Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Terlambat Jemput


__ADS_3

Makan siang kali ini di ruangan Pak Adit cukup ramai dengan celoteh Ruby dan juga Arini yang terus saja berterima kasih dengan kebaikan Pak Adit yang mempersilakan mereka untuk makan siang di ruangannya. Bahkan tidak ada moment istimewa antara Pak Adit dengan Nachya kali ini, karena celotehan Ruby dan Arini ditimpali Miss Adel dengan baik.


Setelah makan siang selesai, mereka bertiga pun langsung membereskan ruangan Pak Adit dan siap untuk kembali ke kelas.


“Sekali lagi terima kasih banyak ya, Pak Adit!” kali ini Nachya mulai buka suara.


“Iya pak, jangan sungkan kalau memang mau ajak makan siang kita lagi!” tukas Ruby menimpali.


“Oh, iya. Terima kasih juga sudah membantu saya membereskan ruangan!” balas Pak Adit dan mereka bertiga pun langsung keluar dari ruangan Pak Adit.


Pak Adit tampak langsung menghela nafasnya kasar. ‘Ternyata tidak mudah jatuh cinta dengan anak seusia Nachya!’ gumam Adit dalam hati.


“Gak jadi pendekatan ini kayaknya!” celetuk Adel sedikit meledek Adit.


Bayangan Adit yang membuat Nachya nyaman bersamanya dan ingin mengetahui banyak hal tentang Nachya, justru membuatnya sedikit kelimpungan dengan kedatangan dua teman Nachya siang ini.


“Cinta itu butuh perjuangan, Adel. Ini baru awal kan, jadi aku tidak boleh menyerah begitu saja dan harus berusaha lebih dalam lagi,” balas Adit.


“Masih ada waktu satu tahun ke depan untuk menaklukkan Nachya. Anak itu aku pastikan belum pernah pacaran, makanya dia gak peka dengan ajakan aku!”


“Terus, rencana berikutnya apa?” tanya Adel.


“Aku akan bercerita dengan Boy tentang perasaanku, dan meminta tolong padanya untuk membantuku mendekati Nachya!”


💕💕💕


Sesampainya di kelas, ponsel Nachya pun bergetar dan tampak dua pesan masuk dalam ponselnya.


✉️ Boy


Aku jemput agak terlambat ya, Nach. Masih bantu papa di firma.


Setelah membaca pesan dari Boy, Nachya segera mengetikkan balasannya dan langsung mengirimkanya. Kemudian ia pun membuka pesan dari Bunga.


✉️ Ondel-ondel


Boy, lagi apa? Sibuk banget ya? Nanti sore aku main ke rumah ya. Pingin lebih deket lagi sama kamu.


“Ck, males banget deh sama tetangga kek gini!” gerutu Nachya. Lagi-lagi Nachya mengabaikan pesan dari Bunga untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


“Kenapa sih Nach?” tanya Ruby yang melihat sahabatnya menggerutu kesal.


“Enggak, lagi males saja balesin pesan dari tetangga baru aku!”


“Oooh, cowok?” tanya Ruby lagi dan Nachya langsung menggelengkan kepalanya.


“Cewek!”


“Kirain cowok! Kalo cowok pasti naksir berat deh sama kamu!” timpal Ruby lagi.


“Dih, kamu ini ya. Semua cowok kamu bilang naksir sama aku! Nanti kalo aku cerita tentang abang cimol, kamu juga pasti bilang hal yang sama. Gak ada pembahasan lain apa?” balas Nachya.


“Abisnya kamu itu cantik, Nach! Aku yang cewek saja kagum sama kecantikan kamu, apalagi yang cowok!” jelas Ruby. “Iya kan Arini?” Ruby menepuk bahu Arini untuk menguatkan pendapatnya.


“Yup, betul banget kata Ruby.”


Sayangnya Nachya langsung mengerutkan dahinya, “Keknya gak semua cowok deh, Ruby! Buktinya aku juga punya tetangga cowok. Tapi sikapnya B saja sama aku, alias biasa banget.”


“Malah sering bikin aku uring-uringan terus!” balas Nachya.


“Cowoknya ganteng gak?” tanya Ruby dan Nachya langsung menganggukkan kepalanya dengan mantap.


Ya,tetangga kamarnya memang sangat tampan di mata Nachya. Meski juteknya gak ketulungan, Boy tetap terlihat tampan di mata Nachya.


“Yang pertama, itu cowok gak normal kalo sampai gak terpesona sama kecantikan kamu!”


“Yang kedua, mungkin cowok itu sudah punya pacar. Jadi dia berusaha untuk tetap setia sama pacarnya!”


Kemungkinan kedua dari Ruby membuat hati Nachya langsung berdenyut nyeri.


‘Jadi Boy beneran punya perempuan yang udah duduk manis di hati Boy?’ tanya Nachya dalam hati.


‘Aku kalah dong! Ck, kenapa sih kebenaran ini semua harus terungkap sekarang? Kenapa gak dari dulu, coba?’


“Tapi tunggu Nach, kenapa kamu jadi uring-uringan terus sama tetangga cowok kamu ketika dia bersikap B saja sama kamu? Jangan-jangan kamu lagi yang jatuh cinta sama dia?” tebak Ruby.


“Mana berani aku jatuh cinta, kamu tahu sendiri kan gimana peraturan papa sama mama di rumah?” balas Nachya.


“Iya juga sih. Serem banget!” timpal Ruby. “Berarti Mas Boy gak boleh pacaran juga dong?”

__ADS_1


Nachya hanya mengedikkan bahunya tidak menjawab pertanyaan Ruby karena guru berikutnya sudah masuk ke dalam kelas dan siap untuk memulai pelajaran fisika.


♦️♦️♦️


Pelajaran sekolah pun akhirnya usai. Ruby dan juga Arini lebih dulu meninggalkan kelas meninggalkan Nachya. Beberapa teman Nachya pun juga langsung keluar dari kelas dan kini tinggal Nachya saja yang masih duduk manis di bangkunya sambil memainkan ponsel menunggu pesan dari Boy.


“Nachya belum pulang?” tanya Pak Adit yang tanpa sengaja melewati depan pintu kelas Nachya.


“Lagi tunggu abang jemput, Nachya pak!” jawab Nachya.


“Saya antar pulang saja yuk. Sudah sore loh ini!” tawar Pak Adit.


Nachya terdiam sejenak memikirkan tawaran Pak Adit. Badannya memang sudah sangat lelah dan rasanya sudah ingin berendam dengan air hangat. Terlebih Boy juga belum membalas pesan darinya dan memberi kabar kapan menjemputnya.


“Emangnya gak ngrepotin pak?” tanya Nachya.


“Gak dong! Yuk buruan!”


Nachya pun langsung berdiri dan membawa tasnya menyusul langkah Pak Adit yang sudah ada di depannya. Nachya pikir kali ini Miss Adel juga ikut bersamanya. Namun dugaannya kali ini salah karena sesampainya di mobil, hanya ada dia dan guru barunya itu.


“Miss Adel gak ikut pak?” tanya Nachya saat sudah duduk di samping bangku kemudi sambil memasang seat beltnya.


“Sudah pulang duluan tadi!” jawab Pak Adit yang mulai menjalankan mobilnya.


“Saya boleh tanya sesuatu gak sama kamu, Nachya?”


“Boleh!”


“Kamu belum pernah pacaran ya?”


“Gak boleh pacaran dulu sama papa mama. Masih harus fokus belajar, Pak!” jawab Nachya.


“Oooh, bagus dong itu! Saya kagum loh sama kamu yang sangat berbeda dengan anak yang seumuran kamu. Biasanya anak seusia kamu itu pasti sudah gonta ganti pacar berkali-kali.”


“Wah, saya gak kebayang deh pak kalo sampai gonta ganti pacar. Bisa digorok mungkin leher saya sama papa kalo ketahuan begitu!” timpal Nachya sambil terkekeh pelan membayangkan amukan papanya.


“Memangnya Om Belva se serem itu ya sama anak perempuannya yang cantik ini?” tanya Pak Adit dengan nada yang tidak percaya.


“Hadeuuuh, garangnya ampun deh Papa itu. Tapi papa sayang banget kok pak sama Nachya. Buktinya semua yang Nachya minta pasti diturutin. Yang gak Cuma satu itu, PACARAN!” timpal Nachya menekan kalimat terakhirnya.

__ADS_1


Adit pun menelan ludahnya kasar mendengar cerita Nachya barusan. ‘Aduh, kayaknya Om Belva juga jadi tantangan tersulit aku kali ini!’ gumam Adit dalam hati.


💕💕💕


__ADS_2