HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Musibah Tak Terduga


__ADS_3

Diatas luka Arumi dan duka Yudha ada seseorang yang tertawa bahagia. Siapa lagi kalau bukan Desi. Wanita ular dengan seribu akal ini merasa sangat bangga dengan usahanya memisahkan antara Yudha dan Arumi.


Rasa sakit hati akan keberhasilan Arumi memenangkan kembali hati Yudha membuatnya putus asa. Membuatnya dendam hingga menimbulkan rasa ingin merebut Yudha kembali dari istri pertamanya.


Desi meneguk wine yang ada ditanganya. Kabar yang dia terima akan pertengkaran dan retaknya hubungan Yudha dan Arumi membuatnya sangat puas.


"Ternyata anak sialan itu bermanfaat juga ya," gumam Desi, mengumpat untuk anak kandungnya sendiri. Ya Tuhan Desi kamu ini wanita apa bukan sih.


Desi masih belum puas dengan ini. Dia masih memiliki rencana yang jauh lebih jahat dari ini. Jika dia tak bisa memiliki Yudha maka siapapun tak boleh memiliki pria tampan itu.


Ketertarikan Desi pada Yudha telah membutakan mata hatinya. Kobaran api cemburu telah merasuki jiwanya. Desi masih tak terima mana kala kuasa hukum Yudha menemuinya dipenjara dan meminta hak Yudha yang pernah dia rampas. Terpaksa Desi menandatangi surat kuasa itu. Agar meringankan masa hukumannya.

__ADS_1


Rasa sakit hati Desi pada pasangan muda ini tak hanya sampai disini. Diumumkanya hubungan spesial antara Yudha dan Arumi juga menjadi salah satu pemicunya. Semua bercampur aduk jadi satu. Dasar wanita rubah ada aja alasanya jika hendak berbuat jahat.


Desi duduk termenung dan kembali memikirkan rencana untuk mendekati pujaan hatinya. Desi masih yakin dengan kemolekan tubuhnya dia pasti bisa mendapatkann Yudha kembali.


.......


Hujan Deras mengguyur salah sudut daerah di Kota Samarinda. Juan sahabat Yudha sudah melarang Yudha berkendara malam ini. Hujan lebat dan jalanan yang licin akan membahayakan keselamatanya.


Yudha tau kalau Deren saat ini tak ada ditempat. Tapi paling tidak di Kota ada signal untuknya agar bisa berkomunikasi dengan orang orang yang memiliki hubungan dengan permasalahanya.


Yudha melanjutkan perjalananya dengan kecepatan sedang. Terdengar suara Azan berkumandang, saat itu Yudha langsung ingat pada zat pemberi hidup dan solusi disetiap masalahnya. Dia ingat betul belum melaksankan sholat kala melewati sebuah mushola. Yudha pun mengentikan perjalananya dan memarkirakan mobilnya di parkiran tersebut guna ikut sholat berjamaah bersama warga sekitar.

__ADS_1


Yudha melihat ponselnya, barang kali disini bisa menangkap signal. Alangkah beruntungnya Yudha sesaat setelah melaksakan sholat dan bersimpuh memohon petunjuk pada sang Kholiq dia pun mendapatkan apa yang dia mau yaitu signal.


Yudha menfoto dirinya sendiri dan mengirimkan foto itu pada Arumi dengan caption, "Lihatlah istriku saat ini, sekarang aku ada disini, aku tidak melakukan apapun yang kamu tuduhkan. Demi Tuhan." begitulah kira kira pesan yang dikirim Yudha untuk Arumi.


Tak lupa Yudha juga mengirim pesan pada Deren dan kuasa hukumnya menyakan apa semua surat surat dan bukti bukti yang dia mau sudah siap. Dia juga berpesan pada Deren agar membantunnya menjelaskan ini pada istrinya. Sembari menunggu balasan Yudha pun memilih melanjutkan perjalananya.


Entah mengapa malam ini Yudha merasakan sepi yang luar biasa. Hatinya meronta tak terima akan setiap kata yang terucap dari bibir istrinya. Tuduhan demi tuduhan yang Arumi lontarkam telah menyakiti perasaanya.


Hujan kembali turun mengiringi perjalananya malam ini. Yudha sedikit konsen malam ini. Pikiran kalutnya telah menggoncang suasana hatinya. Hingga dia tak melihat ada truck menyalip didepanya. Saat truck itu berada sepuluh meter dari hadapanya tersengar bunyi klakson yang melengking, Memberi peringatan penuh padanya. Tentu saja dia terkejut dan banting stir kekiri. Kecelakaan tak terhindarkan. Mobil Yudha masuk kedalam jurang yang mungkin kedalamnya biaa mencapai 10 meter lebih. Tubuh Yudha terpelanting keluar hingga masuk kedalam aliran sungai yang sangat deras.


Terdengar juga bunyi ledakan dari mobil Yudha. Mobil Yudha terbakar.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2