HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
#HSBM Season 2 Saling Terbuka


__ADS_3

Yunita sedang menikmati hidangan yang ada di depannya. Robet sedikit risih dengan rambut panjang Yunita yang mengganggunya saat makan. Ditambah lagi dia sibuk menutup dadanya. Robet pun berdiri dan mengambil sisir serta karet rambut.


"Maaf ya," ucap Robet meminta ijin menguncir rambut istrinya.


"He he...," Yunita hanya tertawa pelan.


"Udah terusin makannya, mau disuapin," goda Robet. Yunita tersenyum dan menggeleng.


"Makan yang banyak biar ga kerempeng gitu," ledek Robet lagi, Yunita hanya tersenyum.


Robet masih setia menunggu istrinya selesai makan.


"Mas ga makan?" tanya Yunita.


"Nanti aja," jawab Robet.


"Mau maem bareng!" Yunita menyodorkan makanan yang ada di piringnya.


"Boleh," ucap Robet kemudian dia pun duduk disamping istrinya, Yunita mulai menyuapi suaminya. Agak sedikit deg deg an karena Robet terus menatapnya.


Robet terus menerima suapan nasi dari istrinya, jika ditanya bagaimana rasa makanan itu pasti Robet akan jawab tidak tahu. Karena rasa makanan yang dia makan sudah dikalahkan oleh rasa bahagia yang menyelimuti hatinya.


"Nambah lagi ga?" tanya Yunita.


"Ga sayang udah, Mas udah kenyang," jawab Robet.


"Oke," Yunita pun mengambilkan minum untuk suaminya dan dirinya sendiri. Makan di kamar berdua dan canggung seperti ini, ahhh sungguh rasa yang sulit dideskripsikan.


Robet meminta asisten rumah tangga di rumah Omanya untuk merapikan peralatan makan mereka. Yunita pun sama dia langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan mulutnya. Rasa tak ingin ditinggal istrinya membuat Robet mengikuti kemanapun istrinya pergi bahkan ke kamar mandi.


Rasa canggung itu pun datang lagi mana kala mereka sama sama menyikat gigi.( Astaga kalian ini bukan menikah karena dijodokan bro, sist. Kenapa kalian malu malu gini gemes dah emak.)


Yunita hanya tersenyum mana kala mendapati suaminya terus mengikuti kamana pun dia pergi.


"Mamas kenapa ngikutin Nita terus ?" tanya Yunita sambil kembali duduk santai di sofa. Nita terus memegang celannya, terlihat tak nyaman.


"Enggak ga kenapa napa?" jawab Robet malu malu.


"Dih..."

__ADS_1


"Kamu kenapa gini gini terus?" tanya Robet sambil menirukan gerakan Yunita.


"CD nya kelonggaran ga nyaman," jawab Yunita tersipu malu, Robet pun ikutan tersenyum. Ya iyah kelonggaran, gimana ga longgar kamu kerempeng gitu.


"Kenapa ga cari yang kecil?" tanya Robet.


"Nita ga tahu mana yang kecil," balas Yunita.


"Lah ga nanya, coba Mas lihat kamu pakek yang mana?" tanya Robet sambil berjalan mendekati istrinya, dengan lugunya Yunita menunjukkan celana dalam yang dia pakek.


Robet tertawa dalam hati, istrinya sudah ga malu malu lagi padanya, tetapi dia juga harus bersabar karena Robet sudah janji dalam hati tak akan menyakiti Yunita lagi.


"Oh, yang ini. Ini favorit Mamas ini. Pantas lah longgar, itu ukuranya XL yang gede punya. Ganti aja yuk Mamas cariin yang kecil yang belum pernah Mas pakek," ajak Robet. Yunita pun menurut, dari pada ga nyaman. Yunita agaknya lupa dengan harta berharganya yang lain, yang sedari tadi tak luput dari perhatian Robet.


PD yang pernah ia nikmati itu menggantung bebas dibalik kaos tipis Yunita. Robet rasa Yunita lupa dengan itu, jika sadar mungkin Yunita akan mencakar wajahnya. Wanita ini pasti tak akan memaafkanya jika dia menyadarinya. Semoga dia lupa terus pikir Robet mulai omes (otak mesum).


Robet mengambilkan satu celana dalem yang menurutnya pas buat Yunita.


"Nah pakek yang ini, ini lebih kecil dari yang kamu pakek sekarang," ucap Robet sambil menyerahkan celana dalam warna merah merona itu.


Yunita tertawa, "Loh kok ketawa, apanya yang lucu," tanya Robet. Yunita menenteng tanpa malu celana dalam itu sambil tertawa.


"Apaan, itu mami sama Mita yang kasih. Kado ulang tahun. Menyebalkan sekali mereka," ucap Robet sambil berkacak pinggang kesal.


Yunita masih saja tertawa sambil membayangkan Robet memakai celana dalam yang warnanya menurutnya kelewat mencolok itu.


"Kenapa masih tertawa ha?" tanya Robet geram.


"Enggak, Nita hanya membayangkan Mamas pakek celana dalam ini," ucap Yunita sambil memasang celana dalam itu diarea yang menurut Robet sensitif itu.


"Kamu pemasaran, mau lihat Mas pakek CD itu depan kamu hah!" tantang Robet, Yunita semakin tertawa gemas mendengar ucapan suaminya. Robet sangat menggemaskan jika kesal begitu, menurut Yunita ini sangat cute.


"Ah, enggak enggak, jangan marah. Nita ganti dulu ya daa..." goda Yunita sambil melangkah pergi meninggalkan suaminya, tapi sayangnya tawa Yunita masih saja terdengar saat dia masuk ke kamar mandi.


Robet hanya tersenyum, rasanya indah sekali bisa bercanda dengan pemilik hatinya.


Yunita sudah mengganti celananya dia pun kembali duduk di sofa depan suaminya. Robet diam dia terlihat merenung.


"Mas kenapa, masih sedih?" tanya Yunita.

__ADS_1


"Mas ga nyangka aja Nit, mami tega main api dibelakang papi," ucap Robet. Terdengar sedih.


"Sabar ya Mas, mungkin mami punya alasan," ucap Yunita sambil menatap penuh iba pada suaminya.


"Namanya rumah tangga mana boleh begitu, boleh lah marah tapi kalau bisa jangan melibatkan orang ke tiga. apa lagi udah ada anak," jawab Robet tegas. Prinsip inilah yang membuat Robet marah besar pada Yunita.


"Namanya juga hati Mas, nungkin saat itu mami pakek hatinya dan ga memikirkan baik buruknya," jawab Yunita.


"Rasanya sakit sekali Nit di sini," ucap Robet.


Yunita pun beranjak dan mengelus lengan suaminya, "Mas yang sabar semua pasti berlalu," ucap Yunita berusaha menenangkan suaminya.


"Atas nama mami Mas minta maaf ya, karena beliau sudah memfitnahmu," ucap Robet sambil menatap mata indah istrinya. Yunita menjawab dengan senyuman indahnya.


"Jangan pergi lagi ya istriku," pinta Robet.


"Asal ga maksa," jawab Yunita.


"Maksa apa?"


"Maksa itu!"


Robet kembali tersenyum dan mencium tangan istrinya, "Mas janji ga akan maksa kamu sayang, Mas akan tunggu kamu menyerahkannya dengan suka rela," jawab Robet sungguh sungguh.


Yunita tersenyum sambil melipat kakinya, mereka terlihat masih malu malu. Ingin rasanya membahas sesuatu yang tabu, tapi, ahhh...Robet sudah janji.


"Besok mau pulang kerumah apa mau di sini?" tanya Robet.


"Kita temenin Oma biar tenang dulu," jawab Yunita.


"Oke, tapi mulai besok jadwal Mas padat sayang. Mas sekarang kan gantiin papi!" ucap Robet.


"Ga papa, yang penting Mamas selalu jaga kesehatan. Jangan telat makan," balas Yunita mengingatkan.


"Insya Allah," jawab Robet tenang.


Perjanjian dalam hati yang telah mereka ukir dalam hati masing masing telah membuat mereka merasa saling memiliki. Robet sudah mulai tenang, dia bahagia karena Yunita sudah berjanji padanya tak akan meninggalkanya asal dia tak memaksanya. Jujur ini perjanjian yang sedikit menekanya, mana kuat dia. Apa lagi saat ini dia melihat sesuatu yang indah di depan matanya. (Udah janji loh mas Obet jangan ampek lupa, ntar di cakar ama mbak Nita lo h wkwkwk).


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2