
Deka langsung berdiri dan mengambil surat perintah penahanan untuk Arumi. Awalnya Arumi gugup, gemetar dan ga tau harus bagaimana.
"Ada apa ini ?" tanya Deren pada petugas yang membawa surat penahanan itu.
"Mohon maaf Pak, kami harus menahan ibu Arumi atas tuduhan penganiayaan terhadap saudari Desi Wulandari," jawab Pak Polisi itu.
"Tunggu dulu Pak, ga salah ini. Dia duluan lo Pak yang nyerang. Kami adalah saksinya," balas Deka. Arumi, Joker dan juga Arti masih diam.
"Mohon maaf Pak, kami hanya menjalankan tugas. Jika Bu Arumi merasa tak bersalah silakan jelaskan dikantor. Untuk sementara kami harap anda spotrif," jawab Pak Polisi.
Deren terlihat mengerutkan giginya pertanda dia sangat geram.
"Mari pak, silakan," ucap Deren. Arumi pun terpaksa ikut dengan petugas berwajib itu.
"Bang Joker tolong jaga Yudha bentar ya. Ane mau kasih pelajaran buat wanita ular itu." ucap Deren pada Joker. Joker pun mengiyakan dan menitipkan adeknya pada Deren dan Deka yang mengerti tentang apa yang terjadi.
"Mari bang, kita sikat wanita sialan itu," ajak Deren pada Deka. Deka pun berpamitan pada istri dan juga anak buahnya.
Deren langsung menghubungi kuasa hukum Yudha untuk meminta semua bukti kelicikan Desi.
"Johan ada ditempat Der?" tanya Deka.
"Ada bang dia on the way ke kantor polisi," jawab Deren.
"Ane kalau ga inget tu bayi ga dosa udah Ane lepar kemuka emaknya," umpat Deren emosi.
"Hist...ga boleh gitu. Tu anak kagak dosa yang kebangetan ya emaknya lah. Emak nya aja yang kita becek becek entar," jawab Deka geram.
__ADS_1
Deren mengikuti mobil polisi yang membawa Arumi. "Bang kenapa mobilnya kearah lain?" tanya Deren.
"Iya Der, ini bukan jalan ke kantor polisi. Atau jangan jangan kita ditipu bang!" seru Deka. Tanpa banyak bicara Deren pun menginjak pedal gas nya dengan kecepatan penuh agar tak kehilangan jejak mobil yang membawa Arumi.
"Brengsek...hubungi anak buah bang,"pinta Deren. Deka pun langsung memanggil bala bantuan.
"Ini gila, kemana mereka bang?" tanya Deren. Deka tak melihat mobil itu lagi. Anj*y mereka kehilangan jejak.
"Bang, suruh anak buah mencari Desi bang," pinta Deren. Deka pun menuruti perintah Deren.
Ini diluar kendali mereka ternyata Desi lebih cerdik dari mereka. Menggunakan tipu daya untuk menculik Arumi.
"Sial!!!" umpat Deren sambil memukul kemudi yang ada didepanya.
"Brengs*k kenapa kita bisa sebodoh ini. Kenapa salah satu dari kita ga ada yang ikut tadi," sesal Deka.
"Mereka ga bodoh Bang, HP Arumi dimatikan, sial brengs*k kau Desi awas aja kalau ketemu!!!" teriak Deren geram.
Deka kembali tenang, dia pun terus mencari bantuan pada orang orang yang mungkin bisa membantunya.
***
Ternyata Arumi dibawa kesebuah gudang bekas pabrik kayu yang ada dipinggiran kota itu.
Desi masuk kedalam ruangan dimana Arumi disekap. Desi tertawa terbahak bahak saat melihat keadaan Arumi yang tak berdaya.
Rupanya didalam mobil mereka membius Arumi agar tak bisa mengingat jalan kemana dia berada sekarang.
__ADS_1
"Berapa dosis yang kalian berikan pada wanita bodoh ini?" tanya Desi.
"Hanya setengah dosis bos," jawab pria yang menyamar sebagai polisi itu.
"Heemmm, rupanya fisiknya ga sekuat yang ku kira. Bangunkan dia," perintah Desi.
Salah satu dari anak buah Arumi pun membawa seember air dan langsung menyiramkanya kemuka Arumi.
Seketika Arumi gelagapan, diapun sadar.
Arumi membuka matanya, betapa terkejutnya dia ketika melihat sekelilingnya.
"Ada apa ini, siapa kalian!!" teriak Arumi.
Desi pun langsung berjalan kearah Arumi yang tak berdaya dengan tangan diikat disisi kursi. Arumi meronta dia berusaha melepaskan diri.
"Slow slow bosku, tenang tenang," sapa Desi.
"Brengs*k ngapain kamu main curang gini hah!!" teriak Arumi dan plaaakkkkkkk...tamparan Desi mendarat dipipi mulus Arumi. Desi pun mencengkeram muka Arumi dan meludahi muka itu. Seketika Arumi pun memejamkan matanya.
"Bau beg*k!!" teriak Arumi lagi. Desi geram dia pun kembali menampar dan menonjok dada Arumi. Kaki Arumi yang tak diikat pun beraksi, dia pun membalas Desi dengan kembali menendangnya. B**uuggggh**...Desi tersungkur. Arumi pun sama. Kursi yang dia duduki seketika oling, Arumi menjerit sakit.
"Brengs*k dasar wanita ga tau diri!!!" teriak Desi sambil kembali memegang perutnya yang belum sembuh benar itu. Dan kini kembali sakit oleh tendangan yang barusan ditambah oleh Arumi.
"Ikat dia dan jangan kasih makan, tinggalkan saja wanita sialan ini disini, biarkan dia dimakan harimau buas!!" ucap Desi sebari berteriak. Anak buah Desi pun bertindak. Mereka mengikat kembali Arumi. Setelah itu mereka membatu Desi dan membawanya kemobil.
Mereka meninggalkan Arumi sendiri ditempat yang mengerikan itu.
__ADS_1
Bersambung..