HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Nasib Desi


__ADS_3

Arumi sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Yudha masih melaksanakan kewajibanya dengan baik. Dia masih menjembut dan mengantar istrinya pulang.


Arumi tak mau duduk di depan dia memilih duduk dibelakang ditemani Mawar. Sedangkan Ditya ada di depan bersama abinya.


"Bi, ini mobil siapa?" tanya Ditya. Dia sangat penasaran dengan mobil besar ini dengan desain yang unik menurutnya.


"Milik kawan abi, bang," jawab Yudha singkat.


"Cakep ya bi, nanti kalau abang besar abang mau beli mobil kayak gini ya bi," pinta Ditya.


"Boleh, nanti kita beli sama sama oke," jawab Yudha. Jika saat ini tak ada kesalahpahaman antara mereka pasti suasana saat ini bisa sangat membahagiakan.


"Abi terbaik," puji Ditya smabil melempar senyum dan dua jempolnya untuk abinya. Yudha hanya tersenyum dan mengacak rambut putranya.


"Kalau rumah tinggi itu punya siapa bi?" tanya Ditya lagi. Yudha melirik putranya sambil tersenyum.


"Punya abi,"


"Wah, abang suka disana bi, bisa lihat seluruh kota ya bi," Ditya sangat antusias sekali terhadap pengalaman barunya.


"Nanti kapan kapan kesana lagi heemmm," ajak Yudha.


"Oke bi, ajak bunda juga ya," pinta Ditya.


"Hemm," jawab Yudha seperti tak iklas. Arumi merasa hatinya tergores tapi apa mau dikata memang diantara mereka sedang ada duri yang menyakitkan bukan.


Di depan pintu pagar ada Bik Patmi yang sudah menunggu kedatangan mereka. Disana terlihat satu orang lagi anggota keluarga baru, Yudha memang meminta pada Bik Patmi untuk membawa satu teman lagi supaya istrinya tidak terlalu kelelahan.


Yudha memberikan tas baju milik Arumi pada Bik Patmi, satu asisten lagi membantu Arumi turun dari mobil.


Yudha juga memberi pesan pada Bik Patmi dan juga Ditya untuk menjaga Arumi dan juga Mawar.


"Abi ga masuk," ajak Ditya, Arumi mendengar ajakan itu dan berharap Yudha mau masuk bersamanya dan anak anak meski hanya meminum teh. Sayangnya Yudha menolak.


"Maaf ya bang, Abi harus balik ke Samarinda sore ini sayang. Abi ada kerjaan, nanti kalau Abi udah selesai kerjanya nanti Abi dateng Abang sama Adek ya," jawab Yudha, maaf Rum aku tak menyebut kalian, aku ga mau terus menyakitimu batin Yudha.


Mas, kenapa kamu ngomongnya gitu. Mas udah ga mau kah dateng ke Rum lagi heemm. Ingin rasanya Arumi bertanya seperti itu tapi ga tau lah kalian berdua susah dimengerti.

__ADS_1


"Abi hati hati ya, Abang sama Adek sayang sama Abi," ucap Ditya sambil memeluk abinya yang sedikit menunduk. Terlihat juga Ditya menciumi kedua pipi dan juga kening Abinya. Jujur saja dalam hati Arumi juga pengen.


Yudha menggendong putra kesayanganya, dan mencium pipi menggemaskan itu.


"Panggil Mawar Bang Abi mau sayang dulu," pinta Yudha. Ditya pun memanggil adeknya dengan langkah menggemaskan Mawar pun datang kearah Abi dan Abangnya.


"Sini sayang peyuk (peluk) Abi," pinta Yudha. Mawar pun menurut dia pun memeluk manja abinya.


"Abi cayang (sayang)," pinta Mawar.


"Oke, putri Abi baik baik ya jangan nakal oke. Nurut sama Abang ya oke," ucap Yudha. Mawar tersenyum dan memberikan kecupan gemas dipipi Abinya. Ya Tuhan mas benarkah kamu udah ga nganggep aku ada. Arumi memilih masuk dan tak ingin menyaksikan drama yang menyakiti perasaanya ini.


Benar saja hanya Ditya dan Mawar yang mengikuti langkah kakinya. Yudha benar benar tak mau masuk kerumah. Mungkin Yudha terluka oleh perkataan Arumi waktu itu.


.....


Hampir jam 9 malam saat Yudha tiba di markas milik Deren sahabatnya. Tiga pria yang jadi tawanan mereka sudah Deren mepaskan sesuai perintah Yudha.


Bahkan ketiga sahabat Yudha itupun berjanji akan menjadi saksi dipersidangan nanti disaat mereka sudah memiliki bukti untuk menjerat Desi dan Aryo.


"Malam Bro," sapa Deren.


"Sudah oke Bro, Yunita sudah berhasil menyadap dan merentas jaringan ponsel target," ucap Deren.


"Bagus, lalu kira kira anak siapa yang dilahirkan wanita itu?" tanya Yudha penasaran.


"Ane kagak tau bro, dia main dengan banyak pria waktu itu," jawab Deren sambil mengutak atik komputer yang ada didepanya.


"Bodolah yang penting ane udah dapet tes DNA nya," gumam Yudha.


"Bro, lo lihat mantan bini lo ngisep apaan tu!" seru Deren.


"Kayaknya tu kuntilanak makek bro," balas Yudha. Mata Yudha dan Deren tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Aryo membawa dua pria kehadapan Desi.


"Astaga, gila bro jangan jangan si Desi dijual ama Aryo bro!" seru Deren lagi, terlihat dua pria itu sudah mulai menikmati tubuh Desi sesaat setelah Aryo pergi dari dari ruangan itu.


"Anj*y, dasar abang gila masak adeknya dijual," umpat Deren.

__ADS_1


"Orang nya juga mau," gerutu Yudha.


Sepertinya mereka tak tega melihat pemandangan tak senonoh itu. Mereka pun memilih keluar ruangan itu dan menikmati kopi sambil ngobrol.


"Udah kasih tau bini elo belum soal tes DNA itu?" tanya Deren.


"Males bro biarin aja," jawab Yudha.


"Terus kalau males ngapain lo susah susah cari bukti, ngabisin duit lo aja tau ga!" jawab Deren geram.


"Ternyata bini ane sahabat Robet," ucap Yudha.


"Udah tau ane, manusia kampret itu juga bilang semalem minta dicariin sekertaris. Anj*y dia kata kita biro kerja apa," gerutu Deren.


Seketika Yudha ingat dengan Yunita." Yunita aja kasih kedia susah amat," jawab Yudha enteng.


Deren pun menghentikan mengunyah kripik yang ada di mulutnya. "Boleh juga ya, selama ini si Duren kita tu sukanya yang lemah lembut melo melo kalau dikasih Yunita habis dia, diem tapi nyapit hahahahaha," Deren malah tertawa saat membayangkan kolaborasi antara Yunita dan Robet.


Yudha hanya tersenyum, rasanya malas sekali melakukan pekerjaan apapun jika terjebak dalam situasi seperti ini. Bagaimana tidak, nasip pernikahanya diujung tanduk.Bagaimana dengan anak anak nya nanti jika senadainya Arumi benar benar meminta pisah darinya.


Disela sela perbincangan mereka Deren mendapat kabar mengejutkan. Desi ditangkap polisi dengan tuduhan prostitusi online dan juga pengunaan obat terlarang.


"Bro!!" pekik Deren.


"Apa," jawab Yudha pelan.


"Yunita bro," ucapnya.


"Kenapa?"


"Dia kasih kabar gila bro," ucap Deren.


"Apaan sih?"


"Lo baca aja sendiri," ucap Deren sambil memberikan ponselnya pada Yudha. Yudha pun mengambil ponsel itu dan membacanya.


Yudha tak tau harus senang atau sedih. Disisi lain dia senang karena Desi mendapatan balasan yang setimpal dengan apa yang diperbuatnya. Disisi lain pasti Desi anak mencarinya untuk menjaga putrinya dan inj pasti akan jadi maslaah baru untuk hubungan antara dia dan istrinya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2