
"Hay...pengantin baru!" sapa pria berpakaian lengkap ala preman dengan warna serba hitam itu.
Yunita pun menghampiri pria itu." Ngapain kamu kesini, bukan kah aku sudah membayar semua hutangku padamu!" ucap Yunita tegas.
"Santai sayang santai, Kamu baru membayar bunganya sayang. Pokoknya masih utuh, dan aku kesini untuk meminta itu. Kabarnya kamu sudah menemukan suami yang kaya raya. Mau tau dong pria bodoh seperti apa yang mau menikahi wanita banyak hutang dan mantan wanita penghibur sepertimu?" ucap pria itu, bersamaan dengan itu Robet pun keluar kamar.
"Apa maksud perkataan kalian?" tanya Robet, dia merasa sangat bodoh kali ini. Karena sama sekali tak tau tentang masa lalu istrinya.
"Oooo, jadi ini pria kaya raya yang sudi menikahi wanita jal*ng sepertimu!" ledek pria itu lagi.
"Aku bukan wanita jal*ng brengs*k. Kamu yang menjebakku masuk kedalam dunia seperti itu. Dasar bajing*n. Pergi kamu dari sini!!" teriak Yunita. Robet yang mendengar percakapan mereka pun merasa sangat shock. Jadi? otak Robet langsung mengeluarkan kata itu. Tak dipungkiri bahwa saat ini dia merasa sangat tertipu.
"Sabar sayang, slow slow...," jawab pria berbaju hitam itu.
"Apanya yang slow brengs*k. Mau berapa lama lagi kamu menjatuhkanku hah!" ucap Yunita.
"Sayang...sayang...," ucap pria itu hendak memegang pipi Yunita. Yunita pun menepis tangan kurang ajar itu. Tentu saja perlakuan pria itu pada istrinya membuat darah Robet mendidih.
"Jangan berani berani kamu menyentuh istriku!" hardik Robet. Pria berbaju hitam itu pun tertawa terbahak bahak.
"Heh, bro sebelum elo kenal wanita jal*ng ini. Aku sudah terlebih dahulu mencicipinya. Jadi wajar lah kalau darah kelelakianku ini bangun saat melihat dia ada di depan mata," jawab Yosan ringan. Yunita yang mendengar perkataan Yosan tentu saja shock. Dia tak menyangka bahwa pria yang pernah menjadi sahabatnya ini sungguh tega memfitnahnya. Yunita tak kuasa menahan air matanya. Ditambah lagi saat dia menatap sorot mata suaminya yang penuh kemarahan itu.
Disisi lain Robet kembali dia merasa dibodohi oleh Yunita.
"Yosan, apa maksudmu?" tanya Yunita dengan suara sedikit tertahan.
"Wow...apakah suamimu ini tidak tau siapakah sebenarnya dirimu hah kenapa mukanya setegang itu. Ya ampun kamu tega sekali menipunya honey!" ledek Yosan lagi.
__ADS_1
"Aku kira persahabatan kita abadi Yosan, aku tak menyangka jika persahabatan kita bisa dibeli dengan uang," ucap Yunita pelan. Yosan malah menatap Yunita dengan tatapan merendahkan.
"Ayolah sayang, kamu jangan bersembunyi dibalik topeng keluguanmu itu. Aku sangat suka permainan ranjangmu," tambah Yosan. Robet mengepalkan tangannya. Ingin sekali rasanya dia mengjajar dua orang yang ada didepanya ini. Robet geram mereka serasa menginjak harga dirinya.
"Cukup Yosan, cukup!!" teriak Yunita. Robet masih berusaha menahan emosinya. Jangan sampai dia lepas kendali. Ini adalah rumah mertuanya dia tidak bisa berbuat semaunya bukan. Robet masih berusaha mencerna keadaan. Dan mengartikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Suamiku ini tidak benar," ucap Yunita sambil menggoyang tubuh Robet yang diam terpaku. Seketika kesadaran Robet kembali dan dia pun langsung mengingat kenapa ibunya sangat menentang pernikahanya.
"Berapa hutang wanita ini padamu?" tanya Robet pada Yosan.
"Wow...kamu hebat Yunita sayang, ternyata kamu ga salah pilih suami, aku sangat senang dengan ini," ucap Yosan senang. Yunita menatap tak percaya pada mantan sahabatnya.
"Diam kamu Yosan!" bentak Yunita lagi.
"Katakan, berapa hutang wanita ini padamu?" tanya Robet sekali lagi. Sepertinya Robet sudah muak dengan sandiwara di depan matanya ini.
Robet pun membaca dan mempelajari isi map tersebut.
"Mala, ambilkan ponsel abang di kamar!" pinta Robet. Mala pun segera menuruti perintah abang iparnya.
"Baik bang," jawab Mala. Yunita tak bisa berkata apa apa. Nasibnya sekarang sedang diujung tanduk.Ditambah lagi bagaimana caranya dia bisa membuat suaminya percaya kali ini. Haruskan pernikahan yang belum ada sehari ini hancur. Ya Tuhan ujian apa lagi ini, batin Yunita menangis perih.
"Kenapa bunganya bisa sebesar ini?" tanya Robet pada Yosan.
"Itu adalah konsekuensinya bro, lo lihat aja bini elo setuju kan saat mengajukan pinjaman pada kami!" ucap Yosan santai. Robet diam, karena pada kenyataanya disana ada tanda tangan Yunita diatas materai.
Mala datang membawakan ponsel abang iparnya. "Ini bang," ucap Mala.
__ADS_1
Robet pun menghitung ulang semua coretan yang ada di depan matanya.
"Oke, jika aku membayar sesuai nominal yang tertera di sini. Apa jaminan untuku?" tanya Robet. Yunita tak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Ini sungguh gila, dihari dimana seharusnya aku bahagia, aku malah diperjual belikan oleh mantan sahabatku dan suamiku, batin Yunita kembali menjerit sakit.
"Tentu saja wanita itu utuh milikmu bro," jawab Yosan kembali dengan sikap santainya.
"Oke, aku butuh bukti tertulis dan sah dimata hukum," jawab Robet. Tentu saja Robet tak mau tertipu untuk kedua kali.
"Oh, kalau soal itu gampang bro, semua sudah kami persiapkan!" jawab Yosan, dia pun kembali memanggil anak buahnya dan menyerahkan satu map lagi yang berisi perjanjian pelunasan.
Robet kembali membaca dengan teliti isi perjanjian yang akan dia tanda tangani.
"Oke, apakah aku harus mengirim uangnya di regkening ini?" tanya Robet.
"Betul bro," jawab Yosan dengan senyum renyahnya. Tanpa banyak bicara lagi Robet pun langsung membuka aplikasi diponselnya dan mentranfer uang ke regkening Yosan.
"Sudah masuk," ucap Robet.
"Uwihh...mantap bro, seneng banget kalau nagih utang langsung dikasih gini ahh...kamu emang hebat Yunita," ucap Yosan sambil merapikan berkas berkas yang ada di atas meja.
Tak lupa Yosan pun menandatangi surat pelunasan itu. Pertanda mulai saat ini Yunita telah berpindah pemilik.
"Selamat bro, mulai hari ini wanita itu seutuhnya adalah punya elo," ucap Yosan tawanya sungguh menyakitkan bagi Yunita. Tapi apalah daya pada kenyataanya inilah jalan hidup yang harus dia lalui bukan.
Yunita yang mendengar ucapan Yosan seketika meneteskam air matanya. Hari ini babak baru kehidupanya akan dimulai. Dia tidak tau apakah Robet akan bisa menerima penjelasanya atau tidak. Atau malah Robet akan lebih kejam dari Yosan. Ahhh...Yunita tak tau.
Bersambung..
__ADS_1
CA:" Hay hay gengs ..ternyata emak ga sanggup nahan jempol gengs. Kisah mbak Yunita sudah dimulai semoga sukak ya, happy reading🤗😍. Jangan lupa like n komenya ya. Dukungan kalian sangat berarti bagiku."