HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
#HSBM Season 2 Terpuruk


__ADS_3

Apa yang Robet alami saat ini merupakan fase terberat dalam hidupnya. Bagaimana tidak dia harus berpisah dengan sang istri atas kebodohanya, sang kakak ipar kekeh tak mengizinkanya bertemu dengan istrinya. Disatu sisi mami yang sangat dia sayangi harus mendekam di dalam penjara. Ditambah papi Giral harus meregang saat mengetahui ketidakjujuran istrinya. Ya ... setelah mendapat kabar mengejutkan itu papi Giral mengalami serangan jantung, sayangnya beliau sudah dinyatakan meninggal saat berada di dalam perjalanan menuju rumah sakit.


Kopri terus mendampingi Robet saat mengantar jenazah papi Giral ketempat peristirahatannya yang terakhir. Tak terkecuali di sana juga ada Deren dan Yudha serta Arumi yang baru saja mendarat dan langsung menyusul mereka ke pemakaman.


Deka dan Arti tak bisa datang karena saat ini mereka sedang mengantar uti Tika berobat ke Jepang.


"Yang sabar ya Bro," ucap Yudha sambil memeluk sahabat karibnya. Robet menjawab dengan anggukannya tanpa melepas kacamata hitamnya.


Deren berdiri di samping Oma Rose mencoba menengkan wanita tua itu. Tetap saja kedatangan Deren tak bisa mengubah apapun.


Suasana Duka semakin terasa saat Oma Rose pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit, karena tekanan darahnya menurun dratis.


Robet dan Mita sangat ketakutan, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Omanya. Orang tua yang selalu mengerti mereka adalah Oma Rose. Ibu kandung mereka lebih sering mengabaikan mereka.


"Sabar Bro, semua akan baik baik saja," ucap Yudha terus saja berusaha membuat sahabatnya. Arumi juga menenangkan sahabatnya Mita, yang kini sedang hamil besar.


"Bagaimana kalau terjadi apa apa dengan oma Rum?" tanya Mita pada Arumi.


"Semua akan baik baik saja Mit, kita berdoa terus jangan sampai putus ya. Sebaiknya kamu pulang kasihan bayimu. Kamu jangan stres ya kasihan yang di dalem," ucap Arumi sambil mengelus perut sahabatnya.


Robet pun setuju jika adek iparnya membawa Mita pulang. Dia lihat Mita susah payah duduk membuat Robet kasihan.


Deren masih belum membuka suaranya, kemarahanya pada adek iparnya masih sangat terasa.


Kabar baik kini mereka terima, Oma Rose sudah sadar. Dia mencari Deren dan ingin bicara empat mata dengannya.


"Mohon maaf di sini ada yang bernama pak Deren?" tanya Suster.


"Saya sus," jawab Deren.


"Mari ikut saya, pasien ingin bertemu dengan anda," ucap sang suster. Deren pun mengikuti langkah suster itu yang mengajaknya masuk ke ruang IGD dimana Oma Rose ditangani.


"Hay wanita cantik," sapa Deren. Oma Rose tersenyum meski hatinya masih sangat shock.


"Hay juga tampan," balas Oma Rose.


Deren memegang tangan wanita dua itu dan menciumnya.

__ADS_1


"Kamu ga cantik sayang kalau sakit gini," goda Deren.


"Gimana Oma suruh cantik Tampan, kamu lihat sendiri badai di keluarga Oma hiks hiks hiks," ucap Oma Rose dalam tangisnya.


"Sabar Oma semua pasti baik baik saja," jawab Deren berusaha menenangkan wanita tua ini.


"Maukah kau membantu Oma Tampan?" tanya Oma Rose.


"Tentu saja kenapa tidak," jawab Deren.


"Tolong bujuk Yunita agar mau kembali pada suaminya, tolong katakan padanya ampunilah cucuku. Dia itu pria baik hanya saja dia sedikit bodoh. Kasihan dia masak harus kehilangan cinta untuk kedua kalinya, Oma ga bisa lihat dia terpuruk seperti itu sayang, Oma mohon," pinta Oma rose. Ya Tuhan bagaimana ini, haruskan aku tetap mempertahankan pemikiranku. Deren mulai berfikir lagi, sebenarnya apa yang dikatakan Oma Rose sejatinya adalah benar. Robet adalah pria yang baik, dan dia tahu itu.


"Coba nanti Deren bujuk Oma, sebenarnya dia ada disini. Bahkan dia hadir tadi dipemakaman," jawab Deren membari tahu keberadaan adeknya.


"Benarkah?" tanya Oma Rose


"He em,"


"Bukankah dia ke Eropa?" tanya Oma Rose penasaran.


"Yang mana?" tanya Oma Rose.


"Yang pakek cadar ," jawab Deren.


"Astaga, kenapa kamu ga bilang. Apakah yang peluk Oma tadi?" tanya Oma Rose.


"Betul Oma, itu dia," jawab Deren.


Kemampuan Yunita untuk berkamuflase tidak diragukan lagi. Dia sudah berkecimpung di dunia penyamaran sudah cukup lama. Bahkan jam terbangnya juga sudah bisa dibilang oke.


"Didikkanmu sungguh luar biasa Tampan!" puji Oma Rose. Deren tersenyum.


"Dimana dia sekarang?" tanya Oma Rose lagi.


"Sebentar lagi kesini, nunggu Robet lengah," jawab Deren. Benar saja, tak lama setelah Deren berucap ada seorang wanita berpakaian dokter memakai hijab dan masker serta kaca mata masuk kedalam ruangan Oma Rose dirawat.


"Siang Pak," sapa Yunita, Deren menoleh kemudian dia pun tersenyum.

__ADS_1


"Siang, kamu boleh melepas atributmu," ucap Deren.


"Ada mas di depan," jawab Yunita.


"Tak apa, nanti ku urus dia,"


Yunita pun menuruti perintah bosnya, dia melepas atribut penyamarannya.


Oma Rose tersenyum saat melihat cucu mantu kesayangannya.


"Oma," sapa Yunita sambil memeluk Oma Rose.


"Iya sayang, jangan nangis Oma tak apa apa kamu cantik sekali pakek hijab sayang, jangan dilepas ya," pinta Oma Rose.


"Insya Allah Oma, Cepet sembuh ya Oma," jawab Yunita.


"Oma baik baik saja sayang, kamu pulang kerumah Oma ya," pinta Oma Rose.


"Tapi Oma!"


"Tidak ada tapi tapi, kita tunggu suamimu membuktikan ucapanya kalau dia mencintaimu. Kalau dia masih keterlaluan kamu boleh tinggalin pria bodoh itu," jawab Oma Rose tanpa ragu. Yunita menatap ke arah Deren, meminta persetujuan pria yang selama ini selalu membelanya. Deren mengangguk tanda menyetujui keinginan Oma Rose.


Deren berpamitan keluar, agar Yunita dan Oma Rose bebas berbincang bincang.


"Pulang ya kerumah Oma," pinta Oma Rose.


"Yunita mau aja Oma, tapi Yunita takut sama mas," jawab Yunita ragu.


"Kamu jangan takut pada pria bodoh itu, apa yang kamu takutkan ada Oma di sini, kamu pulangnya ke rumah Oma, jangan kerumah dia," jawab Oma Rose tegas, tentu saja Oma tak ingin melepaskan cucu mantunya kali ini. Hanya wanita tangguh dan jujur seperti Yunita lah yang Oma percaya bisa melahirkan keturunan untuk keluarganya. Meski kini Mita sudah mau punya dua anak.


"Lalu bagaimana dengan mas Oma?" tanya Yunita khawatir.


"Biar aja nanti kalau dia pengen dapet maaf dari kamu pasti dia ikut ke rumah Oma. Oma mau tahu kesungguhanya juga," jawab Oma Rose.


"Baiklah Oma yang penting Oma sembuh dulu," jawab Yunita menyetujui keinginan wanita yang sangat dihormatinya ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2