HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Berfikirlah Dewasa


__ADS_3

Yudha bangun dari tidurnya, matanya menatap disekelilingnya. Yudha terkejut saat melihat ada Deka dikamar rawatnya.


"Bang," panggil Yudha. Deka pun menoleh dan meletakan pekerjaanya. Deka beranjak dari duduknya dan menghampiri adek iparnya.


"Ya Yudh, kamu udah bangun?" tanya Deka.


"Jam berapa bang?" tanya Yudha.


"Jam 12.15 menit, kenapa kamu mau kekamar kecil?" tanya Deka, Yudha menggeleng.


"Kok Abang ada disini?" tanya Yudha.


"Deren yang kasih tau, tapi abang harap kamu jangan marah ama dia. Dia kan ga salah loh, dia mau kamu tetap berada dilingkungan keluarga Yudh, jangan menjauh dari kami. Kamu tau kami semua sayang sama kamu terutama ibuk dan istrimu. Ibuk belum Abang kasih tau soal kamu, tapi kamu harus tau istrimu seperti orang gila sekarang. Nangis terus ga henti henti," jawab Deka.


Yudha malah tersenyum sinis. "Dia cuma pura pura Bang," ucap Yudha mulai tak percaya dengan kesungguhan Arumi terhadapnya.


"Abang tau kalian saat ini sedang ada masalah. Tapi alangkah baiknya jika kamu berfikir lebih dewasa. Abang menilai wajar jika Arumi marah, Arumi kesel la wong mantan madunya licik plus bar bar gitu," ucap Deka. Yudha menatap tak percaya.


"Apa maksud abang?" tanya Yudha.


"Abang sudah baca chat istrimu dengan mantan rivalnya. Ya wajar lah kalau Arumi panas secara kan dia cinta banget sama kamu. Udah gitu sebelum ini kan kalian udah saling janji kan bakalan memulai lagi hubungan kalian. Abang tau rasanya gimana cinta bersemi kembali Yudh. Kamu jangan lupa Abang pernah diposisi yang sama seperti apa yang kalian rasakan. Dan tiba tiba cinta yang baru tumbuh itu di siram air panas otomatis melepuh lah. Jadi abang harap kamu belajar mengerti wanita Yudh. Mereka tu halus sehalus sutra maka kita harus hati hati merawatnya, kamu ngerti kan maksud abang?" ucap Deka panjang lebar menggambarkan situsi yang sedang Yudha dan Arumi hadapi.

__ADS_1


"Tapi Yudha pengen kasih pelajaran sama ratu drama Yudha bang. Kalau ngomong seenaknya sendiri. Yang ngatain ini lah itu lah, penghianat, brengsek sampek kepenjahat kelamin disebut," ucap Yudha geram, Deka malah tertawa pelan.


"Kok abang malah ketawa," ucap Yudha sambil mengerutkan dahinya.


"Ya kamu aneh, kira kira menurut kamu ucapan Arumi yang salah yang mana?" Deka malah membalikan ucapan Yudha. Yudha terlihat berfikit.


"Semuanya bener bang!" balas Yudha, Deka kembali tertawa.


"Lah itu tau ngapain sakit hati, aneh dasar adeknya Arti lama lama kamu ketularan oon juga Yudh," umpat Deka kembali tertawa.


"Tapi kan Yudha udah berusaha berubah bang, Yudha sudah berusaha lebih baik. Dan ga mengulangi kesalahan bodoh itu lagi," jawab Yudha ga mau disalahkan.


"Udah ga usah bingung Yudh, kalau kamu mau kasih pelajaran ke Rum ya ga papa. Kamu bisa uji kesungguhan cintanya dengan kesabaranya merawat kamu mungkin," ucap Deka. Seketika ide jahil Yudha melintas. Yudha pun tertawa pelan.


"Dasar kampret jalan kan sekarang otak lo, tau Abang," goda Deka.


Yudha kembali tersenyum. "Abang tadi cerita soal Desi, emang dia udah keluar dari penjara bang?" tanya Yudha.


"Emang dia dipenjara?" Deka malag balik bertanya.


"Iya, la itu anaknya dititipin ke Yudha. Kasihan juga ya bang udah dipenjara kena tumor otak pula," jawab Yudha. Deka mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Dipenjara dari mana, lagian mantan elo kan baik baik aja. Ga kelihatan sakit tu," jawab Deka.


"Kapan abang ketemu?" tanya Yudha lagi.


"Hah (Deka menghela nafas dalam dalam), Yudh denger ya, habis ini mendingan elo tobat dah. Jangan bikin repot semua orang," ucap Deka.


"Maksud abang, Yudha kan udah ga main cewek banh. Udan sembuh Yudha," jawab Yudha.


"Kemarin lo tau bini lo perang dunia ama rivalnya. Si Desi ditendang ama bini lo perutnya ampek pendarahan. No orang nya lagi dirawat dimari juga," ucap Deka. Yudha menatap tak percaya.


"Serius bang, Arumi berani. Gimana ceritanya bang?" tanya Yudha tak percaya.


"Heh, Arumi kok dilawan. Tu anak aslinya bar bar juga. Tapi abang baru tau sih, walah ga mau kalah dia diserangnya balik tu mantan rivalnya. Abang ama Deren yang misahin ampek geleng geleng, kata Deren hebat juga si Yudha, Dia amek ngeri ga mau katanya terlibat ama cewek. Mereka ratu drama hahaha seru seru," ternyata diam diam Deka malah menikmati adegan yang dia alami kemarin.


"Aish, Dasar Deren kampret. Mereka ga tau diri emang ga tau malu juga," ucap Yudha.


"Ga tau diri gimana, elo tu yang bikin mereka gitu. Kecakepan sih lo jadi orang ampek diperebutkan begitu," balas Deka. Yudha hanya tersenyum dan kembali berfikir.


Yudha termenung dan memikirkan bagaimana dia harus bersikap menghadapi ratu dramanya nanti. Haruskan dia menuruti nasehat abang iparnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2