
Boy memalingkan wajahnya yang sudah memerah, namun kemudian secepat kilat Boy mendaratkan kecupannya di pipi kanan Nachya.
Cup!
Kecupan gemas dari Boy mendarat sempurna membuat Nachya seketika membeliakkan matanya.
“Iiih Boy!” gerutu Nachya sambil mengusap bekas kecupan Boy yang sebenarnya membuat hatinya meloncat gembira.
“Kenapa? Mau lagi?” tanya Boy dengan tatapan nakalnya.
“Itu first kiss aku tauk!” balas Nachya kesal.
Lagi-lagi Boy terkekeh mendengar penuturan Nachya barusan. Perlahan jarinya langsung terulur mengusap bibir Nachya dengan sangat lembut.
“Kalo first kiss itu di sini Nachya!” jelas Boy membuat Nachya sedikit meremang dengan usapan tangan Boy.
“Dan inget pesan aku, jangan perbolehkan siapa pun mencuri first kiss kamu!” tegas Boy. ‘Kecuali aku!’ lanjutnya dalam hati.
“Kecuali saat kamu sudah menentukan pilihanmu pada seorang laki-laki yang kamu cinta dan kamu sudah menikah!”
Nachya langsung menganggukkan kepalanya dan menyingkirkan tangan Boy yang masih mengusap bibirnya.
“Good girl!” puji Boy lagi sambil mengusap kepala Nachya.
‘Boy, perhatian kamu yang kayak gini itu bikin perasaan aku makin meleleh!’ gumam Nachya dalam hati sambil memeluk lengan Boy dengan erat dan menyandarkan kepalanya.
‘Mamaa, papaa, aku boleh kan jatuh cinta sama Boy?!’ tanya Nachya dalam hati sambil menikmati filmnya bersama Boy.
Sedangkan Boy pun menikmati sikap manja Nachya terhadapnya. Meski ia belum tahu bagaimana perasaan Nachya sesungguhnya dan ia pun belum mengutarakan perasaannya. Boy merasa mungkin lebih baik mereka terus dekat seperti ini.
Karena menurut Boy, cinta akan datang jika mereka sudah terbiasa bersama. Jika kali ini Nachya belum mencintainya, suatu saat nanti Nachya pasti akan membalas perasaannya.
♦️♦️♦️
Keesokan harinya, Nachya yang sudah selesai sarapan langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya dan siap menunggu Boy yang masih di garasi. Namun, ia langsung mengerutkan dahinya saat Boy keluar dari garasi dengan motor sportnya, bukan dengan mobil milik Nachya.
“Kok naik motor?” tanya Nachya sambil mengenakan helm yang disodorkan oleh Boy.
“Biar gak macet, Nach.”
“Oke deh!” jawab Nachya pasrah yang langsung naik ke atas motor Boy dan melingkarkan tangannya di pinggang Boy.
Senyum Boy langsung mengembang sambil menjalankan motornya. Sepanjang perjalanan menuju ke sekolah Nachya, Boy terus saja mencuri pandang ke arah Nachya lewat kaca spionnya.
“Ponselnya sampai sekolah dimatikan saja, Nach! Diaktifkan saat mendekati jam pulang sekolah!” pesan Boy yang dijawab dengan deheman Nachya yang menyandarkan kepalanya di punggung Boy.
“Nanti aku kasih kabar bisa jemput atau enggak. Kalo memang gak bisa jemput, nanti aku pesankan taksi online dari firma!”
__ADS_1
“Hemm!” lagi-lagi Nachya menjawab pesan Boy dengan dehemannya.
“Inget! Jangan mau diantar sama bang Adit lagi!” pesan Boy lagi yang terdengar begitu bising di telinga Nachya.
Nachya membuang nafasnya kasar dan mengendurkan pegangannya di pinggang Boy sambil mengetuk helm Boy sedikit kencang.
“Iya bawel!”
“Lama-lama kamu ini cerewetnya ngalahin Mama Ecca!”celetuk Nachya.
“Abisnya kamu ini kalo gak dikasih tahu berulang kali jadi bandel, Nach!” balas Boy yang sudah memasuki gerbang sekolah Nachya.
“Enak aja!” balas Nachya yang sudah siap turun dari motor Boy.
Setelah turun dari motor Boy, Nachya pun langsung melambaikan tangannya ke arah Boy dan Boy pun bergegas menuju firma.
Perjalanan dari sekolah Nachya ke firma cukup memakan waktu karena jaraknya cukup jauh. Tiga puluh menit kemudian, Boy pun sampai di firma bersamaan dengan papa dan mamanya yang baru sampai juga.
“Nachya gak mau ya bawa mobilnya sendiri?” tanya papa Belva sambil menepuk bahu Boy.
“Dia gak mau keluar uang buat beli bensin pa. Gak papa kok biar Boy yang antar jemput. Biar aman!” balas Boy.
“Ya udah, nanti kalau suatu saat memang Boy gak sempat, biar mama yang jemput Nachya!” timpal Mama Ecca membuat Boy seketika merasa lega.
Kemarin Boy menerima tip besar dari seseorang yang berhasil rujuk kembali dengan istrinya berkat mediasi lewat Boy.
Hari ini, Boy diminta papanya untuk meleraikan beberapa permasalahan sengketa tanah sebelum terdaftar dalam penyelesaian jalur hukum.
Keberhasilan pertama Boy kemarin membuat Belva bangga dan yakin jika Boy bisa menjadi penerusnya kelak.
“Boy, jika masalah sengketa kali ini belum juga selesai. Mau tidak mau akhir pekan kamu gak bisa libur loh!” tukas papa Belva.
“Duh, tapi aku sudah ada janji sama Bang Adit!” balas Boy mengingat besok ia akan bertemu dengan ayah kandungnya dan mengajak Nachya ikut serta.
“Berarti kasus ini harus bisa selesai hari ini ya!” lanjut papa Belva dan Boy pun langsung menganggukkan kepalanya.
💕💕💕
Seharian Nachya memang tidak mengaktifkan ponselnya dan baru mengaktifkannya saat sekolah hampir usai seperti pesan Boy.
Namun, saat ponselnya sudah mulai aktif, Nachya menerima pesan dari Pak Adit jika sore ini ia harus mengikuti kursus math untuk yang kedua kalinya.
✉️ Pak Adit
Nachya, setelah pulang sekolah langsung ke ruangan saya ya. Hari ini kita kursus math untuk yang ke dua.
✉️ Nachya
__ADS_1
Oke pak!
Setelah menjawab pesan dari Pak Adit, Nachya pun langsung memforward pesan guru mathnya itu ke nomor ponsel Boy. Dan kemudian menjelaskan jika hari ini ia pulang lebih sore dari biasanya.
✉️ Boy
Oke, nanti aku jemput ya.
✉️ Nachya
Yuhuu 👌
Nachya pun menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas dan menepuk bahu Ruby yang sedang mengemasi buku pelajarannya.
“Ruby, kamu mau ikutan les gratis gak bareng aku?” tawar Nachya.
“Les math ya?” tanya Ruby balik yang langsung diangguki oleh Nachya.
Ruby pun diam sejenak sebelum menjawab tawaran dari Nachya. “Sebenarnya aku malas sih. Cuma aku itu masih penasaran banget!” timpal Ruby.
“Penasaran apa?”
“Aku cuma pingin memastikan dugaan aku itu benar atau salah. Jadi aku ikutan deh les math gratis sama kamu!” jawab Ruby antusias yang masih sangat menggebu gebu untuk memastikan dengan Nachya jika dugaannya itu benar.
“Les math gratis?” tanya Arini yang tanpa sengaja mendengar ucapan Ruby barusan. “Aku ikutan juga dong!”
“Wah, kalo lesnya bareng sama Pak Adit, aku juga mau gabung deh!” tukas teman perempuan Nachya yang lainnya.
Akhirnya hampir semua teman perempuan Nachya pun ikut les math gratis bersama Nachya dan Pak Adit sore ini.
Dengan semangat 45, Nachya pun segera menuju ke ruangan Pak Adit untuk memberitahukan gurunya jika teman-teman Nachya banyak yang akan ikut les kali ini.
“Apa?! Yang mau ikut les ada 12 anak?” tanya Pak Adit dengan nada yang sangat terkejut saat mendengar informasi dari Nachya.
“Iya pak! Semuanya sudah tunggu bapak di kelas!” balas Nachya lagi.
“Ooooh, iya iya. Saya setelah ini langsung menuju ke kelas ya Nachya...” timpal Pak Adit.
Nachya pun langsung kembali ke kelasnya, sedangkan Pak Adit langsung bersandar di pintu ruangannya sambil mengelus dada.
‘Huuuh! Maksudnya cuma kamu saja Nachya yang mau saya kasih privat sore ini!’ gerutu Pak Adit dalam hati.
‘Ini kenapa malah jadi rame-rame sih?!’ batinnya lagi.
Dengan langkah gontai, Pak Adit pun langsung mengambil beberapa soal yang sudah ia persiapkan dan siap untuk menuju ke kelas Nachya.
💕💕💕
__ADS_1