HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
#HSBM Season 2 Berusaha Saling Mengerti


__ADS_3

Robet sangat bahagia sekarang, hubungannya dengan sang istri boleh dikatakan sangat baik. Kesehatan Oma Rose juga sangat baik, sayangnya dia lebih sibuk sekarang. Robet jarang punya waktu untuk dihabiskan bersama sang pemilik hati.


Ini sudah seminggu lebih dia berada di Bali untuk menyambut tamu istimewanya. Perwakilan dari salah satu klien papinya datang mau melihat hotel milik keluarganya. Sepertinya mereka sangat tertarik untuk berinvestasi setelah Robet menjelaskan detail kelebihan pelayanan hotel yang keluarganya miliki.


Robet dan Yunita seperti masih pacaran saja, Yunita juga tak bisa meninggalkan Jakarta karena dia harus terus mendampingi Oma Rose dikantor. Oma Rose sepertinya juga mulai mendidik wanita tangguh ini untuk meneruskan usahanya.


"Kamu harus pintar merayu pelanggan, agar mau membeli apa yang kamu tawarkan, mengerti!" ucap Oma Rose saat berada disalah satu mall dimana toko perhiasanya berada.


"Modelnya cantik cantik ya Oma," ucap Yunita.


"Kalau ada yang kau suka kau boleh ambil," ucap Oma Rose.


"Ohh...tidak Oma terima kasih, Nita hanya mau melihatnya saja. Sungguh Nita tak ingin memilikinya," jawab Yunita sungguh sungguh.


"Sama Oma juga, Oma juga ga terlalu suka memakai beginian di tubuh Oma, rasanya risih. Mereka menganggu sekali," ucap Oma Rose, dia memang benar. Yunita juga tak pernah melihat wanita tua ini memakai perhiasan.


"Kapan suamimu pulang?" tanya Oma Rose.


"Sepertinya malam ini beliau terbang ke Singapura Oma untuk menandatangani surat perjanjian investasi itu, bos besar mereka menginginkan Mamas datang ke sana," ucap Yunita memberitahu jadwal suaminya.


"Kau tak masalah kan sering ditinggal begitu. Ini belum apa apa lo, kau bakalan sering kesepian!" ucap Oma Rose menekankan kondisi yang akan Yunita jalani selama menjadi pendamping hidup Robet.


"Tak masalah Oma kami sudah saling berjanji akan saling mengerti satu sama lain," jawab Yunita tegas.


"Kalian ini sepertinya santai sekali menjalani hidup. Kalian sama sekali tak memikirkan perasaan Oma," ucap Oma Rose.


"Memikirkan Oma, ini kami berusaha selalu rukun," jawab Yunita sambil tersenyum.


"Bukan itu bodoh...!" umpat Oma Rose sambil memukul kepala Yunita dengan kipas yang ada ditangannya.


"Aduh, sakit Oma,"


"Makanya punya otak dipakai!" gertak Oma Rose.


"Lalu apa Oma, salah Nita dimana Oma?" dengan polosnya Yunita bertanya.


"Kau memang bodoh, sama seperti suamimu. Kalau Kalian terus bodoh begini lalu kapan kalian akan kasih Oma cicit hah. Kau tak hitung umur Omamu ini sudah berapa hah, menjengkelkan sekali!" ucap Oma Rose menggerutu dan terus mengerutu udah gitu pakai nada tinggi lagi astaga harus ekstra sabar menghadapi nenek nenek satu ini.


"Tenang Oma santai, kami masih dalam tahap saling mengenal Oma. Kami tidak buru buru soal itu Oma, Oma juga masih cantik, sehat gini. Percayalah Oma, Oma akan baik baik saja," jawab Yunita dengan sedikit memberikan candaan pada Omanya.


"Apa!!" teriak Oma Rose dengan mata melotot pada Yunita.


"Astaghfiruallah kaget Yunita Oma," balas Yunita.


"Jangan bilang kalian belum pernah melakukanya!?" tanya Oma Rose dengan geramnya.


"Belum Oma upsss..."jawab Yunita dengan senyum malu malunya. Oma Rose melotot ketika mendengar jawaban polos itu.


"Astaga, astaga...ah...ah...ambilkan Oma minum," ucap Oma Rose gemetar, jantungnya terasa sangat sakit sekarang. Oma langsung duduk di sofa dan memainkan kipasnya karena merasakan panas di dadanya. Yunita berlari untuk mengambilkan Oma Rose minum, mereka terlihat sangat lucu.

__ADS_1


"Ini Oma, minum dulu," ucap Yunita sambil menyerahkan segelas air untuk Oma Rose. Oma Rose pun menerima air itu dan langsung meminumnya.


"Ahhh....!" ucapnya, kemudian dia pun mulai memainkan kipasnya kembali.


"Mau Nita kipasin Oma," tawar Yunita.


"Tidak usah!!" bentaknya.


"Astaga Oma, kenapa Oma jadi galak gini," ucap Yunita sambil mengelap keringat Oma dengan tisu yang dipegangnya.


"Tak usah kau pura pura baik sama Oma hah," balas Oma Rose sambil menepis tangan Yunita.


"Nita ga pura pura Oma, Nita memang baik sama Oma. Nita sayang sama Oma," ucap Nita berusaha membuat hati Omanya senang.


"Kalau kau sayang sama Oma kenapa kau tak buatkan Oma cicit hah, kau pasti sengaja supaya Oma menunggu dan menunggu lalu mati, iya!" ucap Oma Rose tak mau kalah.


"Bukan gitu Oma, bagaimana kami mau buat. Oma kan tahu sendiri. Sejak papi meninggal Mamas jarang dirumah. Bulan ini saja kami baru ketemu tiga hari Oma. Udah gitu ketemunya pas Nita lagi dapet," jawab Yunita. Lagi lagi jawaban polos Yunita membuat Oma Rose geram.


"Dasar bodoh, suaminya pergi bukannya ikut. Itung itung honeymoon hah. Kalian memang sengaja mau menyakiti Oma kan," ucap Oma Rose dengan nada tingginya, masih saja dengan pendirian arogannya.


"Enggak Oma, bukan begitu Oma," Yunita masih tak terima jika Omanya berfikiran kolot seperti itu.


"Hubungi suamimu sekarang!" pinta Oma Rose.


"Dia sedang rapat Oma," jawab Yunita alasan.


"Baik Oma baik, marahnya ditahan dulu," ucap Yunita, Oma Rose terlihat sangat kesal kali ini. Yunita pun menuruti perintah wanita tua itu.


"Haloo sayang kangen ya," sambut Robet.


"Ya Mas, ini Nita Oma mau bicara," balas Yunita dengan sedikit melirik Oma Rose yang tampak marah padanya.


"Ini Oma, Masnya," ucap Yunita sambil menyerahkan ponselnya pada Oma Rose, dengan tatapan ketusnya Oma Rose pun mengambil ponsel itu.


"Hallo Robet!"


"Saya Oma sayang!"


"Oma sayang, Oma sayang, tak perlu kau rayu Oma macam tu!" ucap Oma Rose dengan nada kesalnya.


"Hey... ada apa sayang, kenapa marah begitu hemmm," rayu Robet.


"Bagaimana Oma tak marah punya cucu pada bodoh seperti kalian hah," power sang nenek memang masih oke kalau suruh marah, Robet sedikit menjauhkan telinganya.


"Sayang, ada apa sih marah marah gitu. Nanti tekanan darahnya drop lagi loh," ucap Robet mengingatkan, bukannya reda emosi Oma Rose malah makin menjadi.


"Rayuanmu tak mempan untuk Oma, kapan kau pulang?" tanya Oma Rose.


"Besok masih mau terbang ke Singapura sayang, kenapa Oma kangen ya sama cucu tampan Oma ini ha?" Robet masih berusaha meredam emosi wanita tua kesayangannya ini.

__ADS_1


"Apa gunanya tampan kalau bodoh hah!"


"Robet bodoh apa lagi Oma?"


"Kau tak ingat pesan Oma!" balas Oma.


"Pesan yang mana lagi Oma, semua udah Robet laksanakan perasaan!" jawab Robet bingung.


"Pesan supaya kau cepat kasih Oma cicit, kenapa sampai sekarang kau belum buat hah!" Oma Rose sudah mulai menyuarakan masalah yang membuatnya kesal.


"Sabar Oma, mungkin kami belum dipercaya. Nanti juga dapet," jawab Robet berusaha meredam emosi Omanya.


"Bagaimana kalian mau dikasih, mau dipercaya kalau melakukanya saja belum!" balas Oma Rose dengan nada tingginya.


"Astaga Oma siapa yang bilang?" tanya Robet mulai lelah bertengkar dengan Omnya.


"Siapa lagi kalau bukan istrimu, kalian berdua sama sama tak menyayangi Oma, Oma hanya minta cicit saja kalian tunda tunda. Awas saja jika sampai bulan ini kalian masih tak melakukanya Oma akan pergi jauh dari kalian, kalian dengar!" ancam Oma Rose kesal, Yunita dan Robet tak tau harus tertawa atau kesal dengan desakan wanita tua yang sangat mereka hormati.


"Sabar Oma sabar," ucap Yunita.


"Sabar apa maksudmu hah, kalian menjengkelkan. Selalu saja suruh Oma sabar," ucap Oma Rose sambil mengembalikan ponsel Yunita pada pemiliknya.


"Hallo Mas,"


"Kamu ngomong apa sama Oma sayang, kok tiba tiba Oma ngamuk begitu ha?" tanya Robet.


"Nita keceplosan Mas, bilang sama Oma kalau kita belum pernah melakukannya," jawab Yunita.


"Astaga honey kamu ma cari perkara!" Balas Robet.


"Habis itu kenyataannya kan!" balas Yunita tak mau disalahkan.


"Lalu gimana solusi masalah ini?" pancing Robet.


"Ya udah lah mau bikin ya bikin," jawab Yunita lugu, diam diam inilah jawaban yang Robet tunggu selama ini. Robet tersenyum, dan yes pulang kerja siap siap dapet hadiah Robet, seru Robet dalam hati.


"Eeheemmm...baiklah, dua hari lagi Mas pulang. Siapkan mental dan fisikmu!" ucap Robet serius.


"Tahu ah...Mas nakutin," balas Yunita.


"Loh kok nakutin gimana, kan memang hanya itu solusi masalah kita!" tambah Robet tak mau kalah.


"Baiklah...," ahirnya Yunita pun mengalah, dalam hatinya dia pun berusaha siap dan menyanggupi. Yunita tersenyum malu sendiri.


"Oke...udah janji loh ya," ucap Robet mengingatkan. Yunita hanya diam dan tersenyum. Saat ini detik ini hanya hati yang tahu tentang apa yang mereka fikirkan saat ini. Cinta begitu indah mereka rasakan. Semoga saat Robet datang nanti mereka sudah sama sama siap mewujudkan cinta yang mereka rasakan.


Bersambung....


Jangan lupa like dan komenya ya gengs...dukungan kalian adalah penghargaan terbaik buatku..😘

__ADS_1


__ADS_2