
Bersyukurlah Arumi bisa selamat dari kerumunan masa. Atau lebih tepatnya adalah fans suaminya.
Didalam mobil Arumi terus saja mengeluh tak percaya. "Gila gila," ucap Arumi. Yudha tau kalau Arumi terkejut dengan para penggemarnya.
"Kenapa bun?" goda Yudha.
"Itu tadi apaan mas!" ucap Arumi masih tak percaya dengan kejadian yang barusan dialaminya. Yudha hanya tertawa.
"Sekarang paham kan kenapa suamimu ini kalau keluat rumah selalu pakek jaket hoddy masker plus kaca mata hitam," ucap Yudha. Dih PeDe sekali.
"He em Rum mengerti. susah juga ya dikenal publik," balas Arumi.
"Itu ma belum apa apa bun, dibanding dulu pertama kali Abi masuk TV," ucap Yudha.
"Ooo, jadi Abi udah terkenal to dari dulu. Kok Rum ga tau ya!" jawab Arumi. Yudha memang tak pernah terbuka soal dirinya dari dulu.Entah hubungan seperti apa yang mereka jalani sebelum ini.
"Waktu masih jadi asistenya papinya Robet, cewek cewek yang lihat Abi kayak apaan aja." jawab Yudha santai.
"Benarkah, Kok Rum ga tau!" jawab Arumi, dia memang ga tau apa apa tentang suaminya tentu saja ini membuat Arumi bingung.
"Abi memang ga mau terlalu dikenal bun, makanya habis syuting Master chef sesion 1 Abi ga mau terlibat lagi. Malas dikejar kejar fans. Duitnya ga seberapa repotnya sampai keujung dunia," jawab Yudha apa adanya.
"Eemmm, wajar lah kalau Mamas banyak yang ngefans Mamas kan ganteng banget, putih hidungnya mancung alisnya tebal, bulu matanya lentik. Badannya sexy aduh meleleh hati adek bang," ucap Arumi, terdengar melo dan menjengkelkan. Yudha hanya melirik jijik kearah istrinya.
"Dasar ratu drama, kemarin Juna yang dipuji begitu sekarang ngefans ama suaminya sendiri. Besok siapa lagi bunda," ucap Yudha sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Besok...emmm...siapa ya, Mamas aja terus pokoknya Mamas Mamas dan Mamas ga ada yang lain," rayu Arumi. Entahlah rasanya Arumi sangat bahagia saat ini. Bertemu dan mengenal suaminya yang sekarang.
"Bunda juga cantik, pokoknya bunda buat Abi dunia ahirat. Awas aja kalau bunda ama yang lain. Abi bakalan cabik cabik orang yang berani deketin bunda," ucap Yudha sambil mengeluarkan apa yang ada dihatinya.
"Iya sayangku, Rum akan selalu setia sama kamu sayang. Sampai maut memisahkan Rum janji," jawab Arumi. Arumibpin beringsut dati duduknya dan mencium manja pipi suami tampanya.
Yudha pun membalas ciuman itu dengan meraih tangan istrinya dan menciumnya dengan cinta.
"Habis event ini Abi stay di Samarinda dulu ya bunda sampai restauran siap si renovasi. Bunda ama anak anak kalau kangen pulang aja kesana nanti Abi cariin tiketnya," ucap Yudha.
"Ga ah, Rum ngikut aja. Rum mau jagain Mamas," jawab Arumi manja. Gantian dia meraih tangan suaminya dan menciumnya. Duh kalian sweet sekali sih.
"Resiko lah punya suami tampan, tajir terkenal pula hahaha," astaga narsisnya. Arumi memukul manja paha suaminya.
"Jangan nakal lagi ya Mas, Awas nakal bunda cabik cabik tu perempuan yang coba coba deketin Mamas. Rum ga mau ngalah lagi," jawab Arumi dengan nada kesal. Yudha malah tersenyum geli.
"Enggak sayang, Abi kan udah janji. Abi mau menghabiskan sisa hidup Abi hanya denganmu istriku," jawab Yudha. Mobil yang dikendarai Yudha pun sampai didekat rumah Arumi sayangnya banyak sekali kerumunan masa disana. Sepertinya ada banyak wartawan yang sedang menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
"Astaga apa apaan ini," umpat Yudha kesal. Dia pun segera memutar arah kembali keluar kompleks perumahan yang Arumi huni.
"Apaan tadi Mas?" tanya Arumi. Duh istriku kamu ini oon sekali sih batin Yudha.
"Itu tadi wartawan Bun, nungguin kita. Udahlah kita tidur hotel aja malam ini," ajak Yudha.
"Lah terus anak anak!" ucap Arumi khawatir.
"Telpon aja si Cicik kasih tau dia ga usah keluar luar. Jagain anak anak untuk malam ini," pinta Yudha. Arumi pun segera menghubungi asisten rumah tangganya agar menjaga buah hati mereka.
"Anak anak gimana?" tanya Yudha sedikit kesal.
"Mereka udah bobo mas," jawab Arumi.
"Mas ga usah kesel gitu, Rum ga papa kok. Santai aja. Kan mereka juga cari rejeki ya kan," ucap Arumi. Kata katanya terdengar lebih dewasa kali ini membuat Yudha semakin menyayanginya.
"Iya bun, kamu bener. Maaf Abi kebawa emosi," jawab Yudha.
Malam ini mereka benar benar tidur dihotel. Menghabiskan malam bersama. Bahkan Yudha memanfaatkan moment berharga ini dengan kembali memberikan kejutan untuk pemilik hatinya.
Yudha memesan kamar sweet room untuk memperlakukan seistimewa mungkin ratu dalam hidupnya.
"Mas,"
"Mas ga salah, sewa kamarnya?" tanya Arumi.
"Enggak sayang, udah nikmati aja kapan lagi kita bisa berada disuasana seromantis ini heemm, anggap aja ini bulan madu kedua kita. Eh malah yang peryama ding. Kan dulu waktu bulan madu kita ga ngapa ngapain. Sekarang Abi maunya kita ngapa ngapain," ucap Yudha sambil memeluk manja istrinya dari belakang. Arumi tersenyum malu malu.
"Emang kita mau ngapain!" goda Arumi.
"Bikin adeknya Mawar juga boleh," balas Yudha.
"Selalu dah, ga lain," ucap Arumi. Dia pun melepaskan pelukan suaminya dan menikmati keindahan kota Jakarta dari jendela kamarnya.
"Kita sekarang dilantai berapa mas?" tanya Arumi. Duh istriku norak sekali sih.
"Di lantai 17 sayang," jawab Yudha.
"Tinggi juga ya," jawab Arumi polos. Yudha tak mau banyak bicara dia pun menyerang istrinya dengan cumbuan yang memabukan. Arumi tak mampu menolak keinginan indah suaminya. Malam itu apa yang mereka sama sama inginkan pun terjadi. Membuat adek buat Mawar. Ahh..serah kalian aja lah.
.....
Hari ini Arumi mengantar suaminya sendiri kebandara dengan mobil barunya hadiah dari event yang dia ikuti.
__ADS_1
"Mamas hati hati ya sayang," ucap Arumi.
"Iya sayang, Abi akan hati hati, Bunda juga ya jaganin semua buat Abi heeemn, titip anak anak ya bun. Kalau ada apa apa langsung kabari Abi. Besok Abi ada undangan nikahan kawan Abi didaerah. Maunya dia sih Abi ngajak ratu drama Abi. Dia pengen ngenalin Bunda sama calon istrinya. Ngefans ama bunda katanya. Hah...mereka ini ada ada aja," jawab Yudha sembari menggerutu.
"Haha, Abi ini demen bener menggerutu. Bilang aja anak anak ga bisa ditinggal. Abang kan lagi UTS kan," jawab Arumi. Mobil yang dikendarainya pun sampai ditempat tujuan. Arumi melepas tambatan hatinya tepat didepan pintu keberangkatan. Lambain tangan dan senyuman manis Arumi berikan untuk cinta sejatinya. Yudha pun membalas lambaian tangan dan senyuman itu penuh dengan binar cinta yang dia miliki.
.....
Kabar kepergian Yudha dimanfaatkan oleh ratu rubah yang tak rela jika Yudha kembali lagi bersama istri tuanya.
Dengan sisa uang yang dia miliki ahirnya Desi berhasil bebas dari penjara, Desi hanya perlu membayar uang jaminan yang menurutnya tak seberapa.
Desi tertawa bahagia mana kala tau rencanya yang dia buat berjalan dengan lancar. Dan sekali lagi Yudha masuk kedalam perangkapnya.
Malam itu juga Desi tak membuang waktu, Dia langsung menghubungi rivalnya by phone.
Arumi yang bersiap hendak tidur sedikit terkejut dengan panggilan telpon yang tak dia kenal. Berkali kali nomer itu menghubunginya tapi Arumi tak memperdulikanya. Arumi pun memilih tidur dan mematikan poselnya.
Keesokan harinya sang penelpon rahasiabitu pun menghubunginya lagi.
Arumi kesal dia pun menyambut panggilan itu dengan sedikit marah.
"Hallo," sambut Arumi.
"Hallo sayang," balas Desi.
"Iya, ini siapa ya?" tanya Arumi.
"Madumu sayang masak lupa," jawab Desi sambil meledek. Tentu saja Arumi kesal.
"Untuk apa kamu menghubungiku bukankah kita masalah kalian sudah selesai," ucap Arumi sedikit ketus, Desi malah tertawa mendengar suara Arumi yang mulai emosi.
"Slow buk slow, siapa bilang urusanku dengan pria tampan itu selesai heemm. Kamu kena tipu lagi ya hahaha, kasihan kasihan," ucap Desi terus saja menyulut emosi Arumi.
"Apa maksudmu aku kena tipu hah!!" bentak Arumi kesal.
"Belum sadar juga ya rupanya, Dia itu cuma mau tubuhmu sayang. Hatinya ma masih punyaku. Buktinya dia masih datang padaku, masih menafkahiku lahir batin bahkan sekarang dia membawa putrinya ke Jakarta kan. Suami kita memang baik ya. Aku ijin liburan aja dikasih dan dia rela lo jaganin putri kami, Dia memang luar biasa. Dan aku berterimakasih padamu mbak Rum yang baik karena mau berbagi suami denganku. Aku sangat bahagia mengenalnya, dia itu luar biasa bahkan dia memberikan separo hartanya untukku. Kurang bersyukur gimana lagi coba punya suami yang tampan, tajir baik hati pula ahhh..sekali lagi terimakasih ya mbak Rum," ucap Desi dengan genitnya.
Tentu saja Arumi shock dengan ini. Akankah kejadian itu akan terulang lagi. Arumi ingin bicara tapi tak bisa. Arumi ingin menangis tapi tak tau caranya. Dan situasi seperti ini kembali dimanfaatkan oleh Desi.
"Dengan ya mbak Arumi yang baik, Mas Yudha itu miliku hanya miliku. Hanya aku wanita yang berhak atasnya paham..." ucap Desi memperingatkan. Suara tangis Arumi kembali membuat Desi tersenyum bahagia. Diapun mengahiri panggilan telponya dengan perasaan berbunga bunga.
Bersambung....
__ADS_1