HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Kebaikan Hati Yudha


__ADS_3

"Bro, Yunita bawa bayinya Desi kemari gimana?" tanya Deren pada Yudha. Yudha bingung dia tak bisa memberikan jawaban atas ini.


"Anaknya masih butuh ASI kan biarin aja ikut mama nya ke sel," jawab Yudha enteng. Sebenarnya dalam hati Yudha dia tak tega dengan ini tapi mau gimana lagi to dia sudah terbukti bukan ayah dari sibayi kan.


"Emak nya ga mau kasih ASI dari lahir bro, jadi ni anak dikasih susu kaleng aja," jawab Deren.


"Dari mana lo tau?" tanya Yudha nada bicaranya sih biasa biasa aja, cuman tetap aja dia merasa heran, tapi Yudha tak terlalu terkejut dengan ini.


"Yunita yang kasih info, dan dia juga bilang si Desi mohon mohon ama Yunita supaya jangan sampai bawa anak nya ke tempat dimana dia ditahan. Kalau sampai ni anak dibawa ke tempat dia ditahan alamat ni anak mau Desi habisin kata Yunita barusan, lo baca aja ni chat nya Yunita," jawab Deren, Tentu saja ini membuat Yudha geram dan bertambah bimbang.


Bagaimanapun yang salah adalah Ibunya. Anaknya ma ga tau apa apa.


"Serah elo lah bro gimana baiknya, ane ngikut keputusan terbanyak aja. Kenapa ga dikasihkan kebapak kandungnya aja sih. Ngapain nyuruh Yunita yang jagain?" ucap Yudha sedikit kesal.


"Kan Ane udah cerita dari kemarin marin kan. Emak tu bocah kagak tau siape bapaknye, makanya diakuinya ke elo. lo tu ya kagak nyambung nyambung. Bingung gue," ucap Deren lagi, mukanya ditekuk bertambah buran aja rasanya perasaan.


Yudha mengigit kuku kukunya, rasanya ingin sekali dia berteriak. Otak Yudha terasa penuh sekarang. Kembali Yudha memikirkan apa yang akan Arumi pikirkan tentang ini jika dia membawa bayi ini untuk dirawatnya.


"Titipin ke panti aja gimana bro, tempat abang elo," usul Deren.


"Disono ada emak ane bro, bisa berabe ntar...ribet pula ane ngadepinya, belum lagi mbak ane. Bisa tambah ruyam hidup ane kalau ketemu ama dua ratu drama itu. Mending ane ngadepin bini marah dari pada emak ama mbak ane," jawab Yudha.


"Lalu gimana dong enaknya!" Deren pun bingung.


"Suruh Yunita jaga aja, biar ane yang bayar," ucap Yudha.


"Mana mau sih dia, kerjaanya loncat pagar loncat gendung lo suruh anteng jaga baby. Bisa tertekan dunia ahirat doi hahahahaha," jawab Deren sambil tertawa.


Yudha diam, otaknya teringat betapa dermawanya saudarinya dan abang iparnya mengasuh puluhan anak yatim dan tak mampu lalu ini hanya satu anak aja masak aku ga mau, batin Yudha.

__ADS_1


"Hah, merepotkan saja bawa kesini aja tu bayi biar ane yang jaga sampai emaknya keluar dari kasusnya," ucap Yudha, ga ada pilihan lain masalah istrinya biarin aja toh seandainya Rum masih marah dia ada bukti real ini kan. Dan lagi ngapain dia repot repot mikirin perasaan Run, toh Rum juga ga menginginkan dia lagi bukan, batin Yudha.


Mau ada apa enggaknya bayi itu ga akan ngaruh juga dengan hubungan yang sedang Yudha dan Arumi jalani.


"Elo yakin bro mau jagain tu bayi?" tanya Deren.


"Lalu, masak ane tega sih lihat tu anak terlantar, gila aja. Biar ane bukan bapaknya ane masih punya hati kali," jawab Yudha ringan. Deren tau jika sahabatnya ini baik hati dan jarang melihat sikon.


Buktinya mesti bayi ini dan emaknya adalah sumber setiap masalahnya nyatanya Yudha masih mau berbaik hati.


"Gimana nanti kalau bini lo nanya?" tanya Deren.


"Ya jawab aja dititipin, emaknya masuk penjara. Susah amat lagian dia ga bakalan nanya nanya orang ane ama dia ga baikan," ucap Yudha.


"Tau ane lo lagi ga baikan, tapi alangkah baiknya elo ngalah lah. Mintalah maaf jelasin duduk permasalahanya. Biar bini elu ga salah paham. Masalah perkataan dia yang lagi marah sebaiknya lo ga usah terlalu masukin ke hati. Namanya juga orang marah bro, pasti ga terkontrol lah," ucap Deren, Yudha hanya diam mendengarkan setiap kata yang sahabatnya utarakan.


"Iya bro coba nanti ane ajak ngobrol, ane ga tahan kalau deket ama dia," jawab Yudha dia terlihat memejamkan mata seperti seseorang yang frustasi.


"Ga ada maksud ane," ucap Yudha, seketika Deren malah paham dengan maksud sahabatnya.


"Oke oke paham ane paham, emang otak lo ga lain. Secara bini lo bening kincling gitu. Ane juga heran pas denger kabar lo kawin lagi, se Jakarta heboh gosipin elo bro hahahah," goda Deren lagi.


"Bodo amat," umpat Yudha. Tak dipungkiri bahwa sahabat sahabat Yudha kala itu sudah mengingatkan. Sayang nya mata batinya tertutup oleh kemolekan Desi hingga semua terasa gelap. Mungkin!!.


Satu jam berlalu Yunita datang mengendong bayi mungil berusia sekitar dua bulanan.


Bayi mungil tak berdosa itu terlihat menggemaskan digendongan Yunita. Gadis tomboy ini sekarang menjelma seperti seorang ibu yanh menyayangi bayinya.


"Udah pantes Yun, udah kawin aja sono!" goda Deren, Yunita tersenyum sambil menatap penuh haru pada bayi yang ada digendonganya. Matanya tak bisa berbohon atas kesedihanya.

__ADS_1


"Kenapa lo Yun?" tanya Deren, Yunita hanya menggeleng dan mengelap air matanya.


"Lo mau jagain dia?" tanya Deren.


"Seandainya saat ini saya ga butuh banyak uang Pak, Saya pasti dengan suka rela mengasuh bayi tak berdosa ini. Maminya seperti orang gila kalau marah dan membentaknya Pak, entah kenapa hati saya rasanya sakit sekali melihatnya."ucap Yunita disela sela tangisnya.


"Kamu butuh uang banyak buat apa Yun?" tanya Deren.


"Untuk menebus adek saya dari rentenir Pak, orang tua saya terlilit hutang. Rentenir gila menginginkan saya jadi istrinya, tapi saya ogah jadi istri tua bangka sialan itu," umpat Yunita. Deren dan Yudha saling menatap seolah punya celah untuk memanfaatkan wanita malang ini.


"Adek mu cewek apa cowok Yun?" tanya Yudha.


"Cewek pak, setahun dibawah saya. Kalau saya ga berhasil bebasin dia alamat adek saya bakalan dimakan ama tua bangka sialan itu!" Yunita kembali marah dan geram dengan seseorang yang diincarnya.


"Jika negara ini ga ada hukum udah Yunita tembak tu manusia ga punya hati," umpat Yunita lagi, Deren malah tertawa pelan dengan kekesalan anak buahnya.


Yunita tak perduli saat big bosnya menertawakanya. Dia lebih memfokuskan perhatianya pada bayi yang ada digendonganya.


"Berapa hutang keluargamu Yun?" tanya Yudha.


"Weee, Yun utang lo mau dibayarin ama big bos kita asal lo mau jadi bini mudanya," goda Deren.


"Anj*y enggak beg*k, lo kata ane cowok apaan. Ngejar bini sendiri aja ga dapet dapet," jawab Yudha sambil tertawa renyah. Yunita hanya tersenyum melihat kekonyolan dua sahabat ini.


"Berapa Yun?" tanya Yudha lagi.


"Hampir 50 juta pa plus bunga," jawab Yunita.


"Oke nanti aku suruh orang nya Deren buat beresin utang keluarga lo, asalkan lo mau jaganin ni bayi sampek emaknya keluar dari penjara," pinta Yudha. Tentu saja Deren terkejut dengan apa yang Yudha pikirkan.

__ADS_1


"Meskipun ibu anak ini keluar dari penjara Pak, Saya sangsi dia mau sama anak ini lagi," jawab Yunita. Deren dan Yudha bertambah pusing dengan apa masalah yang kelihatanya sepele tapi menjengkelkan.


Bersambung...


__ADS_2