Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Bayar Hutang


__ADS_3


“Mau berapa r0nde permainan sayang?” tanya Boy yang sudah mengungkung tubuh Nachya di bawahnya.


Tangan Nachya bergerak mengusap dada atletis Boy dengan tatapan nakalnya. “Memangnya suamiku kuat berapa kali?” tantang Nachya yang sudah merasakan panas di tubuhnya karena efek racikan minuman dari Uti Aleya.


Boy yang semakin tertantang karena pertanyaan istrinya pun tidak lagi ingin bertanya. Ia langsung melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya dan melemparkannya sembarangan.


“Kau benar-benar menantangku, sayang. Jangan salahkan aku jika aku masih menginginkannya saat stok alat pengamannya habis!” balas Boy.


“Haaah?! Jangan ngaco deh Boy! Masa’ 3 pack langsung habis semalam?”


 Boy tidak menjawab pertanyaan Nachya kali ini melainkan langsung membungkam bibir istrinya dengan bibirnya sambil menurunkan tali l!nger!e yang Nachya gunakan. Dua kali gerakan tangan Boy, berhasil membuat istrinya tampak semakin menggoda dengan tidak mengenakan apa-apa.


Pa9utan Boy mulai turun ke leher Nachya, hanya saja tidak meninggalkan jejak di sana karena Boy sudah sangat merindukan d4d4 istrinya. Kini Boy justru membuat banyak jejak di d4d4 Nachya dan membuat istrinya mulai terbang melayang.


Setelah pu4s melukis, Boy kini memandangi istrinya sambil memainkan jarinya tepat di ujung titik 5en5itif Nachya. Nachya yang mulai m3nd354h pun merasa malu saat Boy memandanginya. Tangan Nachya pun tergerak untuk menutupi mata Boy.


“Kau tau sayang, aku sangat menyukai ini!” ucap Boy.


“Semakin lama semakin menggemaskan dan sangat menantang!” lanjut Boy sambil terus memainkan ujun9nya sampai membuat Nachya m3n993linjan9 tidak karuan.


“Tapi aku lebih suka seperti ini, sayang!” Nachya menarik kepala Boy dan di arahkan tepat ke atas d4d4nya.


Boy pun langsung membuka mulutnya dan mulai men!kmat! d4d4 istrinya seperti bayi. D3s4h4n Nachya semakin memenuhi kamar mereka dan membuat Boy semakin m3ny3sapnya lebih dalam lagi.


Sedangkan jemari Boy kini mulai bermain di titik 5en5itif milik Nachya yang ada di bawah. Nachya kini semakin melayang dibuat oleh Boy. Keduanya benar-benar lebur dalam permainan mereka berdua.


Nachya yang sudah sangat menginginkan peny4tu4n mereka pun mulai merengek agar Boy segera mema5ukkan miliknya ke dalam milik Nachya. Akhirnya keduanya benar-benar meluahkan kerinduan mereka selama ini. Satu r0nde terlewati membuat Boy kemudian berbaring di samping Nachya.


“Kau benar-benar sangat luar biasa istriku sayang!” puji Boy sambil melepaskan al4t peng4m4nnya dan membersihkannya dengan tisue.


Sayangnya pujian Boy kali ini langsung ditolak mentah-mentah oleh Nachya. “Itu belum luar biasa, sayang.”

__ADS_1


Nachya yang kini sedang berbaring di samping Boy pun langsung b4ngun dan naik ke atas +ubuh Boy dan mengungkungnya. Kemudian dengan gayanya yang sangat 5ek5i, Nachya merapikan rambut panjangnya dan mengarahkan ke samping kiri.


“Aku akan menjadi yang benar-benar luar biasa malam ini untukmu!” ucap Nachya yang mulai berani memimpin permainan mereka.


Kali ini Boy benar-benar seperti kejatuhan durian runtuh. Senyum Boy pun mengembang dengan sempurna saat melihat kecantikan istrinya dengan posisi baru seperti ini.


“Kau benar-benar membuatku semakin mencintaimu, sayang!” ucap Boy yang siap untuk menggerakkan tangannya untuk kembali m3ngg3r4y4ngi +ubuh Nachya.


Namun dengan cepat Nachya langsung menahan kedua tangan Boy di atas tempat tidur. “Aku yang akan memimpin kali ini!” tutur Nachya yang langsung meninggalkan jejak kemerahan di leher Boy.


Boy yang baru pertama kalinya mendapat serangan dari Nachya pun kali ini menahan suaranya. Namun, hanya bertahan sebentar karena ternyata ia tidak mampu untuk men4h4n d354h4nnya kali ini.


Sedangkan Nachya benar-benar berhasil membuat Boy mabuk kepayang karenanya. Nachya mengabsen mulai dari leher Boy, turun menyusuri d4d4 bidangnya dan meninggalkan banyak jejak disana. Kali ini ia juga mulai berani bermain di senjata milik suaminya.


“Kau sangat menyiksaku kali ini, sayang!” rengek Boy yang sudah sangat menginginkan penyatuan mereka.


“Oh yaaa?” tanya Nachya yang mulai melakukan peny4tu4n dengan posisi di 4t4s.


Boy langsung menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Nachya. Boy sendiri tidak bisa jika hanya diam saja karena h4sr4tnya sudah naik di ubun-ubun kepala. Kali ini ia membalas kenakalan istrinya dengan membuka mulutnya dan langsung bermain di d4d4 Nachya.


L3n9uh4n Nachya kembali memenuhi kamar mereka kali ini. Penyatuan kedua mereka kali ini membuat Nachya terjatuh di atas pelukan suaminya.


“Kau benar-benar memabukkan malam ini sayang!” bisik Boy tepat di telinga Nachya.


Nachya yang sudah kehabisan tenaga hanya tersenyum di dalam dekapan suaminya. Ia sendiri merasakan kenikmatan baru dalam permainannya kali ini.


‘Ternyata di atas lebih n!kmat!’ gumam Nachya dalam hati. Perlahan Nachya turun dari +ubuh Boy dan tidur meringkuk di sampingnya.


Matanya hampir saja terpejam karena rasa lelah mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Namun tiba-tiba ada yang kembali menggelitik tepat di ujung titik 5en5itif d4d4 Nachya. Mulut Boy kembali bermain di sana.


“Aku masih menginginkannya lagi sayang,” bisik Boy. “+ubuhmu membuatku sangat k3t4gih4n, baby!”


“Tapi aku lelah, Boy!” balas Nachya yang enggan membuka matanya yang sudah terasa berat.

__ADS_1


Sayangnya penolakan Nachya tidak membuat Boy mundur. Ia justru memasukkan jarinya ke dalam milik istrinya dan seketika membuka mata Nachya.


“Once more, Nachya. Please!” pinta Boy.


Nachya yang sudah mulai ON lagi kini hanya menganggukkan kepalanya karena ia pun kembali menginginkan hal yang sama. Akhirnya permainan ketiga mereka pun berakhir tepat pukul 1 dini hari.


Setelah itu, Boy dan Nachya benar-benar mulai tenggelam dalam mimpi mereka dan tidur saling berpelukan. Saat keduanya sama-sama terlelap, tanpa Nachya sadari tangannya bergerak ke bawah dan memegang sesuatu milik Boy di bawah sana.


Sentuhan Nachya kali ini membuat senjata milik Boy kembali menuntut untuk dipu45kan dan tentunya membuat Boy kembali terjaga.


“Kau yang memulainya sayang!” bisik Boy yang mulai kembali mengabsen bibir Nachya.


Nachya yang masih tenggelam dalam mimpinya pun tanpa sadar membalas pa6ut4n Boy sambil memejamkan matanya. Pemandangan ini membuat Boy sangat gemas, ia pun kembali mengeksplor +ubuh istrinya dengan leluasa.


Sedangkan Nachya sendiri mulai m3nd354h dan perlahan membuka matanya tepat saat Boy mulai melakukan peny4tuan mereka yang keempat kalinya.


“Emmh, Boy!”


“Maafkan aku jika mengganggu tidurmu sayang! Kau yang membuat aku harus memulainya lagi.”


“Memang apa yang 44h.. aku lakukan?” tanya Nachya di tengah d354h4nnya.


“Nothing, baby. Kau selalu melakukan yang terbaik di mataku!” balas Boy.


Setelah yang keempat kalinya, Nachya langsung menggulung +ubuhnya dengan selimut dan membelakangi Boy.


“Jangan ganggu lagi, Boy. Aku sudah lelah dan mengantuk!” pinta Nachya.


“Istirahatlah sayang, aku tidak akan mengganggumu!” balas Boy sambil memeluk Nachya dari belakang.


“Thanks a lot for four times this night. I love you so much, My Wife!”


Ucapan Boy kali ini hanya dijawab Nachya dengan deheman karena ia sudah tidak sanggup lagi membuka matanya yang sudah sangat berat.

__ADS_1


__ADS_2