
Yudha masih termenung tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Arumi sudah melupakanya sudah tak mencintainya. Bahkan dengan keteguhan hatinya Arumi mengatakan sudah mati rasa denganya. Lalu untuk apa dia bertahan semua sudah berahir Yudha.
Yudha sudah terlanjur berjanji pada kakak kandung Arumi bahwa dia tak akan memaksa Arumi untuk menerimanya.
Saat Arumi pergi meninggalkannya dulu Yudha masih sangat optimis bahwa rumah tangganya akan bertahan dan baik baik saja. Dia akan berusaha minta maaf dan merebut kambali hati istri cantiknya ini.
Yudha tak menyangka bahwa apa yang dia lakukan membuatnya kehilangan segalanya. Hartanya terlebih sekarang adalah hati istrinya.
Yudha bingung haruskah dia mengiklaskan ini ataukah dia harus tetap berusaha demi anak anaknya. Yudha kembali memakai pakaianya dan duduk termenung di kamar dimana dia ditinggal sendirian oleh Arumi.
Yudha mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada kakak Iparnya siapa tau Deka bisa membantunya membujuk Arumi.
"Bang," tulis Yudha, Yudha menaruh ponsel itu didekatnya tak lama terdengar notif diponselnya sepertinya Deka masih belum tidur dan membalas chat nya.
"Ya Yud ada apa?" balas Deka.
"Pusing ni bang!" tulis Yudha.
"Kenapa, udah ketemu kan ama bundanya anak anak?" tanya Deka.
__ADS_1
"Udah bang, tapi Rum minta pisah," balas Yudha.
"Loh, dia ga mau maafin kamu?" tanya Deka lagi.
"Ga tau bang, sepertinya Rum ngrasa kalau Yudha ga serius dengan perasaan Yudha bang. sepertinya Rum udah ga percaya sama Yudha," balas Yudha.
"Coba kamu biarin dia tenang dulu, mungkin sekarang dia masih marah kali sama kamu. Istri kita mirip mirip Yud, kalau marah ya begitu itu. Biarkan dia adem dulu turuti aja yang dia mau," balas Deka.
Yudha membaca balasan dari abang iparnya sambil berfikir.
"Kalau dia minta pisah beneran giman bang, Yudha ga mau bang kehilangan Rum. Yudha cinta ama Rum," tulis Yudha lagi.
"Abang tau, tapi abang harap kamu ga maksain kehendak kamu. Ingat dia terluka karenamu menurut abang sih biarin aja dulu selama dia ga gugat kamu, ya udah biarin berjalan apa adanya. Kamu kan deket ama anak anak ya udah deketin aja anaknya," balas Deka lagi.
"Dasar, otak lo isinya itu doang," balas Deka di tempat masing masing mereka saling tertawa.
"Bukan soal itu bang!" Yudha masih berusaha berkilah, tapi Deka tau kalau adek iparnya ini udah pengen buka puasa.
"Sholat sana sholat minta ampun ama Allah lu, biar dipercepat buka puasanya hahahaha," balas Deka.
__ADS_1
"Alhamdulilah bang Yudha ga pernah ninggalin kalau satu hal itu, Yudha harus gimana bang Rum ga seperti wanita yang lain bang. Yudha pengen Rum tu marah brontak gitu lo bang. Dia ngomongnya alus banget tapi ngena dihati," disini Deka menangkap bahwa Arumi memang berbeda dengan wanita pada umumnya. Dia banyak ngalah tapi sekali ga mau ya ga bisa dipaksa.
"Sabar aja Yud, wanita emang gitu mudah memaafkan tapi sulit melupakan, kamu buktiin aja kalau cinta ama nafsumu cuma buat dia," balas Deka.
"Rasanya pengen teriak bang, Yudha pengen dimarahin sama Rum!" loh loh aneh sekali ni pria, gue aja yang tiap hari dimarahin mbaknya tanpa sebab aja pusing.
"Hahaha, kebalikan kita Yudh, ratu drama milik abang hobinya ngomel ampek pusing apa. Tiap hari dengerin radio rusak apa lagi pas kamu gila gilanya siapa yang salah siapa yang kena omel hah, nasib nasib," Deka pun bisa melepaskan kegundahanya jika ngobrol dengan adek iparnya ini. Mereka memang klop banget.
"Emang iya bang, sejak kapan abang dan mbak tau tentang masalah Yudha dan Rum, apakah Rum curhat ama mbak?" tanya Yudha.
"Enggak lah, kamu kan kenal Rum. Mana mungkin dia mau terbuka dengan masalahnya. Ada salah satu sahabat SMA mbak mu yang kerja Di Rs Risalah. Dokter saraf kalau ga salah ya itu yang kasih tau waktu nganter ibuk berobat," balas Deka.
"Ohh, soalnya Rum sendiri yang minta waktu itu buat sembunyiin masalah ini dari siapapun. Makanya Yudha shock saat tau kalian yang jemput Rum. Maafin Yudha ya bang," tulis Yudha lagi.
"Kalau abang ma asal kamu ga ngulangin aja Yud, kasihan anak istrimu. Punya istri sholehah itu rejeki Yudh jalan kita menuju jannahnya Allah. bikin dia seneng bikin dia bahagia Insya Allah soal rejeki ngikut sendiri," balas Deka.
"Iya bang Yudha ngerti, doain ya bang Yudha selalu dapet hidayah. Yudha bisa memperbaiki kesalahan Yudha. Biar Yudha ga kepleset lagi," tulis Yudha lagi.
"Amin," balas Deka.
__ADS_1
Chat pun berahir, Yudha menghela nafas dalam dalam. Selesai mencurahkan perasaannya dengan abang iparnya Yudha pun merasa baikan. Dia kembali ke tujuan awalnya yaitu memenangkan hati istrinya bagaimanapun caranya.
Bersambung...