HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Ratu Drama Vs Wanita Rubah


__ADS_3

Seminggu berlalu...


Tim SARS sudah menyerah dengan tugasnya. Mereka sudah menghentikan pencarian sesuai prosedur. Dan Yudha dinyatakan hilang atau lebih tepatnya meninggal. Tentu saja Arumi tak terima dia kembali menangis histeris dan memukul dada Deka.


Deka pun terus berusaha menenangkan adek iparnya. Deka pun menerima keputusan itu didepan Arumi. Tapi tidak dengan hati kecilnya. Hari sudah menjelang malam. Deka pun mengajak Arumi dan anak buahnya pulang.


Arumi hanya menurut kali ini. Biasanya dia tak mau dia pasti memilih tidur meringkuk dimobil Deka kalau enggak dimobil Deren.


Arumi kembali menangis kala Arti menyambutnya. Dua wanita yang kini dirundung duka itu pun saling berpelukan dan mengadu nasib.


Mereka berdua terus saja menangis membuat Deka ga tau harus ngomong apa. Mereka belum bisa diajak bicara maka dari itu Deka tak melibatkan mereka dalam renacana yang dia buat bersama Joker dan Deren.


Deka berpamitan hendak menurus akte kematian Yudha. Arti pun mengijinkanya. Arumi kembali histeris mana kala Deka menyebut kata akte kematian.


Arumi yakin bahwa suaminya masih hidup, hanya saja dia sedang disembunyikan oleh pemilik hidup. Untuk menghukumnya, benarkan.


Deka pun pergi kembali ke TKP, disana sudah berkumpul Deren dan Joker. Sedangkan Robet sudah kembali ke Jakarta untuk mengurus anak anak sahabatnya.


"Bos, menurut info kemarin ada warga yang menemukan mayat bos. Tapi medannya susah dijangkau dengan mobil. Terpaksa kita naik motor," ucap Joker, sedikit tenang tapi Deka tau bahwa anak buahnya ini menyimpan kesedihan yang mendalam.


"Kapan kita bisa kesana?" tanya Deka.


"Anak buah saya sudah bertindak bang, sebaiknya kita tunggu di markas. Disini dingin bos," ucap Deren. Terlihat dia sudah kelelahan.


"Baiklah, mari kita bahas ini disana," jawab Deka.


Kali ini Deka tak meminta Joker membawa mobil, dia sendiri yang membawanya. Pria yang selalu terlihat kuat itu tak bisa menyembunyikan lukanya jika di depan Deka.


"Ane berharap itu bukan Yudha bang," ucap Deren raut wajahnya terlihat sangat kecewa dengan hasil kerjanya sendiri.

__ADS_1


"Semoga bro, kasihan anak anaknya," balas Deka. Joker hanya diam. Dia bukan hanya memikirkan keponakanya tapi juga adeknya yang sangat mencintai pria yang kini sedang


mereka cari itu.


Malam semakin larut, Joker dan Deren sudah terlelap. Tapi tidak dengan Deka, dia masih memantau anak buahnya yang dia kerahkan untuk mencari di kawasan penduduk sepanjang aliran sungai itu.


Deka terus saja berdoa dan berharap bahwa dia dan anak buahnya bisa menemukan Yudha dalam kedaan selamat.


*****


Keesokan harinya..


Arumi masih saja menangis, tentu karena menyesali sikap bodohnya. Hanya kata seandainya yang bisa dia ucapkan. Seandainya, seandainya dan Seandainya.


Arumi kembali ke tempat kejadian perkara, dimana Deka dan kawan kawanya berada. Kali ini Arumi sudah tampak tenang. Tak seperti kemarin menangis dan menjerit mana kala ada yang menyebut nama suaminya.


Deren berada didalam mobilnya, disamping dia memantau anak buahnya dia juga harus menyelesaikan pekerjaan yang lain bukan.


Tak selang berapa lama ada sebuah mobil fortuner berwarna hitam parkir tepat di depan mobil Deka. Arumi seperti kenal mobil itu. Karena Yudha pernah memakainya saat pulang kerumah kala itu.


Deka dan Arumi pun melihat seseorang yang keluar dari sana. Deka melongo melihat siapa yang turun. Wah perang ini. Deka tak menunda waktu lagi karena hanya ada dia disini, kalian tau kan keganasan wanita jika mengamuk.


Deka langsung menghubungi Deren by phone untuk datang mendekat padanya.


Wanita yang barusan turun dari mobil itu langsung berteriak histeris memanggil nama Yudha.


"Mas Yudha kamu dimana !!!!" teriaknya, tentu saja Arumi menatap heran. Deren yang mendengar teriakan itu langsung berlari kearah Desi.


Deka juga sudah mengambil ancang ancang untuk mengantisipasi kemurkaan Arumi.

__ADS_1


"Siapa kamu?" tanya Arumi.


"Heh, siapa saya. Saya adalah wanita yang dicintai mas Yudha. Lalu siapa kamu wanita bodoh itu kah?" jawab Desi langsung menabuh genderang perang dengan Arumi.


"Ooooo jadi ini wanita yang membuat suamiku terjerumus ke neraka, astaga bodoh sekali dia. Seandainya aku tau jika wanita yang dinikahinya model begini ma langsung aja ku lempar ke sungai biar dimakan buaya," balas Arumi tak kalah sengit. Deka dan Deren saling menatap. Mereka berdua harus ektra siap kali ini. Ini lebih berat dari pada menyisir lokasi dimana Yudha dinyatakan hilang.


"Apa kamu bilang neraka, suamimu itu lebih puas main denganku kamu dengar. Bahkan dia mengatakan bahwa kamu ga enak dimakan," ucap Desi berusaha menyulut emosi Arumi. Deka dan Deren belum tau harus berkata apa. Ucapan ini terdengar sangat memalukan.


"Oh ya, lalu kalau aku ga enak dimakan kenapa dia lebih memilihku dan meninggalkanmu wanita jal*ng tak tau diri. Dia lebih memilih menceraikanmu buka!!" balas Arumi tak kalah sengit.


"Aku yang menceraikanya bukan dia yang menceraikanku asal kamu tau wanita bodoh," balas Desi.


"Ya, aku memang bodoh karena termakan hasutanmu. Tapi taukah kamu bahwa suamiku lebih mencintaiku dan anak anak dari pada kamu. Wanita tak tau diri hamil sama siapa ngaku ngaku hamil sama suamiku lagi. Aku curiga jangan jangan suamiku malah ga pernah makan kamu," Arumi makin suka membalas perkataan wanita yang pernah jadi madunya ini.


"Bisa jadi suamiku jijik dengan milikmu yang bisa dimakan oleh siapa saja, iya kan?" tambah Arumi, Desi tak terima dia pun langsung menyerang Arumi. Meraih rambut panjang Arumi dan menariknya. Arumi tak mau kalah dia langsung menendang ******** Desi dengan sekuat tenaga. Deren dan Deka kualahan mana kala Arumi semakin bersemangat menyerang.


Arumi mencakar muka Desi bahkan dia masih sempat menampar muka itu. Desi belum membalas karena merasakan sakit yang luar bisa diperutnya. Darah segar mengucur dari kemaluanya. Arumi yang melihat itu langsung menghentikan aksinya.


Desi menangis menjerit, Arumi ketakutan dia pun menutup mulutnya. Deren langsung membopong Desi masuk kedalam mobilnya. Dan hendak membawa wanita itu kerumah sakit.


Arumi memangku kepala Desi dan mengelus wajah wanita yang barusan berduel denganya.


"Tahan ya mbak, aku mohon." bisik Arumi. Desi hanya tersenyum.


"Ya Allah, bagaimana ini. Mbak sakit apa, maaf ya mbak. Ya Allah pak Deren cepat sedikit Pak. Mbak nya kesakitan ini," ucap Arumi. Seketika kebencian dihatinya luntur. Melihat wajah pucat Desi yang tak berdaya. Darah segar terus keluar dari ******** wanita itu.


Sebenarnya Desi kenapa, untuk saat ini hanya Desi yang tau.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2