
Yunita menarik kopernya dan memasuki area bandara. Memakai kaca mata hitamnya dan berjalan dengan tenang menuju area cek in.
Yunita membawa hati yang rapuh kali ini, Oma Rose mengizinkanya pergi bukan berarti mengizinkanya melepaskan ikatan pernikahan antara dia dan cucunya. Oma Rose mengizinkanya pergi agar mereka berdua sama sama bisa berfikir lebih dewasa. Memahami keadaan dan bisa saling memaafkan.
Jika boleh memilih Yunita menginginkan kebebasannya dan mengembalikan cintanya pada tempatnya semula. Dia ingin kembali berjuang untuk menyembuhkan bapaknya, memberikan pendidikan yang layak untuk adeknya. Sayangnya hatinya tak bisa dibujuk, hati selembut kapas itu sudah ternoda oleh cinta sang pujaan hati yang sulit untuk dihapuskan.
Yunita tak tahu pasti kapan cinta ini hadir, yang jelas Robet sudah berhasil masuk kedalam hatinya, dan mampu memporak porandakan emosinya. Bahkan cinta itu juga mampu membuatnya terlihat bodoh.
Cinta nyata ini sungguh rumit baginya, apa lagi ini adalah pengalaman pertama baginya. Jatuh cinta untuk pertama kalinya dan terpaksa dia harus terluka karenanya.
Yunita sudah duduk manis di dalam sebuah pesawat yang akan membawanya memulai hidup barunya. Sesuai tugas yang diberikan padanya.
Membawa sebuah dokumen penting untuk seorang pria yang disinyalir adalah teman dekat big bosnya. Yunita mengenggam erat ponselnya, berdoa dalam hati meminta pada pemilik hidup agar diberi kelancaran dalam menjalankan misinya.
Wanita tangguh ini memang terlihat sangat tenang, tapi tidak dengan hatinya yang terus bertanya keadaan suaminya.
***
Bukan hanya Yunita yang hendak menyelesaikan misinya. Disini ada Robet yang bersiap terbang ke Samarinda untuk menemui sahabatnya. Robet ingin meminta bantuan Yudha untuk menyelesaikan masalahnya.
Tak dipungkiri bahwa saat ini rindunya sungguh terasa sangat menyiksanya. Jika boleh memilih Robet memilih Yunita memukulnya atau memakinya asalkan mereka masih tetap bersama.
"Istriku, tidakkah kamu rindu padaku sayang," gumam Robet saat melihat awan dari jendela pesawat yang ditumpanginya. Perasaan yang Robet rasakan saat ini sungguh menyiksa perasaanya. Kini Robet mengerti kenapa Arumi dan Yudha bisa sama sama gila saat mereka terpisah.
"Istriku, dimana kamu sayang. Apakah sudah tak ada lagi cinta dihatimu untukku. Mas kangen sayang, pulanglah honey, mas lebih milih kamu marah dan ngajakin mas berantem dari pada kamu ninggalin mas gini honey," ucap Robet dalam hatinya.
Sekuat apapun seorang pria jika hatinya sudah tersentuh cinta ya gitulah jadi oon kata Oma Rose.
Robet mengemudikan kendaraanya dengan sangat tenang. Berharap kali ini dia kan menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang membelenggu jiwanya.
Robet memarkirkan mobilnya persis di depan rumah sahabatnya. Dari luar ruamh itu tampak tenang, setenang rumah tangga penghuninya.
__ADS_1
Dari dalam...
Arumi sedang menyiapkan makan siang untuk suami dan anak anaknya. Kini dia sudab mulai repot karena asisten rumah tangga yang bekerja padanya sudah resagn semua. Cicik menikah dan bik Patmi pulang ke jawa suaminya sakit.
Ting tung (Bunyi bel yang ada di rumah Arumi).
Arumi segera mematikan kompornya, dan bersiap membukakan puntu untuk tamunya.
"Eehhhh....pemgantin baru, loh mana mbak bojo," sapa Arumi sambil menggoda Robet.
"Kami lagi ada masalah Rum, oia Yudha ada?" jawab Robet, mukanya terlihat sangat kusut. Arumi percaya jika saat ini sahabatnya ini sedang menghadapi masalah yang serius.
"Ada Bet...mari masuk," balas Arumi, Robet pun masuk dan menunggu sahabatnya di ruang tamu.
Arumi pun masuk ke ruang kerja suaminya dan memberitahu jika ada tamu.
"Ada apa bun?" tanya Yudha ketika melihat istrinya masuk keruang kerjanya.
"Ada Robet nyariin Abi," jawab Arumi sambil mendekati suaminya.
"Bunda ga tahu sayang, Abi masih banyak kerjanya heemm. Abi belum sarapan loh dari pagi, mbok ya sarapan dulu," ucap Arumi mengingatkan.
"Tinggal dikit sih Bun ngrekapnya. Iya habis ini Abi makan. Cium dulu boleh," pinta Yudha, dasar dia ma selalu aja. Anak udah dua juga masih aja manja.
Arumi tak menjawab dia langsung duduk dipangkuan suaminya dan memberikan apa yang suaminya mau.
"Udah sana ditungguin no ama bespren (teman baik)nya Abi," ucap Arumi sambil beranjak dari pangkuan suaminya. Yudha pun sama dia mematikan laptop dan merapikan pekerjaannya.
Arumi keluar ruang kerja itu diikuti suaminya, Yudha langsung menyapa Robet di ruang tamunya sedangkan Arumi kembali ke dapur untuk menyiapkan hidangan untuk mereka berdua.
"Hay bro," sapa Yudha, Robet menyambut uluran tangan sahabatnya dengan senyuman yang malas.
__ADS_1
"Ada apaan, pengantin baru kok lemas," goda Yudha.
"Gue lagi ada masalah bro," ucap Robet, doi rupanya tak mau membuang buang waktu lagi. Yudha hanya menatap tak percaya pada muka sahabatnya.
"Masalah apa Bro?" tanya Yudha.
"Gue bodoh sekali Bro, gue nyakitin bini gue," jawab Robet mulai mau terbuka.
"Nyakitin bini, maksud lo. Lo selingkuh?" tanya Yudha, seketika dia ingat masa lalunya.
"Enggak Bro, ini ma lebih parah dari itu. Gue udah bikin hatinya hancur dengan ga percaya sama dia Bro," jawab Robet dengan mata memerah pertanda dia sangat risau.
"Maksud elo apaan Bro?" tanya Yudha bingung. Robet pun menceritakan dari awal sampai ahir kisah pernikahan mereka. Yudha diam tak percaya dengan apa yang dikatakan sahabatnya.
"Gila lo Bro, bukanya nanya nanya dulu. Kalau Deren tahu gimana nanti Bro," ucapan Yudha malah membuat takut Robet.
"Gue ga nyangka kalau perbuatan bodoh gue bisa bikin keadaan jadi runyam gini Bro. Nita tak pernah menjawab apapun tuduhanku. Bahkan melihat dia menangis pun tidak!" ucap Robet menengaskan.
"Ya bener lah Oma marah, elo terlalu mengedepankan emosi Bro. Ane aja ga nyangka kalau elo bisa begitu ama bini lo. Ane tau nya lo tu bijak banget Bro, bisa nerima kekurangan dan kelebihan Nita. Nita tu otak ama fisiknya doang yang di setting kuat, hatinya ma mana kita tahu. Namaya juga manusia kan," jawab Yudha, tak dipungkiri bawa Yudha juga geram dengan sahabatnya ini.
"Gue cinta ama dia Bro, gue ga bisa kehilangan dia," ucap Robet sambil mengusap kasar air mukanya.
"Ane ga tahu mesti bilang apa, kira kira Ane bisa bantu apa?" tanya Yudha.
"Lo tahu ga Deren ada di mana. Deren pasti tahu di mana bini gue Bro," ucap Robet.
"Lo yakin mau ketemu Deren, Deren udah pasti ngamuk soal ini. Dia udah pasti ga bakalan terima anak buahnya lo gini in," ucap Yudha memperingatkan.
"Gue hukan tipe pecundang Bro, gue emang salah dan berhak di hukum. Gue siap biarpun nantinya gue bakalan dihajar sama Deren. Lebih baik gue dihajar dari pada gue ga dapet maaf dari Nita Bro," ucap Robet putus asa.
Yudha tahu dan mengerti bagaimana perasaan sahabatnya ini. Dia juga pernah diposisi yang sama. Yudha hanya bisa memberi suport tentang apapun keputusan yang diambil oleh sahabatnya.
__ADS_1
Bersambung..
CA:" Emak sedih gengs😣...kalau emak crazy up like nya dikit banget, pasti kalian buru buru dan lupa ninggalin jempol ya...ayo ulang yang jempolnya kelewat...biar emak rajin up, makasih😘😂."