HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
#HSBM Season 2 Ini Belum Apa Apa


__ADS_3

Yunita merapikan pekerjaannya dan menyusun semua berkas itu di meja kerja suaminnya kemudian kembali duduk untuk melanjutkan misinya.


Yunita memulai mempelajari bagaimana cara berjualan online. Niar tak bohong, dia mulai mengirim nomer nomer suplayer yang bisa dia percayai.


Senyuman mengebang dibibir Yunita. Baru juga memulai sudah dapet pesanan tiga buah gamis dan dua buah mukena. Tak lupa Yunita berucap syukur pada Tuhannya yang langsung menjawab doa doanya. Keinginan Yunita begitu kuat untuk membayar hutang dunianya dan dia percaya pasti Tuhan akan memberikan jalan untuknya.


Yunita pun langsung mengecek stok pada suplayer ya bekerja sama dengannya. Yunita mengerjakan itu sesuai arahan sahabatnya si Niar. Alhasil rejeki emang ga pernah salah rumah. Transaksi pun berhasil dan yes Yunita bangga dengan penghasilan pertamanya sebagai penjual online.


Kabar gembira ini Yunita sampaikan kepada Niar sahabatnya, Niar pun terdengar bahagia dan semakin antusias menyemangati sahabatnya. Diakhir pembicaraan mereka Niar berkata.


"Selamat berjuang Rohmah, Insya Allah rejekimu sebarokah namamu. Mari maju bareng," ucap Niar, Yunita pun mengamini doa sahabatnya. Ini sunggih mengharukan.


Satu jam kemudian....


Yunita masih asik membalas pesan pesan dari para calon costomer nya. Dunia per-online-nan ini sungguh mengasikkan ternyata. Yunita tersenyum mana kala ada yang tanya tanya terus tapi ga jadi beli. Ahhh...Yunita kamu harus terbiasa dengan ini.


Yunita tak menyadari bahwa suami galaknya sudah ada didepanya dari tadi. Memperhatikan setiap apa yang dia lakukan. Dari tertawa, berucap syukur tak jarang dia juga mengeluarkan kata umpatan gemasnya saat ada yang lucu. Astaga Yunita siap siap saja kamu di omelin sama pria galak yang ada di depanmu ini.


"Eheemm...:" Robet berdehem, tentu saja Yunita kaget dan mengangkat kepalanya.


"Eh, Bapak...maaf Pak!" ucap Yunita. Kemudian dia pun berdiri.


"Duduk, ngapain kamu berdiri?" perinta Robet jutek. Yunita pun kembali duduk. Yunita mengantongi ponselnya kembali.


Robet menatap tajam ke arah Yunita. Yunita mencoba bersikap tenang, agar tak salah tingkah.


"Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu tersenyum dan sering mengumpat. Apakah kamu terbiasa mengumpat!" hardik Robet kesal. Kenapa pula pria galak ini hah, salah lagi kah aku ucap Yunita bertanya pada batinnya.


"Ya namanya ketua gangster Pak, ya pergaulanya ama preman. Harap dimaklumi," jawab Yunita pelan. Robet mendengar jelas jawaban itu, membuat darahnya kembali naik.


"Dasar wanita tak tahu aturan. Sekarang kamu tu udah jadi istri, apa yang kamu lakukan, apa yang kamu bicarakan akulah yang menanggung dosamu. Jadi berhati hatilah, ubah kebiasaan burukmu itu," ucap Robet tenang, tatapan matanya berubah menjadi teduh. Tapi Yunita tak mau tertipu dia tak akan mengambil hati tatapan itu.


"Bapak tenang saja, malaikat pencatat amal baik buruk kita tahu kok kalau pernikahan itu batal secara lahir batin. Jadi dosa itu kita tanggung masing masing," jawab Yunita kesal. Ada pula yang diatur umpatnya dalam hati, habis ini apa lagi Tuhan.


Robet diam, dia hanya menatap tajam kearah Yunita yang mulai marah padanya.


"Aahhh....whatever lah, nanti sampai rumah pindahkan semua barang barangmu kekamar dekat garasi. Aku ga mau kamu pakek kamar putriku(Vero)," ucap Robet geram.

__ADS_1


"Siap Pak siap...ada lagi perintah?" jawab Yunita mulai berani.


Kayak gitu kok ngomongin hubungan suami istri, cih...dasar pria labil emak sama anak sama aja gendengnya umpat Yunita lagi. Seriusan dah kalau aku ga ada hutang sebanyak itu udah pasti aku kabur dan menikmati hidup indahku bersama gangsterku. Berburu para penjahat yang nyata lebih menyenangkan dibanding penjahat tak kasat macam kamu dan emakmu. Yunita makin gemas dengan keadaanya. Yunita melirik kesal ke arah pria yang mampu membuatnya emosi tingkat dewa ini.


Yunita memutuskan menghindar dia pun keluar ruangan Robet tanpa pamit. Yunita kesal dengan yang terjadi padanya hari ini, mood nya hancur. Perasaannya ingin menendang dan menjabak pria bodoh itu. Sangking tak fokusnya Yunita sampai menabrak seseorang.


"Ehh...maaf," ucap Yunita sambil mengelus lenganya.


"Tidak masalah," jawab Pria itu dengan senyuman manisnya.


"Ruangan GM disini mana ya?" tanya pria berpakaian rapi itu.


"Lurus aja Pak, lalu belok kiri itu ruangan beliau," jawab Yunita.


"Oke, terima kasih!" jawab pria itu sambil tersenyum lagi. Yunita juga memberikan senyuman manisnya kemudian dia membungkukkan tubuhnya dan berlalu.


Disisi lain pria yang Yunita tabrak tadi juga berlalu menuju ruangan sahabatnya.


***


Di tempatnya Robet membuka CCTV yang terpasang di ruanganya. Dia hanya ingin tahu apa yang dilakukan Yunita saat dia meninggalkanya untuk rapat tadi.


Tok tok tok....


"Masuk!" suruh Robet, seseorang itu pun langsung membuka pintu itu. Robet mendongkakkan kepalanya dan melihat ke arah pintu.


"Bro...," sapa Robet dengan senyuman khasnya. Pria berpakaian rapi itu pun membalas sapaannya.


"Hay brother, apa kabar!" sapa Sean yang merupakan sepupu almarhum Karla, mantan istri Robet.


"Baik bro, you gimana, udah dapet gebetan belum?" tanya Robet bercanda. Sean hanya tersenyum.


"Ahhh...mikirin cewek bisa pusing nanti," jawab Sean sambil duduk di sofa di ruangan Robet tanpa disuruh.


"Ingat tu umur, udah tua masih betah aja ngejomblo," ucap Robet lagi.


"Biar aja, mending jomblo sekarang dari pada duda nanti wkwkwkwk," jawab Sean sambil tertawa lepas. Robet hanya tersenyum.

__ADS_1


"Jangan tersinggung Bang, gue hanya bercanda. Oia Bang gue kesini mau sewa taman belakang hotel buat pemotretan!" ucap Sean, Sean tertarik dengan lokasi itu karena dinilainya sangat indah dan cocok untuk menjadi backgroud majalah barunya. Ya Sean adalah bos butik terkenal di Singapura dan Indonesia. Butiknya banyak menyediakan gaun pengantin dan gaun gaun malam.


"Boleh tak masalah, kapan mau dipakai. Takutnya nanti bentrok sama yang lain," ucap Robet memberi signal izin pada Sean.


"Kayaknya sabtu ini bang, semua kru dan modelnya bisanya sabtu. Sekarang background outdoor lebih diminati penikmat majalah Bang," ucap Sean kembali cekikikan.


"Boleh lah boleh lah, asal royaltynya cocok hahahaha," balas Robet. Mereka pun melanjutkan pembicaraan bisnis mereka hingga malam tiba, Sean pun berpamitan. Sedangkan Robet pun sama mereka memutuskan keluar hotel itu bersamaan.


"you bawa mobil ga tadi?" tanya Robet.


"Enggak Bang, mobil masuk bengkel. Sopir lagi dipakek mama, biasalah emak emak arisan apa lagi," jawab Sean kembali tertawa.


"Ya udah ikut Abang aja, Abang anter," tawar Robet.


"Ga papa bang?" tanya Sean memastikan.


"Iya ayok," ajak Robet. Mereka pun melangkah memuju lobi di mana Yunita sudah stanbay menunggu mereka.


Robet membukakan pintu untuk Sean, Sean pun masuk kemobil milik Robet. Mata Sean terpana saat melihat siapa yang ada di belakang kemudi.


Sean tersenyum begitu pun Yunita, dia menunduk hormat pada teman bosnya.


"Bang, Abang ga salah pekek sopir cewek!" canda Sean.


"Emang kenapa kalau cewek?" tanya Robet curiga pada Sean.


"Enggak kenapa napa sih, tapi gue salut ama elo bang. Pinter bener cari sopir," canda Sean.


"Emang kenapa dengan sopir Abang, ada yang salah?" tanya Robet lagi, jujur aja Robet mulai ga suka jika ada yang memperhatikan miliknya.


"Enggak Bang, sopir Abang kelewat cantik. Mbak kamu digaji berapa ha, ikut aku aja mbak. Nanti gaji mbak aku naikin dua kali lipat dah," canda Sean lagi, kembali dia tertawa. Yunita hanya diam dan terus berkonsentrasi dengan jalanan yang ada di depanya.


"Diem lo kampret, jangan rebut pekerja gue lo. Cari sendiri sono," balas Robet kesal.


"Dih, mentang mentang sopirnya cakep. Dikekepin sendiri hahaha," balas Sean. Robet tak membalas candaan mantan adek iparnya. Perasaanya tak terima jika ada yang memperhatikan miliknya. Entah dia cemburu atau tak rela. Yang jelas dia ga suka.


Bersambung..

__ADS_1


CA:" Jangan lupa like dan komennya ya gengs, parti sipasi kalian jadi suport terbaik buat saya, olis jangan jadi silent readers ya🤗😘😘😘."


__ADS_2