HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Keganasan Deren


__ADS_3

Dua puluh empat jam berlalu...


Deren dan timnya masih terus melacak keberadaan Arumi. Jujur saja Deren lelah, ingin rasanya dia menghajar Desi dan anak buahnya jika ketemu.


Deka menemui Deren dimarkasnya, "Gimana bro,?" tanya Deka.


"Sial bener tu perempuan!"umpat Deren.


"Mereka pinter bang, anak buah kita sudah menyisir lokasi yang mencurigakan ternyata tak ada, kemungkinan mereka membawa Arumi kearah lain agar mengecoh kita bang," jawab Deren.


"Bisa jadi...(Deren diam sejenak, Kemudian kembali dia menyuarakan pikirannya), mungkinkah mereka membawanya kehutan dimana orang tua Desi pernah punya pabrik disana bang," ucap Deren. Seketika Deren mengingat lokasi tersembunyi itu. Rasanya itu lokasi paling pas untuk membawa Arumi.


Deka pun menyetujui jika mereka menelusuri lokasi itu.


"Coba aja Der, siapa tau wanita itu membawa Arumi kesana," ucap Deka.


Deren tak banyak kata dia pun segera meminta anak buahnya segera meluncur ke lokasi yang dia curigai.


Deren meminta Deka kembali kerumah sakit. Dia tak mau pergerakanya dipelajari oleh siapapun. Walaupun Deka termasuk sahabatnya. Deren bukan tipe pria yang diharuskan percaya pada siapapun karena itu adalah pekerjaannya.


Deren tak ingin orang lain tau siapa siapa yang terlibat didalam geng bentukanya. Deka paham akan itu makanya untuk menghargai Deren dia pun memilih kembali kerumah sakit dimana Yudha dirawat.


Tak lupa Deren meminta Deka untuk melacak keberadaan Desi, karena biang dari semua masalah yang mereka hadapi bersumber pada wanita yang merepotkan itu.


Ternyata Desi sangat cerdas, tak mungkin dia melibatkan polisi sungguhan dalam urusan pribadinya. Mengingat banyaknya kasus yang mungkin akan membelitnya.


Deren mempelajari tak tik pergerakan Desi dari banyaknya kasus yang dia lakukan.


Deren melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar segera sampai dilokasi yang dia tuju.


Malam ini terasa sangat mencekam, karena tak ada satu kendaraan yang melintas bersamanya. Dia sendiri, tapi Deren tak gentar. Melihat mukanya yang mirip preman preman pada umumnya mana ada yang berani padanya, meskipun itu demit sekali pun.

__ADS_1


Hampir tiga jam dia berkendara tak ada siapapun yang menemaninya. Hanya ponsel yang terus menyala, eiarphone menepel ditelinganya. Senjata api yang terselip dipinggangnya dan beberapa alat yang dia sembunyikan ditubuhnya.


Deren dan timnya saling berkomunikasi melalui signal. Deren merasa sudah tak bisa membendung kesabaranya. Dia ingin segera sampai ditempat tujuan dan melihat sendiri apakah benar Arumi berada disana apa tidak.


*****


Disisi lain Arumi sedang berteriak teriak minta tolong karena anak buah Desi hendak melecehkanya atas perintah Desi.


"Tidak...tidak...aku mohon jangan!!!!" teriak Arumi sambil menolak dan meronta saat mereka mulai menarik paksa celana jeans yang Arumi kenakan.


Arumi kembali menendang dan melawan, dengan kekuatan yang masih tersisa Arumi kembali berteriak minta ampun.


Preman preman kejam tak berperasaan itu memang sengaja mempermainkan emosi Arumi. Mereka sepertinya malah menikmati ketakutan Arumi. Mereka bertiga juga membiarkan Arumi berlari kesana kemari hingga lelah tak berdaya. Arumi diam sejenak. Salah satu dari mereka pun menghapiri Arumi.


Mereka menampar dan mencium Arumi dengan paksa, setelah itu mereka akan membiarkan Arumi kembali meronta dan berlari minta ampun.


Ini memang mereka sengaja, mereka memang berniat membuat jiwa Arumi tergoncang dan menjadi gila. Karena itulah tujuan utama Desi.


"Aku sudah bilang bukan, kalau aku tak bisa dapetin mas Yudha maka kamu pun jangan pernah berharap," ucap Desi lagi, kemudian dia meletakan minuman itu dan menutup layar laptopnya.


****


Teriakan Arumi terdengar oleh anak buah Deren. Kecurigaan bos mereka sangat tempat. Ke empat anak buah Deren langsung berlari kelokasi dan mendobrak pintu yang dikunci dari dalam. Kekuatan mereka tak diragukan lagi, pintu kayu itupun jebol oleh tendangan dasyat mereka. Saat mereka sampai didalam mereka melihat Arumi hendak disetubuhi oleh salah satu dari mereka.


Mereka tak menunggu waktu lagi, Buuuggggg... tendangan dasyat mereka luncurkan. Perkelahian tak terelakan. Arumi pun langsung meraih kaos yang sudah robek tak berbentuk itu, celananya pun sama. Dia duduk diujung ruangan yang pengap itu. Arumi menangis ketakutan sambil melihat perkelahian sengit yang ada didepanya.


Salah satu anak buah Desi mengangkat kursi dan hendak melemparkanya kearah Arumi. Untung Deren segera melihatnya. Dan Dooooorrrr..... peluru dari pistol yang Deren pegang pun meluncur begitu saja.


Darah meluncur deras dari kaki si brengsek itu. Deren ingin sekali mengarahkan senjatanya dikepala ******** itu. Hanya saja dia tak mau membuat Arumi takut padanya. Preman sialan itu pun jatuh tersungkur.


Lawan Berhasil dilumpuhkan, Deren meminta anak buahnya untuk mengurus ketiga preman ga tau diri itu.

__ADS_1


"Urus mereka, jika tak mau memberitahu target, bungkam saja mulutnya (Bunuh saja maksudnya). Mengerti!!" perintah Deren.


"Siap bos, lakasanakan!!" jawab mereka serempak.


Deren langsung menghampiri Arumi yang menangis hampir kehabisan suara itu. Deren langsung membuka jaketnya dan menutup tubuh setengah telanjang Arumi.


"Jangan takut ini saya Deren mbak," ucap Deren, Arumi pun membuka matanya dan menerima jaket yang Deren berikan untuknya.


"Bisa jalan Mbak?" tanya Deren.


"Bisa Pak," jawab Arumi. Bagaimanapun Arumi adalah istri sahabatnya Deren ga mungkin asal gendong. Dia harus memakai aturan bukan. Apalagi melihat keadaan Arumi yanh setenah telanjang.


Arumi memegang kaos Deren saat berjalan menuju mobil. Deren meminta sarung salah satu anak buahnya untuk membantu menutup tubuh indah Arumi.


Bagaimanapun dia juga pria bukan.


"Mbak pakai ini, baunya mungkin ga enak Mbak tau lah ya mereka bujang, jarang dicuci semua yang mereka pakai," ucap Deren.


"Iya pak," jawab Arumi, jika boleh jujur dia masih takut mengingat orang orang yang ada disekelilingnya terlihat menyeramkan.


Dalam perjalanan pulang Arumi terus saja menangis. Deren mengerti bahwa wanita yang ada disampingnya pasti trauma dengan apa yang barusan dialaminya.


"Maaf Mbak, apa mereka sempat melakukan itu?" tanya Deren.


"Belum Pak, mereka hanya merobek baju saya dan pegang pegang hiks....hiks...," jawab Arumi dalam tangisnya.


"Syukurlah kalau ga sampai sana, awas saja kalau mereka sampai berani," ancam Deren. Dalam hati Deren berkata jika para bajing*n itu sampai nekat maka dia ga akan segan segan melakukan hal gila.


Deren langsung menghubungi Deka, jika Arumi sudah ditemukan. Dan Deren juga memberitahu kalau dia sedang menuju kerumah sakit agar Arumi mendapat perawatan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2