
"Oma Robet mohon, ini masalah Robet dengan dia Oma. Oma jangan ikut campur," ucap Robet berusaha meredam emosi Omanya. Bukanya reda emosi itu semakin meninggi saja agaknya.
"Ohhh...bagus...kamu pikir dengan menyiksa seorang wanita harga dirimu terselamatkan begitu," ucap Oma Rose geram, rasanya ingin sekali dia menampar wajah cucu bodohnya ini.
"Oma...Robet mohon. Biarkan ini menjadi masalah Robet denganya Oma. Robet mohon!" ucap Robet memohon, agaknya Robet masih gengsi mengakui bahwa dia tak bisa kehilangan istrinya, bahwa dia telah jatuh cinta pada Yunita.
"Oma tidak pernah mengajarimu menjadi manusia yang tidak punya hati Robet. Atas dasar apa kamu menikahi seorang gadis lalu kamu menyakitinya hanya karena dia memiliki hutang padamu!" tambah Oma Rose mempertanyakan apa yang ada dipikiran cucu kesayangannya.
"Maksud Robet bukan seperti itu Oma, Robet hanya ingin menghukum ketidakjujurannya," jawab Robet tegas.
"Bagian mana ketidakjujuran gadis itu. Bukankah sebelum kalian menikah kau sudah tahu bahwa dia bukan anak orang berada dan banyak hutang," sangkal Oma Rose berusaha mematahkan argumen Robet. Sayangnya Oma Rose salah ucapan ini malah membuat Robet semakin bersemangat membela dirinya.
"Dia berbohong pada Robet Oma," jawab Robet.
"Berbohong tentang apa?" tanya Oma Rose memantang Robet.
"Tentang masa lalunya Oma," jawab Robet tak mau kalah.
"Masa lalu yang mana, apakah tentang pekerjaanya menjadi waiteers di klub, atau sebagai ketua gangster besutan sahabatmu itu?" tanya Oma Rose kembali menantang apa yang Robet ketahui tentang istrinya.
"Dia bekas wanita penghibur Oma," jawab Robet pelan, karena saat itu ada Yunita yang sudah siap dengan tas bajunya.
"Oh ya...apa kau yakin dengan itu?" tanya Oma Rose.
"Yakin Oma karena dia juga mengakuinya sendiri," jawab Robet yakin. Yunita hanya diam, dia belum berani berucap apapun.
"Heh...dasar pria bodoh. Kamu sama saja seperti papimu. Menikah tanpa mengetahui identitas sang calon pendamping hidup. Sekarang Oma tanya, apakah kau ada bukti selain pengakuan istrimu dan hasutan dari pria bangs*t yang membodohimu itu hah?" tanya Oma Rose mulai geram.
__ADS_1
"Apa maksud Oma, apakah menurut Oma pria itu berbohong?" tanya Robet bingung.
"Oma bilang juga apa. Kau itu bodoh seperti papimu. Ahhh...sudahlah ayo Yunita, mulai hari ini kau bebas dari cengkraman pria tak punya perasaan ini. Hutangmu sudah lunas jadi kau bebas sekarang," ucap Oma Rose sambil menggandeng tangan Yunita. Robet tertegun tak percaya. Ternyata Oma Rose tak main main dalam ucapanya.
"Oma jangan bawa pergi istriku, Robet cinta sama dia Oma!" ucap Robet memohon manakala Yunita sudah mengikuti langkah Oma Rose. Robet menahan tangan Yunita agar tak pergi darinya.
"Lepaskan tangan itu!" hardik Oma Rose.
"Tidak Oma dia istriku," jawab Robet.
"Istri kau bilang hah, pria macam apa yang tak menghargai istrinya hanya karena hasutan tak bermutu dari orang yang tidak kau kenal hah. Oma kecewa padamu Robet," ucap Oma Rose sambil berusaha melepaskan gengaman tangan kekar itu dari tangan Yunita.
"Oma Robet tidak tahu jika pria itu berbohong Oma, maafkan Robet Oma, ampuni Robet," ucap Robet memohon. Bahkan kini dia memeluk erat tubuh istrinya.
"Apakah maafmu bisa menyembuhkan luka batinnya?" tanya Oma Rose tak mau mengalah. Pertanyaan itu semakin membuat Robet merasa sangat bersalah. Oma Rose pun menarik paksa tangan Yunita hingga Robet melepas pelukannya. Oma Rose langsung menjauhkan Yunita dari Robet yang terlihat tak mau mengalah. Yunita diam dan tetap berdiri dibelakang Oma Rose.
"Maafkan suami bodohmu ini istriku," ucap Robet memohon. Yunita masih saja diam, karena diam adalah perintah baginya.
"Kau sudah mendapatkan uangmu bukan, maka lepaskan gadis ini. Dia terlalu baik untuk pria bodoh sepertimu," ucap Oma Rose mulai lepas kendali.
"Tidak Oma, sampai kapanpun Robet tak akan melepaskan Yunita. Robet mencintainya Oma...."tangis Robet dalam sesalnya.
"Tahu apa kamu soal cinta hah?" tanya Oma Rose.
"Oma Robet cinta dia Oma, Robet mohon...jangan pisahkan dia dari Robet Oma. Robet janji akan memperbaiki kesalahan Robet. Robet akan menghukum pria yang memfitnah istri Robet Oma, Robet mohon!" ucap Robet terus memohon dan memohon. Sayangnya wanita tua ini sungguh mempunyai pendiran yang sangat teguh.
"Kopri....!!" teriak oma Rose memanggil ajudanya.
__ADS_1
"Siap Nyonya," jawab Kopri sambil berlari mendekati majikanya.
"Bawa semua barang barang Nonamu ke mobil, kita antarkan dia pulanh ke rumah orang tuanya," printah Oma Rose.
"Siap Nyonya, mari Non," ucap Kopri sambil membawakan tas baju milik Yunita.
Yunita pun mengikuti apa yang diperintahkan oleh Oma Rose. Dia pun mengikuti Kopri untuk masuk kedalam mobil Oma Rose. Robet pun megejar istrinya, memeluk erat tubuh wanita yang di cintainya. Menangis memohon disana.
"Jangan tinggalin Mas sayang, Mas mohon," ucap Robet berusaha meluluhkan hati Yunita.
"Tidak ada alasan buat Nita bertahan Mas, semua sudah berakhir. Mas sendiri yang bilang Mas akan memberikan kebebasan untuk Nita jika Nita sudah mengembalikan seluruh uang Mamas bukan. Ini milik Mas yang pernah Nita pakai sudah kembali utuh, maka lepaskanlah Nita Mas. Kita memang tidak ditakdirkan berjodoh Mas. Kita berbeda," jawab Yunita sambil melepaskan tubuhnya dari pria yang kini mulai menyadari akan cintanya.
"Tidak istriku, kamu salah hati kita telah terikat sejak pertama kita bertemu," jawab Robet dengan air mata yang mulai deras mengalir membanjiri pipinya.
"Dan Mamas sudah memutuskan tali itu mana kala kepercayaan Mas terjadap Nita hilang," jawab Yunita.
"Tidak istriku kamu salah, aku masih mencintaimu bahkan sampai detik ini," ucap Robet sambil mencium kedua tangan istrinya. Oma Rose yang geram dengan drama yang terjadi di depan matanya seketika mengambil alih peran. Dia langsung menarik paksa badan Robet agar menjauh dari istrinya.
Oma Rose takut Yunita akan luluh dengan permohonan Robet, Oma Rose sangat paham dengan perasaan para pecinta rupanya.
"Diam kau bodoh, tangisanmu tak akan merubah apapun. Yunita masuk!!" perintah Oma Rose. Kopri pun membukakan pintu mobil untuk mantan pimpinannya ini.
"Oma, maafkan Robet Oma. Robet mencintainya Oma." tangisan Robet kembali pecah mana kala Oma Rose menutup pintu mobilnya dan meminta Kopri untuk menjalankan mobilnya.
"Lebih cepat Kopri!" perintah Oma Rose, emosinya masih memuncak rupanya.
"Siap Nyonya," jawab Kopri.
__ADS_1
Suasana didalam mobil sungguh mencekam, tak ada pembicaraan apapun di sana, sepertinya berkali kali Robet menghubunginya. Terlihat dia membiarkan panggilan itu.
Bersambung....