HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Yunita Koma


__ADS_3

Deren melangkahkan kakinya dengan langkah gontai. Perasaan yang selama ini dihindarinya kini datang lagi. Senyuman Aisyah sungguh membuatnya tak berdaya.


Deren kembali duduk di depan ruang pemandian jenazah. Hatinya kalut hatinya bingung, protes dan meronta tak menentu.


Ingin sekali Deren berlari kearah Aisyah dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada hatinya. Tapi mana mungkin Aisyah mana tahu. Aneh aneh aja.


*****


Diruang ICU rumah sakit itu juga ada seorang pria yang diam terpaku menangisi keadaan kekasihnya. Wanita yang dilihatnya tangguh beberapa jam yang lalu itu, kini tergolek lemah tak berdaya dengan beberapa alat alat bantu kehidupan yang menempel ditubuhnya.


Robet sendirian kala itu, karena anak buah Yunita sedang mengurus pemakaman Steven atas perintah Yudha.


Kesedihan Robet bertambah dikala tim medis di sana tak mengizinkan dia menemani kekasihnya. Di luar hanya terdengar suara monitor yang memantau perkembangan kekasihnya.


Robet tertunduk lesu mana kala dia mengingat ciuman yang diberikan Yunita kala itu. Mungkinkah ini ?, batinnya.


"Tidak tidak tidak ini tidak boleh terjadi, Yunita harus selamat. Ya Tuhan tolong selamatkan dia," gumam Robet, Hatinya kembali bergemuruh ketakutan. Takut akan kemungkinan yang akan terjadi pada kekasihnya.


Tak lama Yudha pun datang, bersama seorang suster yang membantunya mendorong kursi rodanya. Yudha menghampiri pria yang sedang gundah itu. "Bro gimana Yunita?" tanya Yudha.


"Dia koma bro," jawab Robet pelan, tak terasa matanya berkaca kaca. Dadanya terasa sesak sekali. Terlihat jelas bahwa dia sangat takut kehilangan orang yang sangat dicintainya. Yudha paham betul soal itu. Robet pernah melewati ini bahkan saat itu cintanya bersama sang istri lagi merekah merekahnya.


"Kata dokter apa bro?" tanya Yudha lagi.


"Dia kehabisan banyak darah bro, dan Syok sepsis akibat benda tajam. Ada luka robek diperut dan lenganya," jawab Robet tangisannya pecah kala dia kembali mengingat betapa kalemnya wanita itu saat bersamanya.


"Sabar bro, Yunita wanita yang kuat dia pasti bisa melewati ini Insya Allah. Kita jangan putus doa supaya dia juga punya kekuatan untuk bertahan." ucap Yudha.


"Insya Allah bro," balas Robet.


" Elo udah kabarin keluarganya belum?" tanya Yudha.


"Udah bro, tapi bokapnya ga bisa kesini. Bokapnya udah ga bisa jalan bro, ibuknya udah meninggal kan. Adeknya ga bisa ninggalin bokapnya sendirian," jawab Robet, ternyata dibalik sikapnya yang tegar terdapat beban hidup yang mencengangkan. Sepertinya Yunita memang hidup dalam kesulitan.


"Kok kita ga tau bro kalau nyokapnya udah ga ada. Serius lo ane ga tau," ucap Yudha terkejut.


"Meninggalnya belum lama bro, dua atau tiga bulan yang lalu lah. Pas lo masuk RS (rumah sakit)," jawab Robet.

__ADS_1


"Ya Tuhan kasihan bener wonder women kita ni. Bro sumpah ane kagak nyangka kok lo bisa jatuh citrong ama dia, cerita dong dikit," pancing Yudha, agar Robet sedikit melupakan kesedihanya.


"Ga tau lah," jawab Robet malu malu.


"Anj*i lo kampret, sama aja lo ama si Deren sialan itu. Eh lo tahu ga diam diam ketua geng kita lagi merasakan kupu kupu asmara juga bro kayak elo," ucap Yudha sambil tertawa pelan.


"Benarkah, sama siapa?" tanya Robet tak bersemangat. Yudha paham jika sahabatnya ini dalam taraf kesediahan yang tinggi.


"Sama salah satu suster yang kerja dimari, uiih selera ketua geng kita ga main main bro. Bening pisan hahahaha," canda Yudha. Yudha Yudha kumat pula jiwa kadalnya.


"Mata lo soak, lihat yang bening dikit langsung dah. Ratu drama lo mau dikemanain!" ucap Robet, Yudha hanya tertawa meladeni kekesalan sahabatnya.


"Ibu Ratu ma selalu disini bro ga akan pernah tergantikan," jawab Yudha yakin sambil mengelus dadanya.


"Dimana ratu drama elo?" tanya Robet.


"Dia ada bro diruang perawatan," jawab Yudha pelan.


"Diruang perawatan, emang dia kenapa bro?" tanya Robet khawatir.


"Dia ga papa, ratu drama ane habis duel maut sama rivalnya. Ga kebayang mereka kayak apa tadi. Ternyata wanita kalau emosi ga kalah juga seramnya ama kita para lelaki," ucap Yudha sambil mengosok gosok dagunya.


"Dia lah, rivalnya end bro," jawab Yudha, meski ucapannya terdengar enteng tapi tak dipungkiri disana juga terlihat jelas penyesalan yang membelenggu hatinya.


"End, maksud elo?" Robet makin penasaran dengan apa yang ingin dia ketahui.


"Ya itu, Desi ga mau tertangkap polisi. Dia memilih mengahiri hidupnya," jawab Yudha lagi.


"Hah!!" pekik Robet. Tentu saja dia terkejut dengan ini. Yudha hanya diam tertunduk.


"Gila bro, gue ga nyaka tu perempuan bisa senekat itu," balas Robet tak percaya.


"Ane nyesel bro, kesalahan ane bisa berbuntut panjang seperti ini," ucap Yudha, Robet tau jika sahabatnya sedang tidak berbohong.


"Semua ini bukan semua salah elo bro, seandainya Desi udah ga mengusik hidup kalian, semua ini juga ga bakalan terjadi. Udah lah ga perlu disesali. Oia ketua geng kita kemana?" tanya Robet, sambil clingukan mencari salah satu sahabatnya.


"Dia lagi di kamar jenazah bro," jawab Yudha. Robet kembali menatap tak percaya kearah Yudha.

__ADS_1


"Kamar jenazah, ngapain?" tanya Robet bingung.


"Abangnya meninggal bro," jawab Yudha.


"Astaga, abangnya yang mana?" Robet masih ga mengerti dengan apa yang dimaksud sahabatnya.


"Deren tu ada abang sebenarnya, namanya Steven. Salah satu M( mafia) terhebat di Negara ini. Dan...ternyata bang Stev adalah target polisi. Ane ga tau bro jika yang menculik istri ane tu bang Stev yang sedang bekerja sama dengan Desi. Ahh...ga tau lah bro ruwet banget ceritanya." ucap Yudha, dia terlihat menyerah dan ga habis pikir dengan kenyataan yang kini sedang dihadapinya.


"Ya Tuhan, ternyata ruwet banget ceritanya. Ahhh...gue makin ga ngerti bro," jawab Robet dia pun terlihat tak percaya dengan cerita yang dibawa oleh Yudha.


"Sebaiknya kita samperin Deren bro kasihan," ajak Robet.


"Gimana dengan Yunita nanti kalau disadar?" tanya Yudha.


"Aku bilang dulu ama suster biar ntar cepet ngabarin kalau ada apa apa," ucap Robet. Yudha pun mengijikanya.


Robet pun mendorong kursi roda yang diduduki sahabatnya.


"Bro nanya sekali lagi boleh?" tanya Robet.


"Hemmm," jawab Yudha.


"Deren ni berarti masih ada saudara dulu, lalu sekarang ada lagi kagak selain abangnya?" tanya Robet.


"Udah ga ada, dia cuma berdua doang ama abangnya?" jawab Yudha.


"Ooo, soalnya gue kan ga tau kalau Deren masih ada keluarga," ucap Robet.


"Kalau detail banget sih ane ga bisa cerita bro, yang jelas dia itu orang baik dan ya dia berhak bahagia," jawab Yudha.


"Kamu bener bro, Deren orang yang tulus," balas Robet.


Sungguh bagi Robet, semua yang dia ketahui hari ini sungguh diluar dugaanya. Rahasia tentang kekasihnya dan juga sahabatnya membuatnya tercengang.


Bersambung...


CA :" Yang suka dengan pria arogan, sombong, menyebalkan suka menjunjung tinggi harga diri tapi labil tingkat dewa bisa kepoin kisahnya di PRIA LABILKU dijamin kalian pasti bakalan gemes grigitan dan pengen nabok, oke happy reading ditunggu like dan komenya disana ya...salan sayang dari Rini Sya😍😍😍😍."

__ADS_1



__ADS_2