HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Kecemburun Yudha


__ADS_3

Yudha mondar mandir diruang tamu, api cemburu terlihat jelas telah membakar hatinya saat ini. Sambil menunggu kedatangan istrinya Yudha menghabikan sebotol bir bintang yang dibelinya tadi.


Jam dinding sudah memunjukan pukul 11 malam tapi belum ada tanda tanda Arumi kembali.


"Kemana wanita itu," umpat Yudha geram. Kecemburuan dan emosi Yudha sudah tercampur aduk rupanya.


Yudha gelisah, dia kembali pun duduk disofa pikiranya benar benar kalut saat ini. batin nya melayang membayangkan percintaan panas Arumi dengan kekasih barunya. Pikiran aneh itu semakin menyulut emosi Yudha.


"Ahhh brengsek kamu Rum, awas aja," ancam Yudha.


Diluar terdengar suara pentir saling bersaut sautan, seolah mengambarkan susana hati yang Yudha rasakan saat ini.


Yudha mengambil ponsel hendak menghubungi Arumi, tapi sayang tak ada nomer Arumi yang tertera disana.


Yudha mendengar suara mobil berhenti didepan rumah, mungkin itu Rum pikirnya. Yudha pun mengintip dibalik jendela, benar saja itu adalah istrinya. Sedang bercanda ria dengan pria yang diakui Arumi sebagai kekasihnya.


Arumi masuk kedalam rumah, betapa terkejutnya dia saat menyalakan lampu. Dia melihat Yudha duduk disofa dengan muka penuh emosinya.


Arumi berusaha cuek, dia pun melangkahkan kakinya hendak menaiki tangga. Sayangnya Yudha mengejarnya dan menarik paksa tangan itu.


Tentu saja ini membuat Arumi terkejut, Kali ini Arumi tak diam dia pun memberontak penuh emosi. bahkan Arumi memukul tangan Yudha yang mencengkeramnya dengan paksa.


"Mas lepasin, apaan sih! kamu menyakitiku" ucap Arumi masih berusaha berontak dari cengkraman Yudha, sayangnya Yudha tak perduli dengan rengekan Arumi.

__ADS_1


Yudha tak menjawab dia malah menggendong paksa tubuh Arumi. "Mas lepas, mas mau ngapain !" teriak Arumi saat Yudha membawanya masuk kekamar mandi.


Yudha menurunkan Arumi tepat dibawah shower kamar mandi dan menyalakanya, tentu saja Arumi gelagapan dibuatnya. Arumi hendak kabur tapi dengan cepat Yudha menangkapnya dan mengembalikanya keposisi semua.


Arumi kembali melihat kemarahan Yudha saat Yudha merobek paksa baju yang dipakainya. Arumi gemetar dia pun langsung reflek menutup dadanya yang terekspos menantang.


"Katakan padaku bagian tubuhmu mana yang dia sentuh," ucap Yudha sambil mencengkeram lengan Arumi.


"Semuanya puas," tantang Arumi. Kali ini Arumi tak mau kalah dengan Yudha.


"Hoh, jadi kalian tadi bersenang senang hah," bentak Yudha.


"Iya kenapa, kami menikmatinya," jawab Arumi, tak apa bohong yang penting tujuanya adalah membuat jijik Yudha padanya dan pada ahirnya Yudha akan bersedia meninggalkanya.


Yudha semakin tersulut emosi, "Mari kita buktikan kuatan mana aku dengan kekasihmu itu hingga kamu lebih memilihnya," jawab Yudha sambil melepaskan semua bajunya. Tentu saja ini membuat terkejut Arumi. Bukan ini yang Arumi mau. Astaga Rum kamu membangunkan singa tidur, kamu salah strategi batin Arumi mulai menyadari kebodohanya.


"Ngapain kamu takut begitu hah, pasangan tak halalmu aja kamu ijin menikmati milikmu, lalu kenapa aku yang halal kamu larang hah. Jawab," bentak Yudha lagi. Astaga Arumi tak menyangka jika suaminya akan segila ini jika cemburu.


Arumi tak berani lagi menjawab kemarahan suaminya, Dia hanya bisa memberontak dengan tubuh nya saat Yudha sudah mulai mencumbunya dengan kasar.


Arumi memukul pundak Yudha saat Yudha mulai menikmati bibirnya, bahkan Yudha membuka paksa mulut Arumi.


Ini sungguh gila, entah setan apa yang merasuki pria ini. Saat ini tenaganya sungguh luar biasa. Arumi tak sanggup melawanya. Perlakuan Yudha malam ini sungguh diluar nalar dan dugaan Arumi.

__ADS_1


Yudha terus mencumbu dan mencumbunya, kemaraham cemburu dan nafsu Yudha menjadi satu. Hingga mampu membuat tenaga Yudha seperti terisi penuh untuk memberi pelajaran pada istrinya ini.


Kekuatan Arumi melemah, bahkan saat cumbuan Yudha berubah halus dia malah menyambut dan mengikutinya. Yudha tersenyum dalam hati karena dia berhasil membuat Arumi pasrah dan mengikuti alur yang dia ciptakan. Sejenak Yudha lupa atas kesalahan Rum menurutnya.


Kamar mandi ini menjadi saksi bisu percintaan panas mereka.Terlihat jelas betapa hausnya mereka selama ini. Tak ada lagi yang terucap dari keduanya. Mereka saling mencumbu dan mencurahkan gairah yang sama sama mereka pendam selama ini. Suasana romantis percintaan mereka didukung oleh derasnya air hujan yang membasahi bumi.


Petir masih saling bersaut sautan, Arumi dan Yudha tak perduli. Mereka masih saling mencumbu dan mencumbu. melepaskan hasrat yang mereka pendam selama ini.


Arumi pasrah ketika dengan sigap Yudha menyatukan tubuh mereka. Gejolak perasaan Arumi berlawanan Otak dan hatinya berusaha keras menolak. Tapi bahasa tubuhnya mengatakan bahwa dia juga merindukan ini.


Dikamar mandi ini sudah beberapa gaya mereka coba, namun tak ada tanda tanda Yudha akan mengahirinya. Bahkan sekarang Yudha membopong tubuh Arumi ke kamar dan melempar kasar tubuh itu. Yudha juga menarik penuh emosi kaki Arumi.


Arumi kembali pasrah dengan sikap kasar suaminya, tenaganya terasa habis percuma dia melawan tak akan ada gunanya ini.


Yudha sangat bersemangat menunjukan kehebatanya. Rasanya Arumi sudah tak kuat lagi tapi Yudha tak perduli. Tujuanya hanya satu yaitu membuktikan pada Arumi bahwa dia masih mampu dan lebih kuat dari orang yang membuatnya cemburu.


"Mas udah ya," ucap Arumi pelan ditelinga Yudha, sayangnya Yudha tak menghiraukanya. Yudha terus saja menghajarnya. Dia memang bertekat membuat Arumi pingsan dan meminta ampun padanya.


Kegilaan Yudha sungguh luar biasa, Arumi sampai lemas bahkan mengangkat tanganya pun tak sanggup. Yudha benar benar menghajarnya sampai pagi.


Setelah merasa puas Yudha pun menutup tubuh Arumi dengan selimut dan berkata," Kalau kamu berani mengulanginya aku akan menyiksamu lebih dari ini kamu dengar." ucap Yudha sambil mendekatkan wajahnya kewajah Arumi.


Arumi tak mau menjawab, pikiranya tersadar atas apa yang barusan dia lewati. Kebencian Arumi pada Yudha semakin besar.

__ADS_1


Sayang nya Yudha tak perduli, dia malah memilih meninggalkan tubuh yang lemah tak berdaya itu. Yudha masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya. Kemaraha Yudha masih terlihat jelas disana terbukti dia masih mengancam akan melakukan lebih pada Arumi jika istrinya ini berani mengulangi lagi perbuatanya.


Bersambung...


__ADS_2