
Sesampainya di asrama, Nachya pun langsung mengirimkan pesan singkat kepada Boy.
✉️ Nachya
Aku baru aja pulang dari Westfield London dan melihat laki-laki yang sangat mirip denganmu, Boy. Aku rasa mataku juga tidak ada masalah apa-apa. Apa mungkin karena aku terlalu rindu ya?
Pesan dari Nachya membuat Boy merekahkan senyumannya lebar. Dengan cepat ia pun membalas pesan singkat dari kekasihnya itu.
✉️ Boy
Bisa jadi seperti itu, sayang. Aku juga terkadang melihat perempuan yang sangat mirip denganmu karena sangat merindukanmu.
✉️ Nachya
Mana mungkin ada perempuan lain yang mirip denganku! Awas aja kalo berani macem-macem! Bisa-bisanya kamu ngeliat cewek lain kayak ngeliat aku. 😪
Boy langsung menepuk dahinya pelan membaca pesan balasan dari Nachya. ‘Memang bukan cewek lain, tapi memang beneran kamu, Nachya!’ batin Boy.
Tiba-tiba ponselnya kembali bergetar dan tampak pesan Nachya kembali terlihat di layar ponselnya.
✉️ Nachya
Jangan-jangan kamu memang lagi ada di London ya Boy? Kalo iya kenapa gak kasih kabar ke aku? Masalahnya kan gak mungkin ada 2 cowok yang sama-sama mirip. Awas aja kalo kamu ketahuan bo-ongin aku! 😡 Aku bakal tuntut kamu di depan Pak Penghulu! Coba kirim ke aku di mana posisi kamu sekarang!
Boy kini hanya bisa menelan ludahnya kasar. Belum ada satu hari di London, keberadaannya sudah terdeteksi oleh Nachya. Ia pun berpikir keras bagaimana menjawab pesan dari Nachya kali ini.
‘Ck, Nachya bener-bener gak bisa dibohongi! Duh, aku harus gimanaa dong ini?’ gumam Boy dalam hati.
Akhirnya ia pun kembali berbohong kepada Nachya untuk menyelamatkan dirinya kali ini. Meskipun ia tidak tahu bagaimana selanjutnya saat Nachya memintanya untuk mengirimkan lokasinya berada.
✉️ Boy
Sayang, aku masih perjalanan pulang dan sebentar lagi ponselku kehabisan daya. 😘
__ADS_1
✉️ Nachya
Kamu gak lagi bohong kan sama aku? Setelah ini aku bakal tanya sama semua orang firma, atau Kak Bunga. Kalo sampai terbukti kamu di London dan gak kasih kabar ke aku, aku bakal kasih hukuman berat atas kebohongan kamu kali ini. 😒
Ancaman Nachya kali ini membuat kepala Boy berdenyut nyeri. Ia lupa kalau Nachya memang paling susah untuk dibohongi.
Cepat-cepat Boy menghubungi Bunga untuk memintanya merahasiakan posisi Boy yang kini sedang di London. Sayangnya Bunga justru memberikan syarat berat yang sulit untuk Boy penuhi.
“Aku akan merahasiakan keberadaanmu di London dengan satu syarat! Dinner date setiap akhir pekan denganku, maka aku jamin rahasiamu akan tersimpan rapat!” tutur Bunga di ujung panggilan.
“Tidak akan pernah, Bunga!” tegas Boy dengan geram.
“Baiklah, penolakanmu kali ini aku anggap sebagai izin untuk memberi tahukan keberadaanmu pada Nachya!” ancam Bunga lagi yang masih berharap Boy mengabulkan permintaannya.
“Oke, akhir pekan ini kita dinner dan jaga rahasia dengan baik!” balas Boy.
“Siap tampan!”
Cepat-cepat Boy mematikan panggilannya dan kemudian menghubungi beberapa rekan kerjanya di firma.
Jika Boy menghubungi Bunga dan beberapa rekan kerjanya di firma untuk membantunya menutupi kebohongannya dari Nachya. Kini Nachya sama sekali tidak menghubungi Bunga atau bahkan rekan kerja Boy.
“Untuk apa aku menghubungi ondel-ondel itu?” gumam Nachya pelan. “Apalagi aku sama sekali tidak mempunyai nomor karyawan di firma papa satu orang pun!”
“Lebih baik aku menghubungi Ruby ajaa. Ken pasti tahu di mana posisi Boy!”
Tanpa pikir panjang, Nachya langsung menghubungi Ruby. Jika di tempatnya masih jam 3 sore, diprediksi di tempat Ruby kini sudah jam 10 malam.
Percakapannya dengan Ruby kali ini menjawab semua pertanyaan Nachya di mana Boy berada meski Nachya tidak bertanya secara langsung.
“Nachya, kamu itu sama abang kamu sama-sama keren banget loh, Nach!” tutur Ruby di ujung panggilan.
“Yang satu dapat panggilan di University College London, satunya lagi diterima di Oxford University!” lanjutnya membuat jantung Nachya seketika berdegup kencang tidak karuan.
Tapi untungnya Nachya masih bisa berpura-pura di depan Ruby jika ia memang mengetahui semua ini meski kenyataannya ia justru baru tahu.
__ADS_1
“Ya, namanya juga rezeki, Ruby sayang. Kamu juga ikutan audisi pertukaran mahasiswa dong nanti. Biar kita sama-sama ketemu di sini!” balas Nachya.
“Aku juga maunya gituh. Doain ya Nach!” balas Ruby.
Nachya yang paham jika di tempat Ruby sudah larut malam pun tidak ingin mengganggu waktu istirahat sahabatnya. Ia pun langsung mengakhiri panggilannya dengan Ruby karena informasi yang ia butuhkan juga sudah ia dapatkan.
‘Kenapa Boy berbohong denganku? Seharusnya ia langsung menemui aku saat di Mall tadi.’
‘Bahkan ia juga enggan untuk mengirim lokasinya padaku. Ck, tidak mungkin jika Boy sudah melupakan aku. Apalagi jika dia sudah punya wanita lain!’
‘Hemm, apa jangan jangan ini karena akung yang melarang Boy memberitahukan keberadaannya denganku? Buktinya Papa Belva dan Mama Ecca juga tidak memberitahukan aku tentang hal ini!’
‘Dan kemarin waktu Mama Ecca telfon, dia bilang kalo sibuk untuk mempersiapkan Boy. Berarti persiapan Boy ke London dong!’
‘Aku akan membuat perhitungan dengan mereka semuanya! Bisa-bisanya mereka berbohong denganku! Berbohong itu kan dilarang, berdosa pula. Aku sendiri dituntut untuk berkata jujur, tapi kenapa mereka justru membohongi aku?’
‘Huft, menyebalkan!’
Kesal? Tentu saja Nachya sangat kesal. Tapi ia memilih untuk diam sementara sambil membuat perhitungan.
☘️☘️☘️
Keesokan harinya, Nachya dan mahasiswa baru lainnya sudah siap untuk menjelajah di Epping forest yang nantinya akan berakhir di Pondok Perburuan Ratu Elizabeth di Chingford.
“Karena luasnya sekitar 6000 hektare, dihimbau untuk seluruh mahasiswa untuk melihat rambu-rambu yang tertempel di pohon pohon dan jangan sampai salah atau berbalik arah!” tegas pemimpin organisasi kampus.
Kali ini Nachya satu grup dengan beberapa mahasiswa yang tidak satu jurusan dengannya. Meski baru kenal Nachya sudah terlihat akrab dengan teman-temannya satu grup kali ini.
Tepat jam 7 pagi, kini seluruh mahasiswa sudah diantar menuju titik awal penjelajahan mereka di Epping Forest. Musim dingin kali ini membuat salju turun bersamaan dengan kepergian mereka.
Untungnya Nachya dan mahasiswa lainnya sudah mempersiapkan perlengkapan musim dingin mereka dengan baik.
Dean dan juga Louryn sengaja mengikuti rombongan bus mahasiswa secara diam-diam karena mereka berdua bukan salah satu dari anggota kepengurusan organisasi mahasiswa.
“Lou, Kali ini aku percayakan denganmu! Lakukan dengan baik dan jangan sampai membuat kecurigaan dengan yang lainnya!” tegas Dean kepada Lou yang kini sudah mengenakan seragam kepengurusan milik temannya yang lagi sakit.
__ADS_1
“Siap baby! Bahkan aku pastikan hanya Nachya yang akan masuk ke dalam perangkapku kali ini!” jelas Louryn yang sudah mempersiapkan segalanya secara matang.