
Apa yang Robet pikirkan tentang Yunita benar adanya. Wanita unik ini memang lain dari pada yang lain. Dia hanya butuh penekanan ketika hendak menumbuhkan semangat juangnya.
Di kantor Robet sangat gelisah, memikirkan keadaan istrinya. Badannya sangat panas tadi, tapi dia sudah berpesan pada Tinah agar menjaga dan memperhatikan Yunita. Jika ada apa apa Robet juga meminta Tinah agar segera menghubunginya.
Kini Robet yakin jika dia sangat mencintai istrinya, hanya saja dia masih menyimpan sedikit kemarahan atas masa lalu istrinya yang dinilainya buruk itu.
Robet tak fokus bekerja beberapa kali dia
salah menjawab pertanyaan para anggota rapat. Sehingga membuatnya gagal memdapatkan posisi tertinggi yang diimpikan setiap orang yang bekerja di sana.
****
Disisi lain....
Siang itu Oma Rose sangat penasaran siapakah gadis yang dinikahi secara diam diam oleh cucunya. Rose sudah berkali kali meminta Giral untuk mengundang mereka ke rumah, tetapi Giral tak mengindahkannya. Mungkin dia takut pada istrinya.
Rose tahu jika putranya sangat takut pada istrinya, itu sebabnya sampai sekarang Rose tak menyerahkan sepenuhnya usaha yang sudah dia rintis dari nol bersama sang suami.
Diam diam Rose sudah meminta anak buahnya untuk menyelidiki siapa sebenarnya sosok gadis yang selalu berusaha mereka sembunyikam darinya.
"Cari tahu siapa gadis yang dinikahi cucuku!" pinta Oma Rose pada salah satu ajudanya.
"Sebelumnya saya mohon maaf Nyonya, apakah Nyonya ingat dulu satu tahun yang lalu, waktu kita mengadakan pameran diamond di Singapura?" tanya Kopri (mantan anak buah Deren dibahas di HSBM 1, dia pernah membantu Yudha membawa Arumi kerumah sakit).
Oma Rose mengerutkan dahinya," Apa maksudmu, jangan bertele tele," ucap Oma Rose, mukanya sedikit tegang karena diam diam anak buahnya ini mengetahui sedikit banyak tentang istri cucunya.
"Dia adalah pemimpin pasukan yang mengamankan pameran itu Nyonya," jawab Kopri, Oma Rose mematap tak percaya pada anak buahnya.
"Dia anak buah Deren?" tanya Oma Rose memastikan.
"Iya Nyonya, Dia adalah teman saya di kesatuan yang dulu," jawab Kopri.
"Kenapa kamu diam saja bodoh!" bantak Nyonya Rose geram.
"Nyonya tak tanya," balas Kopri berusaha membela diri, Oma Ros yang geram langsung melempar sendal yang dipakainya kearah Kopri. Untungnya Kopri menghindar hingga sendal yang sedikit berat itu tak jadi mencium kepalanya.
"Hay bodoh sini kau!" pinta Oma Rose pada Kopri.
"Saya Nyonya, tapi jangan pukul," pinta Kopri kembali.
"Siapa yang mau pukul kau, kotor kotorin tangan wanita cantik aja!" balas Oma Rose geram.
__ADS_1
Kopri hanya tertawa geli, cantik konon batin Kopri.
"Dari mana kau tau kalau gadis yang dinikahi cucuku gadis yang itu?" tanya Oma Rose.
"Ya kan saya mantan anak buahnya Nyonya," jawab Kopri apa adanya, sekali lagi jawaban Kopri membuat puas Oma Rose.
"Jadi istri cucuku adalah wanita yang hampir tertembak karena melindungiku hari itu hah?!" tanya Oma Rose memastikan, mukanya sedikit tegang mengingat kejadian itu.
"Iya Nyonya itu dia si YN ketua pasukan kamu," jawab Kopri bangga.
"Bagaimana cucuku bisa kenal dengan gadis perkasa itu?" tanya Oma Ros lagi.
"Mereka dipertemukan dalam kasus tertentu Nyonya, tapi mohon maaf saya tidak bisa menceritakan secara detail kasusnya karena itu adalah rahasia klien kami," jawab Kopri. Usut punya usut kenapa Kopri bisa bekerja pada Oma Rose, itu terjadi setelah pameran diamont waktu itu. Oma Rose meminta salah satu anak buah Deren bekerja padanya. Meski berat hati ahirnya Deren mau melepaskan Kopri.
"Oke, tak masalah. Yang jadi masalah sekarang adalah apakah pria tampan (si Deren maksudnya) itu tahu bahwa anak buah kesayanganya menikah dengan cucuku ?" tanya Oma Rose. Ternyata ini sedikit rumit.
"Tuan muda dan bos kami adalah sahabat Nyonya saya rasa beliau tahu!" jawab Kopri.
"Apa!!!" bentak Oma Rose hingga membuat Kopri terkejut. Kopri diam dan bersiap menerima makian Ibu bosnya.
"Jadi Robet dan Deren bersahabat begitu?" tanya Oma Rose kembali memastikan.
"Betul Nyonya," jawab Kopri tegas.
"Nyonya tak tanya," jawab Kopri, Oma Rose kembali menatap tajam kearahnya Tentu saja Kopri kembali menertawakan dalam hati kekonyolan ibu bosnya.
Oma Rose hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti, rasaya ini membuatnya aneh.
"Ada lagi yang ditanyakan Nyonya?" tanya Kopri.
"Diam kamu!!" bentak Oma Rose, tentu saja pertanyaan Kopri membuyarkan apa yang dipirkirkan Oma Rose.(Kopri Kopri lebih baik kau diam, tu kan kena lagi. Aku tahu bagaimana perasaanmu Kopri skip otor)
"Sekarang tugasmu adalah mencari tahu asal usul gadis itu, mengerti!" ucap Oma Rose.
"Ngapain susah susah cari tahu Nyonya. Nyonya tanya saja, pasti semua akan saya jawab dengan benar," jawab Kopri lugu.( Astaga Kopri kamu ga tau apa jawabanmu membuat si Nenek makin geram padamu).
Benar saja Oma Rose langsung menatap tajam kearah anak buahnya.
"Oke, awas kamu bohong!" ancam Oma Rose, dia tak ingin terlihat bodoh di mata anak buahnya rupanya.
"Siapa nama gadis itu, orang tuanya, asal usul nya dan bagaimana dia bisa bergabung dengan manusia manusia bangs*t seperti kalian?" tanya Oma Rose geram.
__ADS_1
"Kami tidak bang*t Nyonya hanya saja pekerjaan kami agak sedikit keras," jawab Kopri membela pekerjaanya.
"Diam kamu !, jawab saja apa yang aku tanyakan, dasar bodoh!?" ucap Oma Rose dengan nada tingginya. Dasar nenek nenek tua cepet amat marahnya, sabar Kopri sabar. Ingat bonus bulan ini cair batin Kopri.
"Siap Nyonya siap," jawab Kopri, jujur sebenarnya dia ingin tertawa dengan pekerjaanya kali ini. Punya bos perempuan super crewet tapi baik hati menurutnya.
"Jangan siap siap aja kamu, cepat katakan!" bentaknya lagi.
"Siap Nyonya...jadi YN ini adalah nama dia di kesatuan kami. Nama aslinya adalah Rohmah, dia lahir dari keluarga yang lumayan waktu itu. Sayangnya usaha ayahnya bangkrut karena kena tipu. Ahirnya dia terpaksa pinjam uang pada rentenir, mirisnya dia juga dijerumuskan di dunia malam oleh temannya kala itu, dia bekerja sebagai waiteers dimana saya dan big bos suka nongkrong," jawab Kopri.
"Oh, jadi dia sempat jadi wanita malam?" tanya Rose memastika.
"Saya rasa kalau yang seperti Nyonya pikirkan jawabanya adalah tidak. Karena dia membela dirinya saat ada beberapa pria yang mau memakan tubuhnya," jawab Kopri.
"Benarkah, apakah dia di jebak?" tanya Oma Rose lagi, karena penjelasan yang Kopri berikan sedikit berbelit belit.
"Sepertinya begitu Nyonya, ada yang hendak berniat jahat padanya malam itu. Iya dia memang bekerja di tempat hiburan malam. Tetapi tidak semua yang bekerja di dunia seperti ini adalah buruk, contohnya adalah YN ini Nyonya. Dia terpaksa berada di sana karena hutang yang harus dia bayar." jawab Kopri tegas. Oma Rose kembali berfikir.
"Apakah kamu bisa dipercaya?" tanya Oma Rose memastikan.
"Di samping saya takut sama Nyonya saya juga takut sama Tuhan Nyonya. Ditambah anda kan kenal sama big bos saya," jawab Kopri sedikit bercanda agar Ibu bosnya tak selalu marah padanya.
"Lalu kenapa dia bisa bergabung dengan kalian?" tanya Oma Rose lagi.
"Kami menyelamatkanya dari aksi pelecehan itu Nyonya dan big bos melihat potensi yang lain dalam dirinya. Disamping itu dia juga membutuhkan uang yang lumayan banyak. Makanya dia mau bergabung di kesatuan kami," jawab Kopri lagi.
"Satu lagi!" ucap Oma Rose.
"Siap Nyonya!"
"Apakah dia masih punya hutang!" tanya Oma Rose. Tentu saja dia juga berfikir jika Yunita masih punya banyak hutang, tak dipungkiri jika dia hanya memanfaatkan cucunya.
"Kalau dengan rentenir yang menjebaknya sudah tidak Nyonya, karena dia sudah ditebus sama big bos kami," jawab Kopri.
"Apakah selain rentenir itu ada lagi?" tanya Oma Rose.
"Saya kurang tahu Nyonya," jawab Kopri. Sepertinya ini adalah PR buat Oma Rose, yang penting dia sudah mendapatkan satu poin kebenaran tentang istri cucunya.
"Oke kamu boleh pergi!" ucap Oma Rose. Kopri pun undur diri.
Oma Rose ternyata sangat teliti dengan siapapun yang berani masuk kedalam lingkup keluarganya.
__ADS_1
Kembali dia berfikir tentang apa yang di lakukan Marta di klub itu. Apakah ada hubunganya dengan kasus ini.
Bersambung...