HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Arumi Enggan Mengalah


__ADS_3

Arumi datang kembali kerumah sakit, kali ini dia datang sendiri karena dia merasa dia telah melakukan kesalahan.


Arumi masuk kedalam ruangan Desi dengan angkuhnya. Desi yang melihat kedatangan Arumi sedikit geram.


"Ngapain kamu dateng lagi kesini, masih belum puas kamu ya nglihat aku keyak gini. Dasar wanita bar bar," umpat Desi geram.


Arumi malah tertawa mendengar umpatan Desi. "Enggak aku kesini ga mau ribut sama kamu, aku hanya mau menyampaikan sesuatu sama kamu. Sebaiknya kamu ga usah mimpi jadi istri suamiku lagi. Karena sekarang aku ga akan mau mengalah," jawab Arumi santai bahkan dia melipat kedua tanganya dan memasang muka datar tanpa dosa.


"Enak aja, mas Yudha itu kekasih dunia ahiratku kamu tau," jawab Desi tak mau kalah.


"Aku tu kasihan deh sama kamu. Kamu tu cantik tapi kok mau maunya ya jadi pelakor. Kayak ga punya harga diri tau ga," ucap Arumu geram.


"Eh, siapa kamu ngatur ngatur aku. Suka suka aku lah," balas Desi.


"Aku peringatkan sama kamu ya, awas aja kalau kamu berani merusak rumah tanggaku lagi. Aku akan bikin kamu lebih sakit dari ini," ancam Arumi. Dia pun hendak melangkah keluar, langkahnya terhenti ketika mengingat anak Desi ada bersamanya.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu ambil anakmu jika kamu ga ingin dia dalam bahaya," ancam Arumi.


"Heh, aku tidak perduli matiin aja kalau kamu mau," deg... Arumi tak menyangka jika rivalnya ini akan berkata demikian.


"Apa kamu bilang?" tanya Arumi kemudian dia kembali berbalik dan melangkah mendekati Desi.


"Ga usah sok kaget, kamu pikir aku perduli dengan anak itu heh," ucap Desi sinis. Arumi tak menyangka jika didunia ini ada wanita berhati iblis. Dan kenyataan itu nyata didepan matanya.


"Astaga, kamu ini manusia apa bukan sih?" tanya Arumi. Desi hanya diam.


"Ga usah sok alim. Apa kamu juga mau jika kamu tak menginginkan anak, terus tiba tiba dia ada, ga mau kalau aku, gila aja," ucap Desi. Jika dinegara ini ga ada hukum mungkin udah Arumi cekik kali tu perempuan.


"Astaga, kasihan sekali anak itu. Mimpi apa dia bisa lahir dari perut wanita iblis sepertimu," ucap Arumi.


"Udah tau aku iblis ngapain kamu dekat dekat," balas Desi.

__ADS_1


"Ih ogah ya ngapain juga deket deket ama kamu, Aku kesini cuma mau kasihbkamu peringatan waniga gila. Jangan sampai kamu deketin suamiku lagi," balas Arumi.


"Orangnya aja tau hidup tau enggak aneh," balas Desi. Rasanya pengen sekali Arumi becek becek dah ni orang.


"Suamiku pasti selamat, hatiku mengatakan itu. Kamu dengar dan feelling seorang istri ga pernah salah." jawab Arumi enggan mengalah.


"Mimpi aja sana," balas Desi sinis.


Ya Tuhan rasanya percuma berdebat dengan wanita tanpa dosa ini. Arumi jengah Arumi malas dia pun memilih pergi meninggalkan Desi sendiri.


Arumi melangkahkan kaki dengan perasaan yang sulit diartikan. Baru kali ini dia bertemu wanita tanpa hati.


Arumi duduk disalah satu bangku kosong didepan ruang rawat inap seseorang. Pikiranya melayang membayangkan apa yang dikatakan Desi menjadi kenyataan. Dia takut suaminya tak kan pernah kembali. Arumi ga tau harus bilang apa nanti pada anak anaknya khususnya Ditya yang sangat menyayangi Abinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2