HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Membuktikan


__ADS_3

Tak cukup sampai disitu Desi pun kembali mengirim pesan teks pada Arumi alamat apartemen yang kini dihuni oleh putri dan pengasuhnya.


"Jika kamu ga percaya silakan saja kamu cek keberadaan putri kami diapatemen milik suami kita diapartemen Pademangan blok A lantai 12 no 124," tulis Desi. Arumi pun membaca dan menpelajari alamat itu dengan baik.


Arumi meraih tas tangannya dan kunci mobilnya, dengan penuh emosi dia pun segera pergi menuju alamat yang diberikan oleh rivalnya itu.


Diperjalanan Arumi menangis menjadi jadi. Memaki dan menjerit histeris. Suara tangisnya sedikit tersendat karena semua rasa kecewa menjadi satu menyumbat tenggorokanya.


"Jika ini benar, awas saja kamu mas. Selama ini aku diam aku iklas bahkan aku memberikan maaf untukmu. Demi cinta kita demi buah hati kita demi impian kita. Ternyata apa yang aku alami semu. Kamu jahat mas hiks...hiks...hiks...," Arumi kembali menangis menjadi jadi. Arumi menangis dan terus menangis.


Arumi memarkirkan kendaraanya dengan sempurna. Menghela nafas dalam dalam dan menyiapkan mentalnya.


Arumi masuk kedalam lift dengan perasaan yang sulit untuk diartikan. Dia ber usaha kuat dan tabah. Menghentikan sementara air mata nakalnya. Kini Arumi telah berada persis di depan pintu apartemen milik Yudha. Dia pun memencet bel yang ada didepan pintu. Dan dengan setia dia menunggu sang penghuni untuk membukakan pintu.


Terdengar dari dalam langkah ada seseorang yang datang menghampiri pintu. Makin cepat detak jantung yang Arumi rasakan.


Sang penghuni pun membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


"Siapa ya?" tanya Yunita. Arumi masih berusaha menahan emosinya.


"Maaf mbak apa benar ini rumahnya Chef Yudha?" tanya Arumi lagi.


"Benar mbak, ini rumah Chef Yudha. Ada apa ya bisa saya bantu?" tanya Yunita. Jujur saja Yunita bingung dia melihat raut wajah wanita ini terlihat marah kecewa dan sedih.


"Oh, maaf kalau boleh tau anda siapanya chef Yudha ya dan siapa bayi ini apakah ini putri kalian?" tanya Arumi pura pura tersenyum dan mengelus pipi gembil bayi itu.


"Oh, bukan bu saya hanya pengasuh bayi ini. Ibu mau masuk tapi bapak lagi ga ada!" jawab Yunita jujur. Arumi menatap sekilas wajah wanita yang ada didepanya.


"Oh, chef Yudha ga ada ya. Ya udah saya permisi ya. Terimakasih," ucap Arumi. Dia pun berpamitan dan segera pergi.


Arumi masuk kedalam mobilnya.Kembali Dia menangis menjadi jadi. Mengumpat sesuka hatinya, "Awas kamu mas, lihat aja yang akan aku lakukan. Kamu tak akan pernah ketemu dengan anak anakmu. Aku akan membawa mereka pergi jauh darimu. Kamu dengar!!!!" teriak Arumi. Mengancam dan mengumoat sesuaka hatinyam


Arumi memukul stir yang ada di depanya dengan membabi buta. Seolah itu adalah Yudha.


Disisi lain wanita rubah yang menyulut api kebencian untuk Arumi tertawa senang. Dia pun kembali mengirim pesan teks pada Arumi.

__ADS_1


"Bagaimana sayang kamu sudah membuktikanya heemm," ledek Desi dalam pesan teksnya. Arumi yang emosi langsung menghubunginya by phone..


"Hallo sayang kenapa masih kurang percaya," sambut Desi dengan suara mengodanya.


"Brengs*k kamu, br*ngsek kalian, dasar bajing*n penghian*t!!!" teriak Arumi, umpatan yang dia tahan selama ini dia pun keluarkan semua. Desi malah tertawa mendengar umpatan dan kemarahan Arumi untuknya.


"Slow sayang slow, santai santai. Aku kan baik kasih tau kenyataan yang ada. Dia sekarang lagi bareng sama aku loh. Kamu ga usah marah marah gitu nanti kalau dia degar bisa bisa kamu langsung ditalak tiga. Karena menyakiti telinga wanita yang dicintainya heemm," ucap Desi manja manja gitu. Menjengkeljan sekali rasanya. Arumi menelan ludah kemarahanya. Jika wanita rubahbada didepanya sekarang mungkin Arumi akan menghabisinya.


"Brengs*k!!!!" teriak Arumi lagi.


"Siapa yang kamu bilang brengs*k hah, makanya jadi perempuan jangan gobl*k di tipu cowok mau mau aja. Heh dengar ya wanita sok alim. Mas Yudha itu cintanya cuma sama aku buktinya dia kasih semua yang aku mau kan. Jagain anak kami saat aku liburan. Selalu pulang ke Samarinda saat ku suruh. Aduh sayang kamu tu yang kelewat bod*h mau mau aja dikibulin...gitu kok nyalahin orang lain. Aneh," ucap Desi dengan santainya. Emosi Arumi sudah tak terbendung lagi percuma dia bicara dengan wanita yang tak memiliki rasa bersalah. Arumi pun memutuskan panggilan telponya. Arumi kembali memangis menjadi jadi. Rasa sesak didadanya dia tumpahkan semua.


Tak puas sampai disitu kembali Desi mengirim pesan teks untuknya. "Suami kita makin hot ya, masak semalem dia nambah sampek empat kali. Makasih ya kamu udah ajarin dia banyak gaya. Makin suka aku bercinta sama dia," tulis Desi dia pun menambahkan gambar sexy dicaptionnya. Ini sungguh membuat Arumi gila. Bagaimana tidak sesuatu yang dialaminya diucapkan dan digambarkan langsung oleh seseorang yang mencabik cabik perasaanya.


Arumi marah, harga dirinya diinjak ijak habis oleh madunya. Hatinya dihancurkan hingga tak berbentuk lagi. "Ya Tuhan apa salahku??" gumam Arumi.


"Mas, aku tulus mencintaimu bahkan kemarin malam kita saling berjanji akan selalu setia bukan. Kita mulai dari awal lagi kisah cinta kita. Lalu kenapa kamu tega memperlakukanku seperti ini mas. Aku harus bagaimana sekarang?" tanya Arumi pada foto Yudha yang ada di wallpaper ponselnya.

__ADS_1


Arumi termenung dalam diam. Pikiranya melayang entah kemana. Bukti kebohongan Yudha telah dia dapatkan. Lalu apa lagi yang dia tunggu. Kamu harus memutuskan Arumi, bukankah kamu bisa hidup tanpanya hah. Untuk apa kamu menangis hanya untuk pria yang tak pantas mendapatkan cintamu hah. Ayolah bangkit Arumi, ahiri semua sampai disini batin Arumi. Kemudian dengan tekat kuatnya Arumi pun melajukan kendaraanya untuk pulang kerumah.


Bersambung..


__ADS_2