HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Mencoba Memperbaiki Kesalahan


__ADS_3

Selesai acara Arumi berharap Yudha akan mengajaknya pulang bersama. Sayangnya harapan hanya tinggal harapan. Yudha terlihat cuek saat berjalan didepanya. Dia malah asik ngobrol bersama teman teman sesama master disana.


Yang lebih menjengkelkan lagi saat dia melihat ada salah satu perempuan yang masuk kedalam mobil suaminya. Ingin rasanya saat ini Arumi marah, menarik wanita yang masuk kedalam mobil suaminya itu. Tapi Arumi merasa masih waras. Dia pun memilih diam dan menatap marah kearah mobil Yudha.


Sekali lagi kemarahan Arumi tertangkap basah oleh Yudha. Yudha melihat nya di kaca spion sebelum benar benar melaju meninggalkan wanita pemarah itu.


Arumi tak mau ambil pusing, dia memilih mengambil motornya diparkiran. Kesal rasanya, Arumi mengentak hentakan kakinya gemas. Tanpa Arumi sadari Yudha masih setia memperhatikan kemarahanya.


"Jelek tau marah marah gitu," ucap Yudha tepat dibelakang kepala Arumi, persis disamping telinga Arumi. Tentu saja Arumi terkejut.


Arumi pun menoleh dan, "Astaghfirullah!!" ucap Arumi sambil meloncat menghindar. Yudha hanya tertawa melihat tingkah koyol istrinya.


"Gitu aja terkejut," goda Yudha.


Arumi melirik kesal kearah suaminya. Yudha malah tersenyum nakal dan hendak menciumnya. dengan sigap Arumi menutup mulutnya.


"Beneran ga mau dicium," goda Yudha.


"Apaan sih dasar pria gila, mesum menjengkelkan, udah sana, " umpat Arumi sambil mendorong dada Yudha. Yudha malah memegang tangan itu dan menciumnya. Membuat Arumi merinding. Arumi segera menarik tanganya agar tak ketahuan kalau dia menyukai ini.


"Biarin kamu suka kan!" goda Yudha lagi.


"Dih apaan sih, ga lucu udah sana main sama cewek cewek kamu sana. Dasar pria ganjen!" umpat Arumi kesal. Dia pun memilih naik keatas motornya. Yudha tak mau kalah dia pun membonceng iseng dibelakang Arumi sambil memeluk tubuh kecil istrinya yang menggemaskan ini. Mencium gemas pipi itu.


"Mamas apaan sih turun ga, dilihat orang malu tau," ucap Yudha.


"Tega banget sih suaminya suruh pulang jalan kaki," ucap Yudha memelas. Arumi meliriknya lagi.


"Kenapa?" tanya Yudha.


"Bukankah tadi naik mobil ama cewek," gerutu Arumi.


"Lihat dimana?" tanya Yudha.

__ADS_1


"Lah yang tadi!"


"Makanya jangan suudzon, jangan suka ngejudge orang kalau ga tau masalahnya. Kebiasaan dah bunda. Itu tadi kawan abi minta tolong di keluarin dari parkiran dia ga bisa karena tempatnya sempit. Astaga bunda ini hobi banget curiga ama suami. Udah ayo jalan," ajak Yudha.


"Lah mobil yang tadi pagi mana?" tanhmya Arumi curiga.


"Masuk bengkel, tadi pagi sampek sekolah abang dia mogok," jawab Yudha.


"Emang iya?" tanya Arumi curiga.


"Iya ayok jalan, ngantuk abi," jawab Yudha sambil menaruh kepalanya dipunggung kecil Arumi. Tanpa menjawab Arumi pun melajukan kendaraanya.


Agar orang orang tak curiga Yudha pun memakai kacamata hitamnya, topi dan jaket hoddy nya. Tak lupa dia pun memakai maskernya.


Arumi sangat tenang membawa motornya, meski sesekali Yudha mengelitik perutnya.


"Mamas diem ngapa!" ucap Arumi judes.


"Galak amat sih bun, harusnya hari ini kita tu happy happy bun. Bulan madu yuk," ajak Yudha, Arumi malah tertawa lucu.


"Anak udah dua masih bulan madu, ga malu apa," balas Yudha.


"Ngapain malu, bawa aja mereka," usul Yudha. Arumi masih konsentrasi dengan jalanan yang ada didepanya.


"Tau ah," balas Arumi dengan senyum manisnya. Yudha tau jika saat ini Arumi sedang bahagia.


"Udah lihat kado dari abi belum?" tanya Yudha.


"Udah, makasih ya!"


"Sama sama, masih marah ga sama abi?" tanya Yudha.


"Masih lah!"

__ADS_1


"Loh, kapan sembuhnya?" goda Yudha lagi.


"Ga tau," Arumi masih kekeh dengan pendirianya.


"Ntar malem abi mau cerita sesuatu sama bunda, bunda mau dengerin ga," ucap Yudha


Arumi tak menjawab dia memilih tetap konsentrasi dengan jalanan yang ada didepanya.


"Bun,".


"Heemmm,".


"Maafin Abi ya,"


" Ga tau,"


"Loh dosa lo bun, orang minta maaf itu harus dimaafin lo. Kan abi udah berubah bun," ucap Yudha.


"Rum ga tau mas, mas tau kan luka Rum seperti apa," ucap Arumi jujur.


"Abi minta maaf ya bun, Abi pernah khilaf . Abi akan mencoba memperbaiki kesalahan Abi dan ga akan pernah mengulanginya lagi bun. Abi sayang sama bunda sama anak anak juga," ucap Yudha, Arumi hanya diam dia ga tau harus menjawab apa.


Motor yang dikendarai Arumi sampai didepan rumah Arumi. Tapi Yudha sama sekali ga ada inisiatif turun untuk membukakan pintu. Dia malah asik memeluk tubuh itu.


"Turun mamas, buka pintunya," pinta Arumi.


"Ga mau mamas mau disini peluk bunda!" jawabnya.


"Ya Allah mamas, mbak nya kita kan jagain anak anak," jawab Arumi kesal.


"Baiklah baiklah, cepet amat marahanya," jawab Yudha. Dia pun turun dan membukakan pintu gerbang untuk istrinya.


Yudha tersenyum kala mengingat kemodusanya hari ini. Perempuan yang dicintainya ini sangat polos. Bahkan untuk marah seperti ga punya kekuatan.

__ADS_1


"Ah..istriku lugu sekali dirimu, Mas janji sayang akan membahagiakanmu semampuku," janji Yudha dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2