
“Nachya!” panggil Akung dan Utinya secara bersamaan.
Nachya dengan geram melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan duduk sambil memandang Akung dan Utinya secara bergantian.
“Nachya akan mempersilakan Akung terlebih dahulu untuk menyampaikan semuanya yang Akung rencanakan untuk Nachya, apa yang sudah Akung tuduhkan terhadap Nachya, dan juga apa yang akung inginkan dari Nachya!”
Akung Mario justru terdiam dan tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun membuat Uti Aleya mulai geram melihat sikap suaminya itu.
Akhirnya Uti Aleya mulai buka suara untuk menceritakan apa yang terjadi di rumah Dean barusan tentang apa yang disampaikan oleh Dean yang sangat bertolak belakang dengan cerita Nachya beberapa hari yang lalu.
“Huft, dasar Dean memang ular berbisa yang sangat berbahaya!” gerutu Nachya selepas mendengarkan cerita Utinya.
“Jaga ucapan kamu, Nachya!” hardik Akung Mario yang tidak terima dengan penilaian Nachya terhadap Dean barusan.
“Mau bagaimana pun di adalah calon suami kamu nantinya!” tegas Akung Mario.
“Kenapa bukan Akung saja yang nikah dengan Dean?” tanya Nachya menimpali dengan santai amarah Akungnya yang terlihat begitu mengerikan
“Sepertinya akung yang lebih cinta dan sayang dengan Dean dari pada dengan cucu Akung sendiri!” lanjut Nachya membuat Akung Mario mulai naik pitam mendapati cucunya yang mulai berani membantah.
“Kamu sudah mulai berani ya melawan Akung seperti ini?! Ini yang sangat Akung tidak suka dari Boy! Dia pasti sudah pengaruhi kamu untuk menantang dan melawan akung!” gertak Akung Mario menaikkan oktaf suaranya.
Kemarahannya kini sudah sampai diubun-ubun kepalanya. Sayangnya Nachya tidak takut sedikit pun dan justru semakin berani melawan Akungnya.
Sedangkan Uti Aleya sudah mulai gusar melihat peperangan suami dan cucunya kali ini.
“Sudahlah jangan membuat suasana menjadi panas seperti ini!” lerai Uti Aleya.
“Papi harus redam amarahnya dengan Nachya, kita bisa bicarakan dengan baik-baik tanpa harus menyertakan amarah seperti ini!”
“Tidak bisa! Nachya juga tidak bisa terus menerus dimanjakan! Dia juga harus ditegur dengan tegas agar bisa berpikir lebih baik lagi!”
“Boy sama sekali tidak ada hubungannya dalam masalah ini, Akung!” bantah Nachya mematahkan tuduhan akungnya terhadap Boy.
“Nachya bukan melawan Akung, tapi Nachya hanya ingin membuka mata Akung yang selama ini tertutup dengan tipu daya Dean dan juga Opanya!”
__ADS_1
Plak!
Tangan Akung Mario mendarat cukup keras di pipi Nachya sampai meninggalkan bekas merah di pipinya.
“Papiiiiii!” pekik Uti Aleya yang langsung memeluk Nachya dan melindungi cucunya dari amarah suaminya.
“Cukup, Nachya!” pinta Uti Aleya sambil meneteskan air matanya. Jika dulu Uti Aleya pernah menyaksikan Nuna ditampar oleh Akung Mario.
Kali ini ia kembali mendapati cucu kesayangannya yang mendapat amukan suaminya. Bahkan Mama Ecca tidak pernah sedikit pun mendapat amukan suaminya seperti Nachya kali ini.
“Cukup Nachya, Uti mohon mengalah sebentar saja dari Akungmu! Uti tidak mau terjadi apa-apa denganmu!” pinta Uti Aleya dalam isak tangisnya.
“Tidak masalah, Uti. Nachya ingin tahu sampai mana titik kemarahan Akung Mario terhadap Nachya!” tantang Nachya yang semakin berani membuat darah akungnya benar-benar mendidih dibuatnya.
“Nachya!” bentak Akung Mario.
“Kenapa kau sekarang lebih buruk dari Nuna?!” lanjutnya lagi dengan tatapan tajam ke arah cucunya.
“Ternyata Akung juga lebih gila dari Budhe Nuna!” balas Nachya.
“Akung lebih tidak punya hati dan perasaan sampai Akung tega menjodohkan Nachya dengan Pria yang sudah memiliki kekasih!”
“Jangan asal tuduh, Nachya. Dean itu pria baik-baik! Dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu!” sanggah Akung Mario membuat Nachya langsung mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Dean yang sedang berciuman dengan Louryn.
“Apa ini yang akung bilang sebagai pria yang baik-baik?” tanya Nachya.
Akung Mario sangat shock melihat foto yang ditunjukkan Nachya. Kemudian Nachya kembali menarik tangannya dan membuka video rekaman percakapan antara Dean dengan Louryn di mana mereka sedang membicarakan tentang kerinduan Louryn yang sudah lama tidak disentuh oleh Dean.
Bahkan Louryn juga mengajaknya untuk menghabiskan waktu bersama di sebuah tempat tertutup. Suara Akung Mario kini langsung tercekat.
Jantungnya semakin bergemuruh tidak karuan. Amarahnya semakin berapi-api setelah mengetahui jika ia dibohongi oleh sahabatnya sendiri yang menceritakan keseharian Dean yang selalu baik baik saja.
“Terima kasih sudah mendidik Nachya dengan kekerasan Akung yang sama sekali tidak bermanfaat!”
“Nachya pikir kepergian Akung ke London benar-benar untuk menjaga Nachya dengan baik, ternyata dugaan Nachya salah besar!”
“Nachya justru hampir terjatuh dalam jurang curam yang penuh dengan bahaya yang Akung ciptakan!”
__ADS_1
“Mulai detik ini Nachya akan angkat kaki dari sini dan tidak akan pernah mengganggu kehidupan Akung dan juga Uti!”
“Nachya kecewa sama sikap Akung, Nachya sangat benci dengan Akung!”
Nachya langsung berdiri meninggalkan Akung dan Utinya yang masih sangat shock dengan apa yang baru saja mereka ketahui. Terlebih saat Nachya mengungkapkan rasa kecewa yang begitu mendalam terhadap akungnya.
Kaki Akung Mario langsung terasa begitu lemas saat mengetahui kebenaran semua ini. Sedangkan Uti Aleya pun langsung mengejar langkah Nachya untuk membujuk cucunya untuk tidak pergi.
“Nachya sayang, jangan gegabah untuk meninggalkan rumah seperti ini! Uti yakin Akungmu kini sadar jika cucunya lah yang benar. Dia juga pasti akan sangat menyesal atas apa yang ia perbuat tadi!” bujuk Uti Aleya dalam isak tangisnya.
Terlebih saat tiba di kamar Nachya dan melihat semua barang cucunya sudah dikemas rapi di dalam koper dan siap untuk di bawa pergi.
“Maafkan Nachya, Uti. Nachya bukan cucu yang penurut lagi sekarang!” ucap Nachya yang sama sekali tidak mengeluarkan air matanya sedikit pun.
“Nachya harus pergi dari sini. Sebentar lagi teman Nachya juga akan datang jemput Nachya dan membantu Nachya membawa barang-barang!” jelas Nachya membuat tangisan utinya terdengar semakin meraung-raung tidak rela cucunya pergi.
“Uti mohon, jangan pergi sayang!” Kini Utinya bersimpuh di kaki Nachya memohon dengan isak tangisnya agar Nachya tidak pergi.
Cepat-cepat Nachya memeluk utinya dengan sangat erat sambil mengusap punggungnya untuk meredakan tangisan Utinya.
“Kalau memang Uti sayang sama Nachya, tolong izinkan Nachya pergi dari sini, Uti! Nachya Mohon!” pinta Nachya membuat Utinya semakin terisak dalam tangisnya.
“Uti sayang sama Nachya, Uti Mohon jangan pergi sayaaaang!” pinta Utinya yang terdengar begitu merintih pilu.
“Buktikan jika memang Uti benar-benar sayang sama Nachya dengan mengizinkan Nachya pergi!”
Uti Aleya kini tidak mampu berkata apa apa lagi. Mendengar Nachya kini sangat membenci akungnya saja membuatnya sangat rapuh, terlebih jika nantinya Nachya benar-benar membencinya. Akhirnya mau tidak mau ia harus merelakan cucunya pergi dari rumah.
Dari depan gerbang terdengar suara klakson mobil teman Nachya, dan Nachya pun langsung menyalami Utinya dan mencium pipi Uti Aleya bergantian.
“Nachya pamit ya Uti.”
“Terima kasih sudah begitu menyayangi Nachya sepenuh hati Uti. Maafkan Nachya karena belum bisa menjadi cucu yang baik untuk Uti!”
Nachya langsung mendorong kopernya dan menggendong boneka besar pemberian Boy. Sedangkan Uti Aleya benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain merelakan cucunya pergi.
Sedangkan Akung Mario kini sudah kembali lagi berada di rumah Dean dan Opa Krish untuk menanyakan semua kebenaran yang baru saja terkuak dari Nachya.
__ADS_1
Kini Akung Mario hanya bisa menyesal menelan pil kekecewaan saat mengetahui jika Dean memang sempat memiliki hubungan dengan Louryn dan baru saja putus sekitar 2 minggu yang lalu.