
CA:"Plis, jangan jadi silent readers ya gengs, ditunggu like n komenya😘. Happy reading😍🤗."
......
Diam diam Ibunda Robet tidak menyetujui pernikahan ini. Banyak alasanya jika dijabarkan. Disamping Yunita bukan anak orang berada, Yunita juga tidak termasuk dalam kriterianya. Ditambah lagi dengan masa lalu Yunita yang buruk menurutnya.
Acara akad nikah sudah selesai, mulai hari ini dan seterusnya berarti Yunita telah sah menjadi istri Robet Mahardika.
Senyum merekah di antara keduanya, semua sahabatnya datang di acara penting itu. Deka dan Arti juga nampak hadir. Si ratu drama dan suami chefnya juga nampak bersemangat memberikan doa untuk sahabat mereka.
"Pelan pelan bro buka segelnya," bisik Yudha kala memeluk sahabatnya.
"Anj!r lo kampret," jawab Robet. Mereka pun tertawa bersama. Arumi sangat paham dengan pembahasan dua sahabat yang dinilainya rusuh itu.
"Deren minta maaf, doi ga bisa ninggalin pekerjaanya. Tim kesatuanya ga bisa ditinggal," ucap Yudha.
"Iya, semalem dia udah bilang ama gue, astaga sampai kapan dia bakalan kerja terus heh," canda Robet.
"Sepertinya doi lagi jatuh cinta bro hahaha," balas Yudha.
"Serius!" ucap Robet semangat, jujur kabar ini sangat mengejutkan buat Robet. Dia kenal betul siapa Deren. Pria anti wanita itu bisa jatuh cinta. Oh my god ini kabar yang sangat amazing baginya.
"Ini sangat amazing bro. Mantap lah, ahirnya saudara kita bakalan punya rumah (maksudnya rumah untuk titik titiknya hehe)," canda Robet lagi.
"Semoga bro, kita doakan aja dan kalau bisa disegerakan. Biar dia berhenti dari pekerjaan yang selalu bisa merenggut nyawanya kapanpun dan dimanapun," balas Yudha resah. Tak dipungkiri bahwa Yudha juga sangat menyayangi Deren. Bagaimana pun Deren dan dirinya dibesarkan bersama walau tidak ada ikatan darah diantara mereka.
__ADS_1
Dari semua tamu undangan yang datang, terlihat jelas disana bahwa orang tua Robet sangat tidak menyukai ini. Terlihat jelas mereka sangat jengah berada dirumah sederhana milik orang tua Yunita.
"Bet...kamu baik baik ya mami sama papi pulang dulu," ucap Marta, maminya Robet.
"Iya mi, mau balik ke hotel apa langsung ke Jakarta mi?" tanya Robet.
"Kayaknya hotel dulu deh, pesawatnya besok pagi. Kamu kapan balik Jakarta?" tanya Martha lagi.
"Habis acara makan makan di resto Yudha ya mi," jawab Robet.
"Hemmm, yang penting jangan lama lama. Ingat, Papimu kan udah umur mami ga mau kasih papimu kerja terus. Ingat kita ni orang terpandang orang mampu, orang berpendidikan jadi harus kerja keras, jangan maunya enak aja numpang hidup sama orang. Mengerti Robet!" sindir Marta sambil menatap ketus kearah menantunya. Yunita sangat paham jika mertuanya tak suka padanya. Terdengar jelas bahwa ucapan itu ditujukan padanya.
"Iya mi, selesai urusan di sini nanti Robet pulang," jawab Robet pelan. Robet sedikit tak peka soal ini. Dia menilai sangat mengenal dengan baik ibunya. Itu sebabnya dia menganggap semua ini baik baik saja.
Acara makan makan pun di mulai, hidangan sederhana yang Robet pesan dari resto Yudha sangat memuaskan. Semua habis tak bersisa. Resep masakan di resto Yudha rupanya sangat cocok dengan lidah para undangan.
"Terimakasih banyak doanya bro," jawab Robet. Kemudian mereka pun berpelukan.
Rumah Yunita sudah sepi kembali. Para undangan sudah meninggalkan tempat. Yunita dan Robet juga sudah masuk ke kamar untuk mengganti pakaian mereka.
Rupanya Robet tak mau menunggu waktu lagi, dia pun langsung memeluk mesra istrinya.
"Tidak sekarang ya sayang, Nita mesti bantuin Mala bersihin rumah. Kasihan dia sendirian kerja," ucap Yunita sambil menahan serangan arogan Robet.
"Sebentar saja sayang, dosa loh nolak," bujuk Robet sambil terus mencium dan mengecup leher jenjang istrinya. Yunita malah tertawa geli dengan serangan lucu suaminya. Robet mengehentikan seranganya dia pun menatap Yunita dengan senyuman menggemaskan.
__ADS_1
"Loh kok ketawa?" tanya Robet.
"Habis Mas lucu, dibilang ntar malem aja mainnya," jawab Yunita tangannya masih setia melingkar di leher suaminya.
"Aaahhh...kamu menyiksiksaku honey," ucap Robet memelas. Yunita hanya tersenyum melihat suaminya memelas. Dia terlihat sangat menggemaskan.
Yunita tau ini adalah tugasnya, kewajibanya. Bukan Yunita ga mau tapi Yunita hanya meminta sedikit waktu untuk ini. Dia bukan anak orang ada, di mana di dalam rumahnya terdapat orang orang yang bisa mengerjakan pekerjaan rumahnya. Semua harus dia kerjakam sendiri.
Yunita memberikan kecupan di bibir indah Robet, agar Robet mau mengerti keadaanya. Robet langsung membuka mulutnya dan menyambut kecupan manis sang istri dan membalasnya dengan pangutan yang menggairakan.
Astaga bagaimana ini, batin Yunita. Disisi lain dia harus membatu adeknya bebenah di sisi lain suaminya menginginkanya.
Yunita pun membiarakan suaminya melakukan keinginanya. Yunita menunggu sampai dimana akang Obet ini beraksi.
Robet meghentikan serangannya kala ada yang mengetuk pintu.
"Iya sebentar," jawab Yunita.
"Sebentar ya suamiku," ucap Yunita pada suaminya. Robet mengangguk dan melepaskan pelukannya. Yunita melangkah membuka pintu kamarnya.
"Iya dek, ada apa?" tanya Yunita.
"Itu mbak, ada...!" ucap Mala terbata bata.
"Ada siapa?" tanya Yunita. Yunita pun melongokkan kepalanya keluar pintu kamar. Beratapa terkejutnya dia saat melihat siapa yang datang!.
__ADS_1
Bersambung.....