bunga lewati dan kini ia tinggal menunggu hasilnya. Namun, saat Bunga mengecek ponselnya, lagi-lagi belum ada pesan balasan dari Boy.
“Apa aku coba miscall saja yaa?” gumam Bunga yang mulai menghubungi nomor ponsel Boy.
...☘️☘️☘️...
__ADS_1
Sedangkan di kelas Nachya, semua siswa sedang serius mengerjakan soal matematika dari Pak Adit. Namun, tiba-tiba konsentrasi mereka buyar saat mendengar dering ponsel yang ada di dalam tas Nachya. Semua mata kini langsung tertuju ke arah Nachya dengan tatapan yang menyiratkan jika karena dering ponsel Nachya membuyarkan lamunan mereka semua.
“Ups, maaf teman-teman! Aku lupa belum silent nada deringnya!” ucap Nachya yang langsung menon-aktifkan ponselnya tanpa melihat siapa yang kini sedang menghubunginya.
“Ck, kamu ini bikin konsentrasi buyar tauk!” gerutu Ruby ke arah Nachya dan Nachya hanya nyengir kuda.
“Maaf Ruby! Buruan kerjain, deh. Waktunya tinggal sedikit lagi!” balas Nachya yang kembali mengerjakan soal matematikanya yang sedikit lagi selesai.
Setelah semuanya selesai, Nachya pun langsung mengumpulkan tugas teman-temannya dan segera menuju ke ruangan Pak Adit sesuai dengan perintahnya tadi. Untung saja Pak Adit sedang tidak ada di ruangan, jadi Nachya bisa langsung ke kantin bersama dengan Ruby.
“Siapa gebetan baru kamu?” tanya Nachya ke arah Ruby.
“Dih, masih inget aja ini anak! Namanya Bara, anak sastra kampus hijau semester 3!” jelas Ruby.
“Cakep gak?” tanya Nachya lagi dan Ruby langsung mengeluarkan ponselnya dari saku dan memperlihatkan foto gebetan barunya kepada Nachya.
“Gimana Nach? Cakep kan?” tanya Ruby menunggu penilaian Nachya tentang gebetan barunya.
“Yup, pilihan yang tepat untuk dibawa jadi pasangan kamu kalo ada undangan ulang tahun dari teman-teman!” balas Nachya yang kemudian memesan snack dan minuman kepada penjaga kantin.
“Nach, katanya mau cerita tentang Pak Adit!” tagih Ruby sambil menikmati sosis bakarnya.
“Ntar dulu ya, aku mau lihat ini siapa yang tadi telfon aku waktu di kelas!” balas Nachya.
Saat ponselnya sudah aktif, Nachya pun melihat nomor baru di layar ponselnya yang tadi menghubunginya saat di kelas.
“Siapa yang telfon?” tanya Ruby.
“Gak tahu ini, Nomor baru!” balas Nachya yang kemudian membuka pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Betapa terkejutnya Nachya saat mendapati Bunga mengiriminya beberapa pesan.
✉️ +62 831 xxx xxx
Boy, masih di jalan ya? Jangan lupa kalo sudah sampai, save nomor ponsel aku dan balas chat ya.
✉️ +62 831 xxx xxx
Boy, kok kamu gak jawab pesan aku sih? Kamu baik-baik aja kan? Aku khawatir nih!
__ADS_1
✉️ +62 831 xxx xxx
Boy, ponsel kamu kok gak aktif lagi setelah aku telfon? Kamu marah?
Nachya mulai menduga-duga apa yang membuat Bunga mengiriminya banyak pesan dengan terus menyebut nama ‘Boy’.
‘Apa jangan-jangan Boy malah kasih nomor ponsel aku ke kak Bunga?’ tanya Nachya dalam hati.
Nachya pun langsung mengganti foto profilnya dengan gambar yang lain dan menyimpan nomor ponsel Bunga tanpa membalas pesan Nachya. Kemudian ia pun menegaskan kepada Ruby jika dugaannya selama ini tentang Pak Adit salah besar.
“Ruby, Pak Adit itu ternyata anak teman papa. Dan kebetulan hubungan mereka cukup dekat. Cuma mereka udah lama gak ketemu.”
“Jadi...”
“Tujuan utama kedatangan Pak Adit itu mau menjalin hubungan baik. Sama sekali gak ada kaitannya sama aku!” jelas Nachya.
“Ooh begitu yaa. Tapi kamu tetap harus waspada, Nach. Dugaan aku bisa aja salah, tapi tidak berarti salah 100 persen loh.”
Nachya mengerutkan dahinya sambil memandang ke arah Ruby.
“Kok bisa?!” tanya Nachya.
“Aku udah dua kali pacaran dan dua kali putus. Dari situ, aku tahu persis gi mana gelagat cowok kalo sudah jatuh cinta!”
“Dan itu aku lihat dengan jelas dari cara Pak Adit memperlakukan kamu!” jelas Ruby.
“Yaaah, waspada aja sih. Gak perlu terlalu parno juga!” lanjut Ruby lagi.
“Siap deeh. Oh iya, nanti kalo kamu jadian sama Bara, jangan lupa kabarin aku ya!” pinta Nachya yang langsung diangguki oleh Ruby.
☘️☘️☘️
Seperti biasa, author mau iklan dulu.
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir dulu yuk ke Novel aku yang lain.
__ADS_1