HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Sahabat Sejati


__ADS_3

Pagi menjelang...


Berita heboh telah terjadi kecelakaan disekitar jurang tempat tinggal Juan (salah satu sahabat Yudha yang kemarin menikah) sampai juga ditelinga keluarga dan tetangga Juan.


Tentu saja ini membuat terkejut Juan dan Istrinya terlebih kecelakaan itu terjadi saat Yudha pulang dari rumahnya.


Juan dan beberapa orang dari kampungnya pun segera meluncur ke TKP( tempat kejadian perkara). Disana sudah ada beberapa petugas kepolisan yang mengidentifikasi mobil yang dikendarai sahabatnya.


Betapa shock-nya Juan saat tau bahwa mobil itu adalah milik sahabatnya. Juan langsung lemas seketika. Bingung harus berkata apa.


Juan langsung menghubungi Deren karena semalam ketika Yudha berpamitan dia bilang ada hal penting yang akan dibicarakan dengan Deren.


Juan masih menatap nanar pada mobil sahabatnya yang hangus terbakar tanpa sisa. Mustahil rasanya jika Yudha bisa selamat dari maut. Ditambah derasnya arus sungai yang tak bisa dibayangkan jika Yudha berada didalam sana.


Panggilan Juan untuk Deren pun terhubung, Deren segera menyambut panggilan telpon dari rekanya itu.


"Hay bro, wih pengantin baru ada apa ni pagi pagi cari intel mau diajarin gaya lo ya," canda Deren.


"Bukan bro, ini...hiks..," suara Juan terdengar lain membuat Deren curiga.


"Lo kenapa bro, ga kesambet kan lo?" tanya Deren gugup.


"Enggak bro, lo dimana sekarang?" tanya Juan.


"Ane lagi di Banjarmasin bro, emang ada apaan?" tanya Deren.

__ADS_1


"Yudha bro,"


"Yudha kenapa?"


"Yudha... !" suara Juan terdengar lain sepertinya dia ragu saat hendak berucap.


"Yudha kenapa?" tanya Deren lagi.


"Yudha kecelakaan bro, mobilnya habis hangus terbakar bro hiks..hiks..,mobilnya masuk jurang bro, Yudhanya belum ditemukan," Juan kembali menangis tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.


"Lo jangan ngawur bro, semalem dia masih sempet ngeWA ane," ucap Deren tak percaya.


"Ane kasih tau alamatnya ya bro, tolong cepet kesini. Kan cuma elo dari kita kita yang tau keluarga dia, termasuk istrinya kan. Nanti yang lain biar ane kabarin di grup," ucap Juan. Deren tertegun mana kala Juan menutup panggilan telponya. Yudha sahabatnya dikabarkan kecelakaan dan jasatnya ga diketemukan. "Ini gila," gumam Deren tak percaya.


Teman teman Yudha yang dekat denganya pun segera berkumpul. Termasuk Robet dia langsung datang ke Samarinda demi melihat kondisi sahabatnya.


Deren masih diam menunggu seberapa jauh pihak yang berwenang ini melaksanakan tugasnya.


"Bro sebaiknya lo minta anak buah lo aja lah yang nyari," pinta Juan gugup, rasanya masih tak percaya dengan ini.


"Bentar bro kita tunggu hasil kerja mereka," jawab Deren. Suaranya sedikit melemah.


"Gue ga tau bro mesti ngomong apa, gimana dengan anak istrinya. Mereka lagi dipuncak kebahagiaan kan. Gue ga sanggup bro bawa berita menyakitkan ini," ucap Robet. Wajahnya pun terlihat lesu dan kalut.


"Semalem doi nge-chat ane bro. Dia bilang minta semua surat yanh berhubungan dengan mantan istrinya disiapkan. Mungkinkah dia ribut sama istrinya bro. Soalnya dari pesan yang dia kirim dia minta disiapin surat cerai juga bro," ucap Deren menjelaskan apa yang sedikit dia ketahui.

__ADS_1


"Gila lo bro, jangan ngarang. Orang mereka lagi seneng senengnya sih," balas Robet.


"Dari mana lo tau?" tanya Deren.


"Kan gue kenal ama bininya. Dia kan kerja di hotel bokap. Gimana sih!" ucap Robet sedikit kesal.


"Ane bingung dengan ini bro sumpah, apa kita mesti dateng ke istrinya bro. Bukan maksud mau ikut campur bro. Siapa tau Yudha butuhin kita buat meluruskan masalahnya. Soalnya dia dititipin anak mantan bini keduanya bro takutnya istri tuanya salah paham." ucap Deren menjelaskan apa yang dia tau soal sahabatnya ini.


"Dibawa kemana tu anak?" tanya Robet.


"Ditaroh diapartemen bekas punya ane bro, dia belum mau cerita soalnya niatnya kan mau balikin apa yang dirampas mantan istri mudanya tu kan. Sekalian dah tu mau ngelurusin apa yang sebenarnya terjadi," balas Deren.


"Atau mungkin istrinya tau ini duluan terus berantem bro, ahh... kenapa ane jadi nebak nebak," tambah Juan.


"Yudha ni orangnya lambat banget bikin keputusan. Mana ga tegaan lagi," ucap Deren, sedikit menyesali sikap lambat Yudha.


"Kita bagi tugas bro, Ane sama Robet biat ke Jakarta dateng bininya. Lo ke Gresik ya dateng Ibu sama Kakaknya. Semoga Yudha segera diketemukan," ucap Deren.


"Sebaiknya lo minta anak buah lo buat bantu bro, masalah bayaran mereka ntar gue yang kasih," ucap Robet. Tatapanya sedikit galau bagaimana tidak ternyata rumah tangha sahabatnya tidak baik baik saja. Ada masalah yang tak main main disini.


"Bro siapa kuasa hukum Yudha?" tanya Robet.


"Si Johan, dia juga shock saat Yudha minta dia buat siapin surat cerai. Sebenarnya ada apa sih. Perasaan mereka baik baik saja," jawab Deren.


"Ayo bro jangan ngulur waktu lagi. Sebaiknya kita cari tau apa yang terjadi, kasihan Yudha kalau keinginanya tidak terpenuhi," jawab Juan. Penyesalan dalam diri sahabat shabata Yudha adalah sikap Yudha yang sulit untuk terbuka.

__ADS_1


Dia hanua menceritakan inti dari masalahnya. Tampa memberi tahu alur yang sebenarnya. Deren dan Robet pun langasung berangkat ke Jakarta dan Juan terbang ke Surabaya untuk menyampaikan kabar duka ini.


Bersambung....


__ADS_2