HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Berusaha Menepis Perasaan


__ADS_3

Malam itu setelah selesai mendonorkan darahnya Deren diminta istrihahat untuk memulihkan kondisinya. Lucunya Aisyah, bukanya menunggu bapaknya yang tidur sendirian dia ruang perawatan, dia malah menjaga Deren seperti seorang istri yang tak mau meninggalkan suaminya.


Deren sedikit merasa risih ditempeli wanita


yang tak begitu dikenalnya. Maklumlah Deren terbiasa sendiri.


"Ngapain kamu masih disini, udah pergi sana," pinta Deren. Aisyah malah menolak.


"Enggak nanti kalau Aak pingsan gimana!" ucapnya khawatir. Ya Tuhan ni perempuan kenapa pula. Dia pikir aku ini apa, mana ada orang kehilangan satu kantong darah bisa pingsan, ada ada aja! gerutu Deren dalam hati.


"Kamu ngledek aku ya!" ucap Deren dengan tatapan mata sedikit menakutkan. Aisyah hanya menggeleng takut, tangannya mengetuk ketuk sisi ranjang yang ditiduri Deren.


"Tunggu apa lagi, udah sana jagain abahmu kasihan dia sendirian," pinta Deren.


"Ga mau, udah ada bude ama pakde yang jagain," jawan Aisyah masih ngotot.


"Lah, katanya tadi ga punya siapa siapa kok sekarang punya pakde ama bude. Boong ya kamu biar aku tolongin ya!" hardik Deren.

__ADS_1


"Bukan Ak dih, maksud Aish kan keluarga inti. Umi kan udah meningal jadi tinggal Aish ama abah doang sekarang, berdua," jawab Aisyah lagi. Ya Tuhan kembali Deren ingin tertawa.


Deren menatap gemas ke arah Aisyah ingin rasanya Deren marah tapi tak bisa. Ya sudah lah kalau ga mau pergi tungguin aja, sampai aku tidur dan bangun lagi besok, pikir Deren.


Deren tak perduli dengan gadis yang terus menjaganya bak istri ini. Dia malah memanfaatkan kesempatan untuk ini untuk istirahat lebih tepatnya tidur.


Deren terbangun kala alarm diponselnya berdering. Matanya terbuka lebar saat itu juga, dia memang terbiasa tidur hanya tiga sampai empat jam dalam sehari setelah itu dia akan melanjutkan pekerjaanya lagi.


Dia menoleh kesamping kanan tubuhnya. Gadis itu masih saja menjaganya. Deren tersenyum geli. Deren memiringkan tubuhnya dan memperhatikan gadis yang menurutnya super lugu ini.


"Astaga bodoh sekali ini anak gadis orang, ga ada takut takutnya," ucap Deren. Dia pun beranjak dari pembaringanya dan mengangkat tubuh gadis berhijab itu keranjang dimana tadi dia berbaring.


Deren ingin sekali meninggalkan gadis ini sendiri. Tapi perasaan iba tiba tiba menjalar dihatinya. Deren menghela nafas dalam dalam. Deren masih berusaha mencerna apa yang ada dipikiranya. Diusia yang menginjak 33 tahun ini Deren terbilang belum pernah terlibat dengan wanita manapun. Sungguh aneh sekarang tiba tiba dia khawatir dengan lawan jenis yang notabene tak ada hubungan apapun dengan nya.


Deren berfikir kembali, dia memilih pergi meninggalkan gadis ini sendiri. Dia takut tak mampu melawan perasaanya. Gejolak aneh mulai dia rasakan saat pertama dia membuka matanya tadi. Aisyah ternyata mampu mengalihkan perhatiannya.


Didalam mobil Deren seperti seseorang yang takut akan kematian. Hello bang Deren ini cinta bang, cinta bukan maut bukan. Astaga takut amat.

__ADS_1


***


Disisi lain Aisyah yang baru bangun dari tidurnya merasa bingung karena dia berada ditempat yang bukan seharusnya. Seharusnya dia berada di ruangan abahnya. Aisyah kembali mengingat apa yang dilewatinya tadi malam.


"Hah...aak yang itu kemana ya?" tanyanya pada dirinya sendiri.


Aisyah beranjak dari ranjang itu dan melangkah menuju ruangan abahnya.


"Kamu dari mana Aish?" tanya Bude Aisyah.


"Aish ketiduran diruang PMI bude," jawab Aisyah.


"Astaga, ya udah subuh sana. Temen kamu mana katanya yang kasih darah buat abahmu?" tanya Bude lagi.


"Sudah pulang Bude?" jawabnya lemas.


Bude Aisyah tak bertanya lagi, dia ga mau juga dinilai terlalu ikut campur urusan keponakanya.

__ADS_1


Bersambung...


Catatan Author:" Gengs, bagi kalian penggemar Aak Deren dan Mbak Aisyah nanti kita bahas dinovel mereka sendirinya di AAK PREMAN AKU PADAMU, yang akan rilis setelah novel ini ending oke. Dukungan dan doa kalian adalah semangat saya. makasih sudah suka dengan tarian jempol nakal saya."


__ADS_2