Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Dilema Boy


__ADS_3

Boy yang baru saja terjebak kemacetan, kini sudah tiba di sekolah Nachya. Ia pun langsung berlari ke gerbang yang sudah hampir di tutup oleh satpam sekolah.


“Tunggu, pak. Adik saya masih ada di dalam!” teriak Boy.


“Saya sudah cek di dalam tidak ada orang, mas!” jawab Pak Satpam. “Adik Mas siapa namanya?”


“Nachya, 12 IPA 1!”


“Ooh, Neng Nachya tadi pulang bersama Pak Adit!” balas Pak Satpam.


“Oke, terima kasih banyak pak!” ucap Boy yang langsung kembali ke mobilnya.


Boy pun segera mengemudikan mobilnya pulang ke rumah. Ada perasaan sedikit bersalah dalam hati Boy yang terlambat menjemput Nachya hari ini. Sesampainya di rumah, tampak abang nya sedang menikmati minuman yang disuguhkan untuknya di teras.


Boy pun langsung turun dari mobilnya dan menemui abangnya.


“Maaf ya bang. Aku jadi ngrepotin abang!” ucap Boy yang langsung duduk di samping Adit.


“Santai saja Boy. Aku gak repot sama sekali kok antar Nachya pulang ke rumah. Mulai besok, Nachya pulang sama aku aja gak papa!” balas Adit.


“Wah, gak enak lah Bang. Masa iya Pak Guru justru mengantar muridnya pulang ke rumah!” timpal Boy.


“Gak masalah, Boy. Sebenarnya aku juga pingin lebih dekat sama Nachya. Kamu bisa bantu kan biar aku lebih dekat sama Nachya?”


Dada Boy langsung bergemuruh mendengar ucapan Adit kali ini. ‘Aku fikir Bang Adit gak naksir sama Nachya, ternyata dugaan awal aku dulu benar!’ gumam Adit dalam hati.


Rasa bimbang mulai menjalari perasaan Boy kali ini. Sikap Adit yang begitu baik terhadapnya, membuatnya tidak tahu harus berbuat apa. Ia sendiri juga mencintai Nachya, bahkan sejak dulu sebelum Adit bertemu dengan Nachya.


“Abang jatuh cinta sama Nachya?” tanya Boy memastikan dan Adit pun menganggukkan kepalanya dengan mantap.


“Aku benar-benar tertarik dengan Nachya saat pandangan pertama. Dan sejak saat itu, bayangan Nachya terus saja memenuhi kepalaku. Kau tahu Boy, baru kali ini aku seperti ini. Biasanya para wanita yang antri menyatakan cintanya kepadaku.”


Cerita abangnya kali ini membuat dada Boy seketika terasa begitu sesak.


“Aku harus bantu bagaimana ya Bang?” tanya Boy kemudian.


“Aku hanya ingin tahu informasi tentang Nachya, bisa kan?”


Boy menghela nafasnya panjang dan menganggukkan kepalanya sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum.


“Thanks berat Boy!” ucap Adit sambil menepuk bahu Boy.


“Kalo begitu aku pulang dulu ya. Jangan lupa ajak Nachya berkunjung weekend nanti!” Adit pun berpamitan kepada Boy dan menuju ke arah mobilnya.


Setelah Adit tidak terlihat, Boy segera masuk ke dalam rumah dan mencari keberadaan Nachya. Dari lantai atas, tampak Nachya yang terlihat sangat segar karena baru saja mandi. Perlahan Nachya menutup pintu kamarnya pelan dan kemudian menuruni anak tangga.

__ADS_1


“Boy, pesan dari aku kok gak dibalas!” gerutu Nachya yang memperlihatkan mimik kesalnya.


“Maaf, aku gak sempat pegang ponsel dari tadi Nach!” jawab Boy yang memang sangat disibukkan dengan beberapa pekerjaan di firma Papa Belva.


Namun, tiba-tiba terdengar suara lain yang menimpali dari arah pintu rumah yang masih terbuka.


“Iya, pesan dari aku juga gak dibalas sama Boy!” timpal Bunga.


Kedatangan Bunga kali ini membuat Nachya memutar bola matanya malas. ‘Ck, ini orang kenapa beneran dateng sih!’ gerutu Nachya dalam hati.


“Aku boleh masuk kan?” tanya Bunga yang masih berdiri di depan pintu.


“Masuk aja!” jawab Boy dingin dan langsung menaiki anak tangga.


“Kamu temenin Bunga ya!” ucap Boy pelan saat berpapasan dengan Nachya di tangga. “Aku capek mau istirahat!”


Akhirnya Nachya pun terpaksa menemani Bunga yang kini duduk di ruang tamu.


“Kak Bunga ada perlu apa?” tanya Nachya yang tampak enggan menemani Bunga.


“Oh, aku cuma mau minta nomor ponsel kamu Nachya. Biar kita tambah deket begitu.”


‘Duh, aku harus kasih nomor ponsel siapa dong?’ tanya Nachya dalam hati. Tiba-tiba ponsel Nachya bergetar dan tampak pesan masuk dari Boy.


✉️ Boy


✉️ Nachya


Ok


Nachya pun langsung mengetikkan nomor ponsel Boy di HP Bunga.


“Makasih ya Nach. Nanti malem aku telfon ya. Ada yang pingin aku obrolin sama kamu!” ucap Bunga yang sudah bersiap untuk pulang.


“Tapi aku capek banget Kak Bunga. Kebetulan PR aku juga lagi banyak!” kilah Nachya.


“Oooh gitu, mau aku bantu kerjain PRnya?” tawar Bunga.


Tawaran Bunga kali ini membuat Nachya langsung tergiur.


“Ini PR kimia kak. Kak Bunga bisa?” tanya Nachya.


“Bisa dong!” jawab Bunga dengan senang hati. Dengan membantu Nachya mengerjakan PRnya, Bunga bisa lebih dekat dengan Boy.


Namun lagi-lagi ponsel Nachya bergetar dan tampak Boy kembali mengirimi pesan untuknya.

__ADS_1


✉️ Boy


PRnya nanti kamu kerjain sama aku! Gak perlu bantuan Bunga, nanti yang ada kamu malah gak belajar karena semuanya hasil pekerjaan Bunga.


✉️ Nachya


Ya gak masalah dong! Yang penting kan selesai dan besok bisa dikumpulkan!


✉️ Boy


Aku laporin ke papa sama mama ya!


Mendapat ancaman dari Boy lewat pesan membuat Nachya langsung membuang nafasnya kasar.


“Maaf Kak Bunga! Nanti PR kimia nya mau aku kerjain bareng sama teman saja.”


“Loh, gak papa Nach. Aku bantu kamu dengan senang hati kok!” desak Bunga.


“Aku lupa kalo ini tugas kelompok! Jadi nanti harus tetap diskusi secara online!” jelas Nachya.


“Ya udah deh kalo gitu. Tapi kalo kamu ada kesulitan bilang aja ya. Gak perlu sungkan sama aku.”


“Iya Kak Bunga. Makasih banyak yaa!” timpal Nachya.


“Aku pulang dulu ya Nach. Selamat belajar!” Bunga langsung berpamitan pulang dan Nachya mengantar sampai depan pintu rumahnya.


Setelah Bunga pulang, Nachya pun dengan kesal langsung mendatangi kamar Boy untuk meluahkan protesnya. Mulai dari Boy yang seenak jidatnya memberikan nomor ponsel Nachya atas nama Boy kepada Bunga, sampai ancaman terakhir yang dilayangkan Boy di ponselnya.


“Boy! Kamu ini jadi orang ngeselin banget sih!” teriak Nachya yang langsung membuka pintu kamar Boy tanpa mengetuknya terlebih dahulu.


Langkah Nachya langsung terhenti saat melihat Boy yang baru saja melepaskan kemejanya dan kini hanya bertelanjang dada di depannya.


Nachya menelan ludahnya kasar saat Boy berbalik dan berjalan ke arahnya. Ini kedua kalinya Nachya melihat penampilan keren Boy saat tidak mengenakan bajunya.


Boy langsung menutup pintu kamarnya yang masih sedikit terbuka dan langsung mengunci tubuh Nachya di dinding.


"Kebiasaan banget ya masuk kamar orang gak pakai ketuk pintu dulu!” tegur Boy dan Nachya hanya diam karena suaranya tercekat.


“Kenapa? Kamu dateng mau protes?” tanya Boy dan Nachya hanya menganggukkan kepalanya.


“Tunggu aku selesai mandi, baru nanti protes ke aku sesuka hati kamu!” balas Boy yang langsung meninggalkan Nachya yang  masih terpaku di dinding kamar Boy.


Nachya langsung menepuk dahinya kesal saat Boy sudah masuk ke dalam kamar mandi.


“Aduh, kenapa aku selalu ceroboh kayak gini sih?” gerutu Nachya yang langsung kembali ke kamarnya.

__ADS_1


💕💕💕


Yuuk, tinggalkan jejak kalian semua yaaa. Like dan komentar kalian adalah semangat Author 😍😍😍


__ADS_2