HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Kegelisahan Yudha


__ADS_3

"Rum ganti baju dulu ya, malu nanti dilihat orang," ucap Arumi sambil melepaskan pelukankanya.


"Gini aja cantik kok," goda Yudha.


"Enggak ah, malu Rum,"


"Malu kenapa?"


"Ya pokoknya malu," jawab Arumi manja.


"Cium dulu," pinta Yudha.


"Kan barusan udah," Rum berkilah.


"Kurang,"


"Dih aroganya,"


"Ga nurut berarti mau yang kayak semalem," ancam Yudha. Astaga suamiku ini kenapa dih, tumben banget sih rakus. batin Arumi sambil memanyunkam bibirnya dan menyodorkanya dihadapan Yudha. Dengan senang hati Yudha pun menyambut bibir yang menurutnya sangat menggoda ini.


Bukan Yudha namanya kalau tak pandai memanfaatkan keadaan. Arumi tak bisa menolak setiap sentuhan suaminya saat ini.


Yudha kembali melancarkan seranganya tapi tak searogan semalam.


Kali ini dia melakukanya dengan hati hati dan penuh perasaan. Indah rasanya bisa mengekpresikan cinta tanpa halangan.


Yudha membopong istrinya kekamar agar bisa melanjutkan apa yang dia mau. Arumi pun menyetujui apa yang suaminya mau buktinya dia tak menolak kan.


Yudha mengambilkan istrinya minum usai percintaan panas mereka. Arumi pun menerima air itu dan dengan senang hati meminumnya.

__ADS_1


"Makasih mas," ucap Arumi. Yudha pun mencium kening wanita yang dicintainya dan menatap mata indah itu dengan binar cintanya.


Saat itu terjadi saat itu juga Yudha langsung mengingat bahwa dia belum jujur pada istrinya pasal kebangkrutanya.


Tak dipungkiri bahwa harta yang mereka miliki bersama dulu tak lepas dari campur tangan Arumi yang ikut andil dalam membangun dan membesarkanya. Kini usaha yang mereka bangun bersama itu hilang dalam sekejap mata atas kebosohannya.


Yudha takut Arumi akan marah, Yudha takut Arumi akan kecewa padanya. Walaupun mungkin dia bisa berusaha dan sukses lagi seperti dulu tetapi rasanya pasti akan lain.


Lamunan Yudha buyar ketika terdengar suara Mawar menangis. Arumi pun segera memakai baju dan menenangkan putrinya.


Yudha mengambil ponselnya dan ingin segera menghubungi abang iparnya. Tentu saja tak lain, dia pasti akan meminta pendapat soal ini.


"Bun, abi telpon bang Deka dulu ya," ucap Yudha sambil menghampiri istrinya yang sedang memberikan Asi untuk buah hati mereka.


"Oke," jawab Arumi, tak lupa Yudha juga memberikan kecupan menggemaskan dipipi putrinya. Gadis cilik itupun tersenyum pada abi yang sangat menyayanginya ini.


"Iya Yud," jawab Deka.


"Hallo bang, Yudha bingung ni!" ucap Yudha.


"Kenapa lagi, ratu drama masih ngedrama lagi?" goda Deka.


"Bukan itu bang," mendengar jawaban adeknya Deka sudah paham pasti Yudha udah buka puasa. Makin semangat Deka menggoda adik iparnya.


"Lalu, kenapa galau gitu Yudh. Belum buka puasa juga hahahaha!" tutur Deka sambil tertawa.


"Ah, abang itu mulu dibahas. Bukan bang ! Yudha bingung gimana cara ngomong sama Rum soal Toko dan Rumah kami yang hilang bang," ucap Yudha. Disisi lain Deka juga bingung bagaimana menyampaikan kabar buruk ini untuk Yudha.Deka diam membuat Yudha semakin gelisah.


"Kenapa abang diam?" tanya Yudha.

__ADS_1


"Kabar buruk Yud?" ucap Deka.


"Ada apa bang?" tanya Yudha.


"Mantan istrimu gila, ternyata dia dan tim pengacaranya sangat hebat dalam memanupulasi keadaan," jawab Deka.


"Maksud abang?"


"Kita kalah dipersidangan Yud, karena tanda tangan dan sidik jari yang ada di surat kuasa itu asli, terlebih dia juga memakai tanda tanganmu di akte anaknya," jawab Deka, tentu saja Yudha sangat shock mendengar jawaban ini.


"Ini gila bang, astaga matilah Yudha sekarang Rum bisa ngamuk bang," jawab Yudha gugup. Kebodohanya tak hanya kehilangan hartanya. Tetapi dia juga dipaksa mengakui anak yang bukan darah dagingnya sebagai keturunannya.


Yudha geram Yudha emosi, dia tak bisa membiarkan masalah ini berlarut larut.


"Astaga bang, masalah satu belum kelar masalah satu pula muncul. Dasar wanita rubah itu," ucap Yudha penuh dengan emosi.


"Sebaiknya kamu selesaikan satu persatu masalahmu Yud, takutnya dia akan menuntut hak untuk anak yang dilahirkannya. Karena kamu tak memberi nya nafkah selama ini kan!" ucap Deka memperingatkan.


"Astaga bang, kenapa aku bisa sesial ini!" ucap Yudha.


"Sebaiknya kamu terus terang pada Rum, sebelum kamu keduluan akal licik mantan istrimu!" balas Deka.


Benar sekali apa yang dikatakan abang iparnya, Yudha memang harus segera menyelesaikan ini. Berterus terang dan berdiskusi dengan Arumi adalah cara terbaik.


Yudha pun mengahiri pembicaraan dengan abang iparnya. Mempersiapkan mental agar dia berani mengutarakan masalah yang dia sembunyikan selama ini.


Yudha menghela nafas dalam dalam berharap Arumi akan mengerti dan memaafkan kesalahanya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2