HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Kedatangan Sahabat


__ADS_3

Malam itu mereka masih saja mendiskusikan tentang kabar yang barusan mereka dengar. Mereka begitu khawatir pada Vero dan juga pada Yunita. Karena mereka berdualah yang kini diincar oleh Desi. Menurut tulisan yang ditinggalkan oleh wanita psikopat itu.


Arumi masih termenung disamping suaminya, memikirkan apakah Yunita tau Robet membaca pesan mereka. Soalnya belum ada jawaban sama sekali dari mereka.


"Mereka kemana ya Bi kok ga bisa dihubungi?" tanya Arumi.


"Ga tau Bun, Abi barusan dapet kabar ni dari anak buah Deren. Mereka juga lagi nyari tu perempuan. Deren geram bener soalnya dia merasa diboongin ama tu perempuan," ucap Yudha.


"Mungkinkah Desi pura pura gila biar dia terbebas dari jerat hukum Bi," ucap Arumi.


"Iya itu tadi yang dibilang Deren," jawab Yudha.


"Licik bener sih Bi dia. Mimpi apa Abi pernah ketemu wanita begitu Bi," ucap Arumi.


"Ya kalau wanita sholehah mana ada yang mau sih Bun ama laki orang, kecuali kalau dari awal diridhoi masa istri pertama. Kenal ama istri pertama. Gimana sih Bunda ni, nanti kedengeran mbak Arti Bunda diomelin lo," canda Yudha.


"Hehehe, iya juga ya. Mbak Arti galak bener kalau ngomong. Papi aja paling cuma ngliatin senyum terus geleng geleng," tambah Arumi tak kalah kocak.


"Perjuangan cinta mereka juga ga mudah Bun, sama seperti kita. Cuma kalau mbak sama abang kan ujianya lain. Kalau kita kan tertutupnya mata hati Abi," jawab Yudha. Mukanya terlihat sangat menyesal dan sedih. Arumi pun mencium harum pipi suaminya dan membenamkan wajahnya diketiak sang suami. Entah kenapa sejak menikah bau khas Yudha selalu jadi favoritnya.


"Bunda seneng amat disitu," goda Yudha.


"Disini enak, Bunda suka hehehe," ucap Arumi sambil tertawa malu. Dia kembali memeluk tubuh kekar suaminya.


Arumi menaikan kakinya dipaha suaminya membuat pikiran liar Yudha kembali bangkit.


"Bun jangan nakal, ada yang bangun tu," canda Yudha. Arumi malah tertawa.


"Bunda bisa aja puasin Abi, yang penting jawab dulu pertanyaan Bunda," tawar Arumi.


"Serius?" tanya Yudha tak percaya.


"Heemmm, kenapa enggak," jawab Arumi penuh percaya diri.


"Oke, siapa takut," sambut Yudha dengan senyuman khasnya, Duh suamiku kamu tampan sekali kalau senyum batin Arumi.


"Abi pacaran ama Desi berapa tahun?" tanya Arumi. Yudha sudah tau kalau Arumi pasti akan sewot dengan jawabnya.


"Nanti ngambek," ucap Yudha.

__ADS_1


"Enggak bunda janji," jawabnya sambil memberikan kelingkingnya pada Yudha.


"Cium dulu baru Abi jawab," Yudha memang pandai mencuri kesempatan. Arumi pun mendekatkan bibirnya pada Yudha. Yudha sangat suka dengan ini. Dia pun langsung melahap bibir itu. Yudha gemas sekali dengan wanita mungil yang selalu membuatnya merasa sangat bahagia.


"Aaaa...udah!" pekik Arumi sambil menarik wajahnya dari sergapan sang suami. Yudha kembali tertawa gemas.


"Jawab," pinta Arumi manja.


"Oke," Yudha pun membetulkan posisi duduknya. Sebenarnya Yudha ingin tertawa melihat ratu dramanya yang penasaran dengan kehidupanya bersama wanita yang pernah terlibat denganya.


"Mau mulai dari mana, perkenalan atau mau langsung?" tanya Yudha. Senang sekali rasanya bisa mempermainkan emosi Arumi.


"Langsung aja," jawabnya.


"Oke, Abi kenal dia saat ada event di restauran kita, Dia jadi model apa gitu dulu Abi lupa. Nah dari situ kota sering hangout ke club bareng..."ucap Yudha, belum dia melanjutkan ceritanya muka Arumi berubah.


"Loh katanya mau tau kok sekarang cemberut gimana sih?" tanya Yudha.


"Jadi selama pernikahan kita Abi sering ke club?" tanya Arumi kesal.


"Ya kan perginya rame rame Bunda, bukan Abi sama dia doang. Tapi sumpah demi Tuhan Abi ga pernah melakukan hubungan suami istri sama dia sebelum kami sah jadi suami istri Bun. Abi kalau pengen ya cari Bunda kan, lagian pas kami jadi suami istri rasanya cuma tiga kali kami melakukanya. Rasanya feel nya ga dapet aja bun. Kan beda rasanya, kalau sama Bunda entah kenapa Abi bangga Abi puas aja Bun, serius ?" jawab Yudha jujur. Arumi kembali memayunkan bibirnya.


"Demi Tuhan Bunda, rasanya pokoknya lain lah," ucap Yudha sambil memainkan rambut istrinya.


Arumi tersenyum bahagia tak apalah toh dia juga sudah mengiklaskan segalanya. Arumi iklas jika itu adalah jalan yang harus mereka lalui.


Malam ini menjadi pembuktian bagi Arumi akan keiklasnya. Arumi melayani keinginan terpendam suaminya dengan hati yang berbunga bunga. Yudha pun sama dia juga menerima apa yang istrinya berikan dengan perasaan yang sulit diartikan.


***


Keesokan harinya...


Seperti biasa Arumi membawa Yudha berjemur didepan rumah. Yudha sangat suka dengan itu. Malam tadi dia sudah mendapatkan hadiah istimewa dari Arumi. Lalu apa lagi yang dia inginkan.


"Bunda masuk dulu ya Bi, Mawar teriak teriak no," ucap Arumi meminta ijin untuk mendatangi putrinya.


"Oke," jawab Yudha.


Senyum mengembang diwajahnya kala dia melihat ada sebuah mobil masuk kedalam pelataran rumah mereka. Dia tau mobil siapa yang datang.

__ADS_1


Sang pengendara pun turun dari mobi. Tampak Robet dan juga Yunita yang sedang menggendong seorang bayi tersenyum sambil melagkah menghampiri mereka.


"Hay bro!" sapa Robet.


"Hay, wah apa kabar," balas Yudha. Mereka pun berpelukan. Yudha langsung mengingat kabar apa yang dia terima tadi malam.


"Sebaiknya kalian cepat masuk," ucap Yudha gugup.


Robet dan Yunita pun heran ada apa ini. "Ada apa bro?" tanya Robet.


"Pokoknya kalian masuk dulu nanti kita bicarakan didalam," ucap Yudha sambil menjalankan kursi roda canggihnya.


Arumi yang melihat kedatangan mereka pun langsung menyambutnya dengan senang hati.


"Hay Rum," sapa Robet.


"Hay juga, wah mimpi apa kalian datang kesini?" tanya Arumi. Robet hanya tersenyum. Tanpa Robet sadari Arumi terus memperhatikanya. Arumi curiga adalah sikap Robet yang terlihat sangat mesra dan selalu berusaha menjaga Yunita.


"Apa ada sesuatu diantara kalain?" tanya Arumi sambil berbisik disebelah Robet. Robet hanya tersenyum malu.


"Wah, dasar gue bilang juga apa. Elo emang kadal tukang modus. Alih alih mau anaknya pengasuhnya juga elo embat ya," goda Arumi.


"Ya kan menyelam sambil minum air ya kan han(honey)," jawab Robet.


"Wah, anj*y manggilnya aja udah honey bunda. Kampret dasar," umpat Yudha sambil melempar bantal sofa ke arah Robet. Robet hanya tertawa mendengar umpatan sahabatnya.


"Kita kesini mau minta restu kalian, atau lebih tepatnya kita mau ngundang kalian diacara peresmian hubungan kami," ucap Robet malu malu. Yunita hanya tersenyum kala itu.


"Wah garcep (gerak cepat) bro," goda Arumi.


"Kami kan udah umur Rum masak mau pacaran terus," jawab Robet. Arumi sangat mengenal Robet dia bukan tipe pria yang mudah menjalin hubungan. Makan dari itu Arumi pun langsung mendukungnya.


"Kami doakan lancar sampai hari H ya Bet, Yun. Rumah tangganya juga Sakinah Mawadah dan Warohmah," ucap Arumi memberi dukungan.


"Amin!!!" jawab Yunita dan Robet barengan.


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka mengenai kabar yang mereka bawa.


Bersambung....

__ADS_1


CA:" Makasih buat kalian yang udah setia dengan karya karyaku. Kritik saran kalian adalah lah hal terbaik buatku. Jujur saya tak mampu menyebutkan nama kalian satu persatu tapi apresiasi kalian adalah semangatku. Terimakasih love buat kalian😍😍😍, kalian terbaikπŸ€—πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ€Ÿ."


__ADS_2