HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
#HSBM Season 2 Terbongkarnya Rahasia Besar (2)


__ADS_3

"Der...!!" panggil Yudha.


Deren dan Kopri pun menoleh, Kopri langsung mengnonaktifkan laptopnya sedangkan Deren langsung berdiri dan bertatap muka dengan Yudha.


Deren diam, sedangkan Robet mendekatinya.


"Gue minta maaf Bro," ucap Robet sambil mengulurkan tangannya pada Deren.


"Memangnya kita ada masalah apa ampek lo minta maaf ama ane?" tanya Deren geram.


"Gue minta maaf Bro karena udah bikin kecewa elo," jawab Robet. Deren tertawa licik, dia tak menjawab ucapan sahabatnya itu dengan kata kata melainkan dengan bogem mentah diwajah tampan Robet.


Buuuuugggghhhhh.........Robet tersungkur membuat Yudha terkejut dan langsung sigap membantu sahabatnya bangun. Kopri hendak menahan Deren tapi Robet melarangnya.


Deren maju lagi dan mencengkeram kerah baju Robet, bogem mentah kembali Deren daratkan di wajah Robet. Robet kembali tersungkur, Deren sangat bersemangat sekali memberikan hadiah istimewa ini pada adek iparnya. Emosi Deren kembali meluap mana kala Yudha meminta Kopri membantunya memahan Deren.


"Lepas ane bilang," ucap Deren pada Yudha.


"Apa lo hah, mau sok jagoan nyelesain masalah pakek otot hah !" tantang Yudha tak mau kalah. Dibelakang Yudha ada Robet yang mencoba bangkit.


"Bodo amat!" bentak Deren.


"Lo pikir adek lo ga bakalan sedih lihat suaminya lo giniin," ucap Yudha.


"Suami lo bilang, suami macam apa yang tega nyiksa bininya lahir batin hah. Gila aja ane jadi abang nya lo suruh diem. Lo tahu ga perjuangan ane buat nyenengin dia hah. Ane udah bilang apa si bangs*t ini, kalau dia ga bisa bikin adek ane bahagia mending ga usah. Terlalu banyak sudah beban hidup dia Yudh!!" balas Deren tak mau kalah. Deren masih kesal dengan pria yang telah menyakiti adeknya.


"Bro...coba lo tenang dulu, ga semua masalah harus diselesaikan dengan emosi. Oke...disini memang pria kepar*t ini salah. Ane tahu itu tapi cobalah lo sedikit mengerti dia. Ini semua hanya salah paham Bro," ucap Yudha berusaha menahan dan menenangkan Deren.


Deren masih menatap penuh emosi pada Robet. Ingin rasanya menghajar habis habisan suami adeknya ini.


"Aaahhhhggggg.....!!!" teriak Deren sambil meronta melepaskan diri dari pegangan Kopri dan Yudha. Deren menendang sofa dengan sekuat tenaga. Deren menjatuhkan tubuhnya ke sofa penuh emosi.


Kopri duduk disamping Bosnya berjaga jaga kalau Deren menyerang Robet kembali. Yudha membantu Robet duduk di hadapan Deren.


"Ngapain lo kesini?" tanya Deren masih dengan nada ketusnya.

__ADS_1


"Gue mau minta maaf bang," jawab Robet sedikit gemetar.


"Gue bukan abang lo brengs*k," jawab Deren kesal.


Robet diam, Yudha pun memberanikan diri membuka suaranya.


"Beneran Der, Yunita adek kandung elo?" tanya Yudha.


"Heemmm," jawab Deren singkat (Duh...si Aak kalau marah cute deh, emak cup ya eemmmuah, jangan mayah lagi dong Ak sayang, gantengnya ilang nanti...Aaaggghhhh...fans nya kamu meronta Ak, cuma emak yang bisa cium kamu.)


"Kenapa lo ga pernah cerita ke kita Der, lo anggep apa kita ni?" tanya Yudha berusaha mengalihkan perhatian Deren atas kekesalahannya. Disamping itu Yudha juga penasaran akan ini.


"Mana bisa ane cerita ama kalian, yang ada mulut ane kagak bisa kebuka," jawab Deren.


"Sejak kapan lo tahu kalau Nita adek lo?" tanya Yudha lagi.


"Sejak ane tebus dia dari mafia gila itu," jawab Deren sayangnya pria tampan ini masih emosi.


"Der...kenapa lo simpen sendiri masalah elo, kita udah kayak saudara bukan. Bahkan kita hidup bareng juga ga sebentar. Tapi kenapa lo ga pernah kasih tahu ini sama ane hah. Lo keterlaluan Der," ucap Yudha seolah dia juga ikutan kesel.


Suasana seketika menjadi hening mana kala Deren mengeluarkan kata sakmatnya.


"Bang, Robet minta maaf bang," ucap Robet merendah dengan tulus agar bisa mendapatkan pengampunan dari abang istrinya ini.


"Bang...bang... ane bukan abang elo beg*k," jawab Deren geram. Robet diam dia ga mau menyulut kembali emosi abang iparnya ini.


"Der... lo udah ada solusi belum buat masalah ini. Lo pasti udah tahu kan masalah adek lo dengan Robet. Apakah ini ada hubunganya dengan keluarga Robet?" tanya Yudha, Yudha yakin kalau Deren ga sebodoh mereka. Pastii dia udah cari info dan pasti udah paham dengan ini.


"Hemmm, emak dia ada main sama mafia yang boongin dia," jawab Deren singkat. Robet tak menyangka bakal mendengar jawaban ekstrim itu dari mulut sahabatnya. Yudha dan Robet saling menatap tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.


"Maksud abang?" tanya Robet.


"Ya emak lo ada main ama si Zen gila itu," jawab Deren kasar.


"Abang jangan ngarang bang, mana mungkin mami melakukan itu sama papi," jawab Robet dengan senyuman meremehkan.

__ADS_1


"Kasih tau bukti rekaman kebejatan emaknya Pri!" perintah Deren pada anak buahnya.


"Baik Bos!" jawab Kopri, Kopri pun menyalakan laptopnya kembali dan memberitahu mereka tentang kebusukan Marta.


"Tidak...tidak...itu pasti bukan mami," ucap Robet. Yudha sangat paham jika sahabatnya ini pasti terguncang.


"Bang...ini ga bener kan?" tanya Robet pada Deren, Robet gemetar saat membayangkan rumah tangga kedua orang tuanya berada diujung tanduk. Mengingat rumah tangganya sendiri juga sedang dipertaruhkan.


"Elo punya mata kan, punya telinga juga. Lihat dan dengar sendiri lah," jawab Deren ketus.


Robet tak tahu harus berucap apa, rasanya semua kata macet ditenggorokanya. Lidahnya berasa kelu, susah untuk mengeluarkan isi hatinya.


Robet tertegun, Yudha sangat paham jika Robet sangat shock.


"Brengsek!!!" teriak Robet.


Deren tak perduli dengan teriakan adek iparnya, toh sekarang yang jadi prioritasnya tetap adeknya dan juga pria yang telah membuat adeknya mendapat perlakuan buruk dari suaminya, siapa lagi kalau bukan si Zen.


"Ajak aku untuk menghajar mereka bang!" pinta Robet memohon pada Deren.


"Bungkam dulu mulut media," perintah Deren, agaknya otak Deren sudah mulai waras.


"Siap!" jawab Robet. Robet pun langsung menghubungi orang orang kepercayaanya untuk melaksanakan sesuatu yang akan mengguncang keluarganya.


"Sudah bang, mereka sedang bekerja!" jawan Robet geram.


"Aku membawamu bukan berarti aku memaafkanmu, setelah ini aku mau kamu lepasin adekku dan jangan pernah mendekatinya lagi. Mengerti!" ucap Deren seraya berdiri dan hendak menagkah.


"Tapi bang....!!" ucap Robet. Deren menoleh dan menatap Robet dengan tatapan masih ingin menghajarnya.


Yudha menepuk pundak Robet agar tidak memaksakan kehendaknya untuk saat ini.


Robet memgerti bahwa dia salah, bahwa dia pantas dihukum. Dia terima ini tetapi dia akan tetap berusaha mendapatkan restu dari keluarga kandung Yunita untuk membuat wanita pujaan hatinya ini merasakan kebahagiaan kembali.


Bersambung...

__ADS_1


Like dan komennya jangan lupa...salam sayang huat kalian😘


__ADS_2