HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
#HSBM Season 2 Kegelisahan Robet


__ADS_3

Robet kembali ke rumah Omanya untuk memohon pada wanita yang membawa pergi istrinya itu. Robet seperti anak ayam kehilangan induknya. Memohon dan terus memohon pada Oma Rose. Sayangnya wanita tua itu tak bergeming.


"Oma...Robet mohon, kasih tau Robet dimana istri Robet Oma," pinta Robet sambil bersimpuh dan memohon pada Omanya.


"Untuk apa kau cari dia, mau kau jadikan pembantu lagi. Nyuci mobilmu lagi, mengerjakan pekerjaan kasar itu lagi hah!" ucap Oma Rose geram.


"Tidak Oma Robet janji, Robet akan memperbaiki semuanya. Robet kan menyayangi dia Oma, Robet mohon," ucap Robet masih setia bersimpuh di depan Omanya.


"Oma mohon maaf cucuku, istrimu kekeh minta pisah. Dia tak ingin kembali padamu. Harga diri yang telah kau injak dan luka yang telah kau torehkan dari mulutmu terlalu dalam untuknya. Dia bilang akan kembali ke dunianya. Mungkin akhir bulan ini dia akan terbang ke Eropa untuk mengawal salah satu orang penting dari negara ini," ucap Oma Rose memberitahu apa yang akan di kerjakan oleh Yunita setelah resmi bercerai darinya.


"Tidak Oma, jangan biarkan dia kembali ke dunia itu. Dia hampir kehilangan nyawanya sebelum ini," jawab Robet ketakutan.


"Ini sudah menjadi keputusannya Robet. Kita tak bisa mencegahnya. Bahkan dia sudah mengurus paspor untuk keberangkatannya," jawab Oma Rose lagi menengaskan.


"Tidak Oma, ini tidak boleh terjadi. Tolong ijinkan aku bertemu dengannya Oma. Aku tidak mau kehilangan dia Oma. Kami sudah sama sama berjanji untuk sehidup semati, dan dia akan berhenti dari pekerjaan ini setelah kami menikah. Jangan biarkan dia kembali pada pekerjaan yang selalu mengintai nyawanya itu Oma. Robet mohon Oma!!" ucap Robet dengan nada yang cukup serius dan khawatir. Robet galau dalam tangisanya, Robet takut bagaimana jika Yunita benar benar nekat dan berangkat ke Eropa.


"Lalu kenapa kamu memperlakukan dia seperti itu Robet. Kemana hati nuranimu saat itu ha?" tanya Oma Rose geram.


"Maafkan Robet Oma, Robet telah salah menilai dia," jawab Robet memelas. Oma Rose sungguh memiliki pendirian yang sangat teguh. Hati wanita ini sungguh tak bisa diluluhkan dengan mudah. Robet terdiam sejenak, lalu dia pun mengingat seseorang.


"Kopri...Kopri di mana Oma. Kalau Oma ga mau kasih tahu dimana istri Robet. Robet akan cari sendiri di manapun dia berada," ancam Robet. Oma Rose tersenyum licik.


"Coba saja kau cari, saat ini istrimu pun sudah ga ada di negara ini." jawab Oma Rose mulai geram.


"Oma pasti bohong!" teriak Robet tak percaya.

__ADS_1


"Heh...untuk apa Oma bohong. Apa untungnya buat Oma, Oma hanya mengembalikan keadaan seperti semula. Oma selalu mengajarimu untuk memakai hatimu sebelum otakmu bukan!" tantang Oma Rose, dia sudah sampai diujung kesabaranya melayani cuci bodohnya ini.


"Ya Tuhan, di mana kamu istriku," ucap Robet frustasi.


"Sebaiknya kau kejar pria yang menipumu dan mintalah penjelasan darinya. Tanya kan padanya siapa yang menyuruhnya berbuat seperti itu," ucap Oma Rose memberi jalan pada Robet untuk memulai mencari keadilan untuk istrinya. Seketika Otak Robet bekerja, Robet pun berniat terbang ke Samarinda untuk mencari tahu apa gang sebenarnya terjadi.


***


Apa yang dikatakan Oma Rose bukanlah kebohongan. Nyatanya saat ini Yunita sudah berada di dalam rumah salah satu orang penting yang ada di negeri ini. Dia adalah Handoyo. Pemilik perkebunan kelapa sawit, hotel dan juga beberapa apartemen diberbagai negara termasuk Singapura dan Australia.


"Di mana bosmu kenapa dia mengirim perempuan untuk mengawalku?" tanya Tuan Handoyo.


"Maaf Mr. big bos kami sedang ada misi yang lokasinya tidak bisa kami sebutkan!" jawab Yunita tegas.


"Heemmm, dia sangat tidak menghargaiku," ucap Tuan Handoyo.


"Ahh...dia memang selalu begitu, katakan padanya jika teman papanya ini sangat merindukanya. Aku menyuruhnya mengawalku bukan tanpa alasan tapi aku sangat merindukanya, apakah dia tak ingin bertemu dengan sahabat kecilnya?" tanya Tuan Handoyo.


Yunita sungguh tak mengerti apa yang dibicarakan oleh bos barunya, yang jelas pria ini bukan pria akuh seperti pengusaha pengusaha pada umumnya.


"Sepertinya aku tidak jadi berangkat ke Eropa, tapi aku mau minta kamu susul cucuku ke Australia. Ada barang yang dia butuhkan. Aku tak bisa percaya dengan siapapun mengerti?" ucap Tuan Handoyo.


"Siap Tuan," jawab Yunita tegas.


Yunita pun diperbolehkan undur diri, agar bisa bersiap berangkat ke Australia sesuai perintah yang dia terima barusan.

__ADS_1


***


Deren sangat marah saat mendengar cerita dari Kopri. Dia tak bisa terima atas perlakuan Robet pada anak buah yang sudah dianggap adek olehnya. Belum lagi mr. Zen yang berhasil menyulut emosinya dengan tipu muslihatnya.


"Hancurkan pria bangs*t itu berani sekali dia main api dengan kita," ucap Deren memerintahkan Kopri dan para anak buahnya.


"Tapi bos, sebelumnya Nyonya Rose meminta kita menyelidiki kecurigaannya!" jawab Kopri sesuai perintah yang dia terima.


"Maksudnya?" tanya Deren.


"Nyonya Rose curiga Nyonya Marta ada hubunganya dengan ini, dulu beliau sempat tidak terima ketika Nyonya Rose memberikan hadiah pada istri pak Yudha yang pernah menyelamatkan non Mita, adek pak Robet," jawab Kopri.


"Alasannya?" tanya Deren lagi.


"Nyonya Marta menganggap bahwa semua gadis miskin hanya memanfaatkan keluarganya. Terlebih kasus miss YN ini. Dia merasa tidak dihargai mana kala penolakan terhadap YN tidak dihiraukan oleh tuan muda. Tuan muda tetap menikahi YN. Beliau sangat tidak suka karena miss YN bukan dari kalangan orang berada seperti yang beliau mau," jawab Kopri jujur. Deren menatap ke arah Kopri. Deren diam sesaat sambil memainkan bolpoin yang ada di tangannya.


"Kamu bajak ponsel Marta dan Zen, selebihnya suruh adekmu mendekati komplotan mereka. Satu lagi jangan biarkan dia lengah. Zen pemain kotor," ucap Deren memperingatkan.


"Siap bos," jawab Kopri tegas, kemudian dia pun membawa semua anak buahnya bersamanya dan mulai mengatur strategi.


Deren duduk termenung di meja kerjanya, dia tidak menyangka bahwa sahabatnya adalah cucu dari klien setianya. Ditambah lagi perlakuan Robet pada Yunita yang tak mampu dia terima dengan akal sehatnya.


Deren tersenyum mana kala mendapat pesan teks dari Yunita yang mengatakan bawa kliennya kali ini menginginkan dia yang mengawalnya dengan alasan yang sama seperti yang di ucapkan pak Handoyo barusan. Tak lupa Yunita juga berpamitan terbang ke Australia untuk menjalankan tugasnya.


Deren membalas pesan itu pertanda dia menyetujui misi Yunita.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2