Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar
Do Homework


__ADS_3

Nachya langsung membuka tasnya dan mengeluarkan PR kimia yang akan ia kerjakan sambil menunggu Boy selesai mandi. Satu per satu soal kimia yang ada di depannya pun mulai terisi jawaban yang murni dari usahanya sendiri.


Saking asyiknya, Nachya sampai tidak sadar jika Boy sedari tadi sudah berdiri di belakangnya memperhatikan Nachya mengerjakan PRnya. Sampai di soal terakhir, Nachya tampak sedikit kesulitan mengerjakan soal tentang Koligatif Larutan.


“Ck, yang ini bagaimana ya caranya?” gumam Nachya pelan.


Melihat Nachya kesulitan, tangan Boy pun langsung memegang tangan Nachya yang masih memegang pulpen dan menuliskan cara penyelesaian soal terakhir Nachya.


Deg!


Deg!


Deg!


Jantung Nachya langsung bertalu-talu mendapati Boy yang kini sangat dekat dengannya. Awalnya Nachya sangat terkejut mendapti Boy yang tiba-tiba ada di dekatnya. Namun mulutnya tidak bisa berkata apa-apa karena debaran di dadanya membuatnya mulai terasa sesak.


“ Sebelum kamu menjawab soal ini, kamu perlu paham kalo soal yang satu ini sedikit berbeda karena kita enggak mencari Moralitas seperti biasanya.” 


“Karena soal ini berhubungan dengan persen masa dan densitas. Maka rumus yang digunakan adalah bla bla bla.”


Nachya bukannya memperhatikan Boy yang sedang menjelaskan cara penyelesaian soal terakhirnya, namun justru terpaku memandangi wajah Boy yang kini begitu dekat dengannya. Bahkan jika Nachya bergerak sedikit saja, sudah dipastikan jika bibirnya pasti akan mendarat sempurna di pipi Boy.


“Inget ya, volume larutan harus dalam liter kalo kamu ngegunain mol. Kalo kamu menggunakan mili liter artinya pasangannya adalah milimol!” jelas Boy panjang lebar.


“Gimana, kamu sudah paham kan?” tanya Boy sambil memandangi Nachya.


Kini kedua netra mereka saling bertemu dan saling menyampaikan perasaan yang masing-masing ada dalam hati mereka. Perlahan Nachya memejamkan matanya saat Boy mulai mendekatkan wajahnya ke arahnya. Namun, Nachya pun tiba-tiba tersadar dan kembali membuka matanya.


“Ngapain merem-merem, Nach?” tanya Boy sambil mengerutkan dahinya.


“Kamu nungguin aku cium?”

__ADS_1


Pertanyaan Boy kali ini membuat tangan Nachya langsung mendorong tubuh Boy untuk menjauh darinya.


“Diih, amit-amit deh ya dicium gorila kek kamu! Ogah banget!” balas Nachya sambil kembali memperhatikan ke arah kertas soalnya yang baru saja dikerjakan oleh Boy.


“Yakin gak mau?!” tanya Boy sambil memegang dagu Nachya dan menghadapkan wajah Nachya ke arahnya.


Hati Nachya kembali berdesir mendapati sikap Boy yang seperti ini. Terlebih saat ini pesona Boy benar benar membuat hatinya jungkir balik kelimpungan. Bohong jika Nachya tidak mau, jauh dalam lubuk hatinya justru sangat ingin mencoba hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.


Ciuman!


Satu kata keramat yang sangat mustahil Nachya dapatkan karena peraturan ketat dari papa dan juga mamanya. Nachya hanya bisa mendengarkan cerita Ruby dan beberapa teman perempuannya yang pernah berciuman dengan laki-laki. Cerita dari bagaimana awal mulanya yang membuat teman Nachya berciuman hingga berujung dengan adegan saling gigit dan memagut, semua terekam jelas dalam benak Nachya.


Ingat, hanya cerita saja. Bahkan Nachya belum pernah melihat sekali pun apa lagi merasakan.


“Aku juga gak napsu sih sama cewek jadi-jadian kayak kamu, Nach!” tukas Boy lagi membuyarkan lamunan Nachya.


‘Sialan banget sih Boy ini! Dasar Gorila!’ umpat Nachya dalam hati yang sedikit kecewa saat mendapati Boy ternyata hanya mempermainkannya.


Perlahan Boy melangkah mundur melihat amukan Nachya yang tidak terima dibilang cewek jadi-jadian oleh Boy. Dan Nachya semakin mendekat ke arah Boy dengan wajah kesalnya.


“Mata kamu rabun ya, cewek secantik aku kamu bilang cewek jadi-jadian, hah?!” tanya Nachya yang terus membuat Boy terpojok.


“Cantik apanya? Orang kayak kuntilanak gini!” balas Boy membuat Nachya semakin geram.


“Oooh, jadi aku gak cantik yaa?”


“Terus cewek kayak mana yang menurut kamu cantik, hah?!”


Tangan Nachya langsung meraih kemoceng yang tertempel di dinding dan siap memukulkan ke arah Boy. Melihat Nachya yang sudah mulai bertindak anarkis terhadapnya, Boy pun langsung menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


“Oke, oke. Aku tadi hanya bercanda, Nachya.”

__ADS_1


“Aku gak serius! Beneran! Cuma kamu yang paling cantik di mata aku!” balas Boy dengan nada ketakutan yang sengaja ia buat-buat.


“BOHONG!” gertak Nachya yang siap memukulkan kemocengnya ke tangan Boy.


“Aku gak bohong princess Nachya ku sayang!” tukas Boy yang seketika membuat hati Nachya lumer dan tangannya tiba-tiba terasa begitu kaku.


“Cuma kamu satu satunya wanita yang paling cantik di dunia!” ucap Boy mengulangi lagi kalimatnya membuat kemoceng yang ada di tangan Nachya tiba-tiba terjatuh begitu saja.


Melihat ada celah untuk melarikan diri, Boy pun langsung menjauh dari Nachya dan berlari keluar dari kamar Nachya.


“Tapi paling cantik di dunia hantu yaa!” teriak Boy.


Kalimat terakhir Boy membuat kedua tangan Nachya mengepal geram.


“Dasar Gorila Hutan sialan!”


“Awas yaaa!” Nachya langsung mengejar Boy yang sudah berlari menuruni anak tangga.


☘️☘️☘️


Nantikan pertempuran seru antara Gorila VS Kuntilanak yaaa.


Sambil menunggu update selanjutnya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku. Dijamin ceritanya menarik dan seru banget.


Judul Novel : Chasing My Wife's Lost Love


Author : Chacha Shyla



💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2