HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Bimbang


__ADS_3

Yudha mengusap kasar air mukanya. Pertanyaan demi pertanyaan kini mulai menganggunya. Ditatapnya wajah teduh sang putri, "Benarkah bunda sudah ga cinta sama abi dek?" tanya Yudha pada putrinya yang masih terlelap.


"Apakah bunda akan bahagia bersama yang lain dek, tapi abi sangat sayang sama kalian dek. Abi harus gimana sayang!" Yudha terus saja mengajak bicara putrinya yang tak tau apa apa ini.


"Haruskah abi menuruti keinginan bunda untuk pisah dek, apakah itu adalah bukti yang benar benar bunda minta sebagai wujud cinta abi dek, abi sedih dek abi ga bisa hidup tanpa kalian," ucap Yudha lagi, tak terasa hati pria yang dulu super tega ini seketika berubah menjadi melo dan selembut kapas.


Astaga Yudha Yudha ga malu ama tinggimu yang hampir mencapai 180cm itu.Malu lah kalau nangis depan Mawar dih.


......


Dimobil Arumi diam membisu, entah mengapa dia merasa ikut merasakan apa yang suaminya rasakan saat ini.


"Kamu kenapa Rum?" tanya Robet kakak Maya, dulu saat kuliah Robet pernah mengejar cinta Arumi tapi tak berhasil.


"Aku bingung Bet, aku ingin pisah ama dia tapi ga tega ama anak anak," jawab Arumi jujur.


Robet sudah tau kisah hidup wanita yang kini jadi sahabatnya ini.


"Kalau masih bisa diperbaiki ngapain pisah Rum!" ucap Robet mengingatkan.


"Rasanya sakit sekali Bet saat dia menyentuhku, aku merasa sangat kotor," baru kali ini Arumi mau curhat tentang apa yang dia rasakan selain sama Mita dan Arti, terlebih Robet adalah seorang pria.


"Kenapa begitu Rum, dia kan suamimu harusnya kamu buang pikiran itu jauh jauh. Lagian kamu wanita baik baik Rum bukan seperti yang kamu omongin," jawab Robet berusaha menghapus pikiran salah Arumi.

__ADS_1


"Aku ingat betul Bet saat dia mengatakan bahwa dia tidak pernah mencintai aku, berarti selama tujuh tahun aku mendampinginya dia hanya menjadikan aku bahan pelampiasan nafsunya saja Bet, bayangkan Bet tujuh tahun aku hidup didalam kepalsuan. Dan kamu bilang aku harus memaafkanya, tidak semudah itu Bet," jawab Arumi dengan diiringi deraian air matanya.


"Pikiranmu jangan sekolot itu Rum, bisa saja dia tak menyadari akan cintanya saat itu. Ya kamu pikir aja ga mungkin lah kalau dia ga cinta ama kamu bisa bikin kamu hamil ampek 2x," jawab Robet.


"Kamu ga ikut merasakanya Bet, melewatinya bagaimana kamu bisa tau dia cinta apa ga sama aku!" jawab Arumi masih kekeh dengan apa yang dia pikirkan.


"Aku ga bisa maksa kamu Rum buat mulai dari awal kisah kalian, karena yang kenal baik buruk, luar dalam suamimu kan kamu sendiri, tapi saran ku sebagai sahabat pikirkanlah lagi jangan terbawa emosi. Yang sudah ya sudah lah semoga kedepanya suamimu ga gitu lagi." balas Robet lagi, entah mengapa feelling Robet mengatakan bahwa Yudha tulus sayang sama Arumi.


"Aku ga bisa Bet, saat dia menyentuhku aku sudah ga bisa merespon hatiku terasa mati Bet," jawab Arumi. Kali ini Robet diam karena sebenarnya ini bukan ranahnya. Robet hanya ingin rumah tangga sahabatnya ini tetap utuh.


"Tolong bantu aku cari pengacara ya Bet, yang bisa ngurus ini buat Aku," pinta Arumi.


"Sebenernya team nya Mita bisa, cuma saranku bicarakanlah lagi ini sama suamimu, sama Ditya juga. Jangan terlalu egois Rum putra putrimu butuh seorang ayah. Terlebih Ditya. Hanya pria lah yang bisa mengerti perasaan Pria Rum," Robet masih berusaha membuat Arumi berubah pikiran.


Tapi jika dia tak mengambil keputusan maka hidupnya ini akan selalu dipenuhi rasa takut dan jijik akan sentuhan Yudha.


"Rasanya pengen marah sama dia Bet, pengen rasanya aku pukul dia. Tapi jujur aku ga tega," jawab Arumi.


"Ya karena ada cinta dihatimu untuknya Rum, kamu boong kalau kamu bilang rasamu udah mati untuknya. Kamu hanya marah Rum makanya ga bisa ngrespon dia." jawab Robet terus berusaha meredam emosi yang Arumi rasakan.


"Hah, ga tau lah Bet rasanya aku tu pengen banget balas dendam ama dia biar tau rasa!" jawab Arumi sambil meremas jaket ya dia kenakan.


"Pantesan pakek baju kurang bahan gitu, tumben amat tadi bilangnya gimana sama suami. Sok sokan minta jemput lagi biasanya jual mahal kalau diajak bareng, enggak Bet aku naik motor aja," balas Robet sambil menirukan gaya bicara Arumi.

__ADS_1


"Hahahaha, enak aja baju kurang bahan, cuma potongan bawahnya aja yang pendek, aku juga risih tau Bet pakek baju beginian. Eh tau ga muka dia pas aku ga nurutin disuruh ganti macam anak ga bisa nonton TV gara gara mati lampu, cute sekali hahahaha," jawab Arumi, dia terlihat sangat bahagia dan antusias menceritakan keluguan Yudha. Robet tau betul bahwa cinta Arumi masih ada untuk suaminya hanya saja Arumi selalu berusaha menghapusnya, emosinya juga mendukung untuk itu.


"Ngledekin dia aja kamu suka, bilang nya ga cinta. Dasar tukang boong lu," umpat Robet.


"Biarin aja, aku tadi pas berangkat minta sangu. Kemarin marin aku masih bingung mau beli alat praktek minta siapa, pas banget dia datang bisa dimanfaatkan hahahaha," ucap Arumi lagi dia terihat menggemaskan jika bahagia gini.


"Hah minta sangu, kamu ini ada ada aja," balas Robet.


"Kata dia gini, ngapain minta sangu sama mas kan kamu bilang pacar kamu tajir heh," Arumi kembali menceritakan pembicaraanya tadi dengan suaminya.


Tentu saja Robet jadi bingung dengan ini, "Emang kamu bilang apa kesuamimu soal aku?" tanya Robet penasaran.


"Kamu pacarku!" jawab Arumi jujur.


"Anj*y jinj*y kampr*t ngrusak pasaran gua aja lu, menjatuhkan harga diri ini namanya hah dasar emak emak ga tau diri. Ogah gue jadi pacar elu," umpat Robet, Arumi pun menertawakan umpatan Robet dia tau sahabatnya ini anti dikatain merebut milik orang.


"Hehehehe, maaf ya pak bos aku manfaatin kamu hehehehe, hah menyenangkan sekali bisa mainin kalian. Kapan lagi aku bisa manfaatin kamu. Mumpung kamu belum ada yang punya," ucap Arumi sambil menatap kosong kedepan pandanganya.


Robet menyadari kebimbangan hati sahabatnya, Arumi memang bisa tertawa didalam lukanya. Tapi tak dipungkiri luka yang pernah Yudha ciptakan tak main main.


Arumi melamun, Robet yakin jika sahabatnya ini pasti menimbang nimbang apa yang barusan mereka bahas. Robet berharap Arumi akan memikirkan lagi keinginanya yang kekeh untuk berpisah dari suaminya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2