HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Fakta Mengejutkan


__ADS_3

"Astaga sebenernya itu perempuan, perempuan beneran ga sih, sebenarnya jati dia kemana sih," gerutu Deren.


Yudha diam, dia kembali berfikir.


"Sebaiknya ane temuin saja tu wanita ular, maunya dia apa sih sebenarnya," ucap Yudha.


"Dia udah bilang sama saya Pak, dia mau anaknya jauh jauh dari dia terserah mau diapain. Dijual kek dikasih orang kek tau mau dihabisin sekalian. Saya ga sangggup Pak. Seandainya...?" ucapan Yunita terhenti, wanita tomboy ini menangis menjadi jadi menciumi malaikat kecil yang tak berdosa dipangkuanya ini.


"Lo sayang Yun ama dia?" tanya Yudha.


"Sayang Pak, kasihan sekali dia," jawab Yunita.


"Ya udah tu baby buat elo, masalah utang keluarga lo biar aku nanti yang bereskan." ucap Yudha, Yunita belum berani menjawab dia malah menangis dan menangis entah apa yang dipikirkan perempuan ini.


Kemudian dia pun berkata, "Masalahnya saya ga punya tempat tinggal dan pekerjaan Pak, Kan Bapak Bapak tau sendiri apa pekerjaan saya. Jika ga ada job saya ga ada uang Pak. Lalu bagaimana cara saya menghidupi anak ini Pak. Saya ma mau mau aja dikasih, anak kan rejeki," jawab Yunita berterus terang dengan kondisi yang dihadapinya.


"Astaga kita lupa soal itu Yun," jawab Yudha terdiam.


"Elo mau kerja Yun jadi sopir big bos, lebih tepatnya jadi asisten pribadi. Masalah ni bayi gue negokan biar bisa lo bawa tinggal dirumahnya. Gimana?" tawar Deren. Yudha dan Yunita saling menatap tak percaya.


"Kalau saya mau mau aja pak, asal halal jadi sopir ya sopir lah, mau gimana lagi. Lagian saya kan harus bayar utang ama Pak Yudha juga kalau seandainya beliau jadi pinjemin saya uang buat bayar utang," jawab Yunita pasrah.


"Oke deal ya, ntar gue kabarin. Oia sedikit bocoran calon bos lo duren sedikit angkuh dan arogan lo sabar sabar ya!" belum apa apa Deren udah membuat nyali Yunita menciut.


"Saya akan coba Pak," jawab Yunita tegas.


Yudha dan Deren menghentikan percakapanya. Mereka pun memilih tidur disofa ruang tamu sedangkan Yunita dan bayi itu tidur dikamar Deren.


....


Keesokan harinya Yudha dan tim pengacaranya menemui Desi dipenjara.Desi langsung memeluk pria yang pernah jadi suaminya ini.


"Sayang, aku kangen," ucap Desi dalam isak tangisnya, Yudha tersenyum meremehkan.


"Heh sayang, sayang pala lu peyang," umpat Yudha sambil menghindar dari pelukan Desi.

__ADS_1


"Mas...!" ucap Desi, dia tau dia salah tapi hatinya sepertinya masih menyukai pria yang pernah menjalin asmara denganya ini.


"Duduk aku mau bertanya sesuatu sama kamu," perintah Yudha. Gayanya yang bossy membuat hati Desi kembali meleleh.


"Ada apa sayang, memangnya kamu udah ga cinta sama aku," rayu Desi.


"Heh, cinta konon. Lihat kamu aja aku muak, andai bukan karena anak dan istriku aku pun ogah ketemu kamu," ucap Yudha ketus.


"Apa maksudmu?" tanya Desi lagi.


"Apa yang kamu katakan pada istriku, bukankah kamu sudah mengambil hampir semua yang aku miliki. Lalu kenapa kamu masih mengusik hidupku, bukankah tujuanmu hanya hartaku lalu kenapa kamu seolah tak rela melepasku?" tanya Yudha masih santai tapi pas banget dihari Desi.


"Karena aku mencintaimu," jawab Desi.


"Cintamu egois Des, aku menyesal pernah mengenalmu," ucap Yudha.


"Maafkan aku mas, aku udah egois," jawab Desi, raut wajahnya terlihat pucat kala itu.


"Boleh aku tau bagaimana caramu memanipulasi pemindahan asetku?" tanya Yudha, malas sekali rasanya basa basi.


"Heh, nasi sudah menjadi bubur Des, rasanya kamu tak pantas mendapatkan maaf dari siappun. Dariku, anak istriku bahkan dari putrimu," ucap Yudha jengkel.


"Dari mana mas tau tentang putriku?" tanya Desi.


"Heh, apapun yang kamu perbuat aku tau Des. Dengan siapa kamu tidur aku juga tau. Bahkan kamu dimanfaatkan oleh sepupu gilamu itu aku juga tau," jawab Yudha dengan nada meremehkan.


Desi sudah tak bisa berkata apa apa lagi, dia hanya diam karena pada kenyataanya dia memang dimanfaatkan oleh abang sepupunya.


"Maafkan aku mas, karena keegoisanku anak istrimu menderita tolong sampaikan maafku pada mbak Rum, aku minta maaf mas," jawab Desi.


Dia pun memilih berdiri hendak meninggalkan Yudha," Tunggu Des," pinta Yudha.


"Apa mas?"


"Boleh aku mengambil apa yang sudah kamu ambil dariku?" tanya Yudha. Desi hanya menganguk menyetujui apa yang Yudha inginkan. Terbesit tanya didalam hati Yudha perihal apa yang Desi sembunyikan darinya.

__ADS_1


"Des, bagaimana dengan putrimu?" tanya Yudha.


"Aku menyayanginya mas, tapi apalah daya ayahnya tak mau mengakuinya makanya aku...aku memanipulasi aktenya, maafkan aku mas!" jawab Desi, dia pun kembali duduk dan menangis menjadi jadi


"Boleh aku tau siapa ayah bayimu?" tanya Yudha.


"Mas Aryo mas," jawab Desi, betapa terkejutnya Yudha. Aryo bukan hanya membodohi adek sepupunya ini ternyata dia juga memakanya juga.


"Astaga Des, kenapa kamu bisa sebodoh ini," ucap Yudha heran. Ternyata biang dari semua masalah yang membelitnya adalah Aryo mantan sahabat karipnya.


"Semua sudah terlanjur mas, mas Aryo sudah mengambil semuanya dariku saat pertama kali keluargaku menitipkan aku pada keluarganya. Bahkan mas Aryo tega menjualku mas," deraian air mata Desi membuat Yudha tak tega.


"Kenapa kamu ga cerita ini saat kamu jadi istriku Des, kenapa kamu bersikap seolah kamu menikmati itu. Kenapa Des?" tanya Yudha, bagaimanapun Desi pernah mengukir kisah bersamanya mana mungkin dia acuh begitu saja.


"Aku hanya ga mau orang lain tau bebanku mas, rasanya Aku ingin mati saja. Tapi sepertinya Tuhan akan segera mengabulkan doaku karena...?" Desi memotong ucapanya. Dia terdiam seolah ragu untuk mengucapkan rahasianya.


"Karena apa Des?" tanya Yudha.


"Karena kanker yang ada diotaku sudah menyebar," jawab Desi pelan. Betapa terkejutnya Yudha saat tau betapa menderitanya wanita yang pernah mengisi hatinya ini.


"Kanker, jangan ngawur kamu Des!?" ucap Yudha seolah tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.


"Aku ga ngawur mas, mas ga lihat rambutku menipis," ucap Desi sambil menunjukan rambutnya yang mulai rontok.


Yudha kembali menatap tak percaya kenyataan yang kini sedang dihadapinya.


"Des, apa yang bisa ku lakukan untukmu?" tanya Yudha. Desi diam jujur dia ingin menyampaikan isi hatinya pada Yudha. Tapi dia ragu. Yudha tau kalau Desi ragu.


"Ga usah ragu Des, katakanlah apa yang bisa aku lakukan untukmu?" tanya Yudha, entah kenapa Yudha sangat kasihan pada wanita yang pernah mengukir kisah bersamanya ini.


"Jika mas sudi aku titip putriku mas, tolong jaga dia katakan padanya bahwa ibu bejatnya ini sangat menyayanginya. Jika mas sudi maukah mas bawa mbak Rum kesini aku ingin minta maaf langsung padanya mas," ucap Desi mata yang dulu indah kini terlihat sayu dan tak bersemangat. Seolah dunia telah merenggut semua kecantikan yang dia miliki. Terlihat jelas dari sorot mata itu bahwa hanya hati yang telah hancurlah yang tersisa.


"Sabar ya Des, aku akan coba bawa Rum kesini, semoga dia mau ya. Soal anakmu kamu ga usah pikirin aku akan rawat dia untukmu," jawab Yudha.


Desi tersenyum kala itu, lima menit kemudian penjaga meminta Desi kembali ke sel nya karena jam besuk sudah habis.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2