
Dalam perjalanan menuju Samarinda Arumi lebih banyak diam. Berkali kali Robet menawarinya makan dan minum dia hanya menggeleng. Jangankan untuk menelan makanan atau minuman, Menalan ludah saja rasanya pahit.
Arumi tertidur dimobil mungkin karena kelelahan Robet dan Deren bergantian membawa mobil karena lokasi dimana Yudha kecelakaan sangat lah jauh.
"Bet, sebaiknya ni perempuan kita bawa ke markas ane apa gimana?" tanya Deren, Robet pun menoleh kebelakang.
"Jangan kita bawa ke apartemen abang iparnya saja, Juan dan keluarganya menunggu disana," jawab Robet.
"Juan sudah ngabarin elo?" tanya Deren.
"Sudah, setengah jam yang lalu mereka sampai. Mana kakaknya pingsan terus. Macam mana ini ngadepin dua perempuan tukang pingsan. Hah melelahkan sekali," gerutu Robet. Deren malah tertawa pelan mendengar sahabatnya mengeluh.
"Kata Yudha semua perempuan ratu drama, ternyata dia bener. Cinta aja sok sok an marah, udah begini aja ditangisin," ucap Deren sambil tertawa. Saat membahas perempuan tiba tiba Robet teringat pada sosok Yunita yang dinilainya istimewa.
"Bro, yang tadi jaga anak Desi anak buah elo?" tanya Robet. Deren langsung menatap curiga pada sahabatnya.
"Why?" tanya Robet.
"Kagak!"
"Kalau ga mau jawab ya udah, ga usah senyum senyum kali t*i lo," umpat Robet. Deren kembali tertawa.
"Dih marah, hahahaha," Deren kembali menertawakan sahabatnya.
"Ngapain marah, gue kan cuma nanya," jawab Robet kesal.
"Hah, mendingan lo kagak usah tanya tanya soal doi kalau lo kagak serius. Kasihan doi wanita baik baik ga cocok buat lo mainin," jawab Deren ga pakek basa basi. Disamping dia ga mau anak buahnya jatuh pada orang yang salah. Deren juga sangat melindungi sahabat sahabatnya.
__ADS_1
"Anj*y kampr*t lo, orang gue cuma nanya. Jawabnya aneh aneh pula," jawab Robet malu malu.
"Ane tau jantung lo bergetar kan lihat anak buah Ane, heh tau gue," goda Deren.
"Diem lo kampr*t, kita urus ratu drama yang lagi patah hati ni aja dulu," ucap Robet berusaha mengalihkan perhatian Deren.
"Hahahaha, iya iya. Tadinya Ane mau suruh Yunita ikut elo. Katanya lo butuh asisten," ucap Deren. Robet pun menatap Deren.
"Boleh deh," jawab Robet spontan. Deren sudah menebak ini, dia pun tertawa dengan apa yang dia perkirakan.
"Diem lo set*n," umpat Robet.
"Iye iye ane diem. Astaga!" jawab Deren sembari terus melajukan kendaraanya.
"Bang Deka sudah ngerahin pasukanya, anak buah Ane juga udah Ane sebar," ucap Deren.
"Syukurlah, nanti gue sumbang dananya. Semoga Yudha ga kenapa kenapa ya bro. Kasihan anak anaknya masih kecil kecil," ucap Robet. Saat Robet menyebut nama suaminya saat itu juga Arumi bangun dan mendengar pembicaraan mereka.
"Udah Rum, jangan nangis terus kita semua lagi berusaha bantu cari suami kamu. Bahkan anak buah Deren dan bang Deka juga udah turun tangan. Abang elo siapa namanya yang serem mirip Deren gini ?" pancing Robet agar Arumi mau ngomong dan sedikit tenang.
"Bang Joker," ucap Arumi.
"Ya itu bang Joker, beliau juga langsung terjun ke lapangam buat nyari adeknya. Jadi sabar ya Rum. Tetep doanya jangan diputus," ucap Robet berusaha membuat tenang sahabatnya.
"Aku takut Bet," ucap Arumi kembali terisak dalam tangisnya.
"Sabar ya Rum, Yudha pasti baik baik saja heemm," ucap Robet.
__ADS_1
Deren masih saja konsentrasi pada jalanan yang ada di depanya. Arumi memperhatikan jalanan ini bukan menuju TKP yang diceritakan oleh mereka. Ini menuju apartemen iparnya.
"Ini bukan tempat yang kalian ceritakan Bet, ini kan apartemen mbak Arti," ucap Arumi.
"Bener Rum, kamu disini dulu sama mbak Arti nanti kalau ada kabar soal Yudha kami kasih tau," jawab Robet.
"Enggak..enggak... aku ga mau disini. Aku mau ikut kalian ke TKP. Aku mau mencari suamiku Bet, aku ga mau disini," jawab Arumi kembali histeris. Telinga Deren dan Robet jadi korban kali ini. Mereka pun spontan menutup telinga.
"Rum, disana medannya terjal ga mungkin kita bawa bawa kamu," jawab Robet, mencoba bernegosiasi dengan keinginan Arumi.
"Pokoknya enggak Bet, aku ikut kalian cari suamiku. Aku ga mau duduk diam, enggak Bet pliss tolong jangan mencegahku, Aku mohon pak Deren," kembali Arumi mengeluarkan rayuan mautnya. Deren dan Robet tak bisa berbuat apa apa kalau sudah begini. Terpaksa mereka putar balik dan menuruti kemauan ratu drama yang mereka bawa.
Sesampainya di TKP hari sudah hampir pagi, disana berjejer mobil yang membawa Deka dan anak buahnya.
Arumi keluar dari mobil dan langsung menghambur kepelukan Deka. Membuat Robet dan Deren terpana.
"Papi," penggil Arumi.
Deka pun langsung menyambut Arumi dengan pelukanya.
"Sabar ya Rum, semoga Yudha ga apa apa," ucap Deka sambil menenangkan adek iparnya. Deka menyambut uluran tangan Deren dan juga Robet.
"Gimana bang?" tanya Deren.
"Mereka semua sedang menyisir sungai ini, semoga target segera ditemukan," jawab Deka.
Arumi melepas pelukanya, Deka pun memberikan jaketnya dan memakaikanya pada Arumi. Arumi pun menerimanya.
__ADS_1
Deren langsung menganti pakaianya menjadi safety stabdarts, " Apakah belum ada informasi dari Tim SARS bang?" tanya Robet. Deka menggeleng. Dia belum mau banyak bicara karena jujur saja hatinya juga kacau saat ini.
Bersambung...