
Kebahagiaan Kini telah menyelimuti keluarga kecil Arumi dan Yudha. Setelah banyaknya rintangan yang mereka hadapi. Susah senang bersama, bahkan bahtera rumah tangga yang mereka arungi bersama hampir hampir saja hancur karena datangnya orang ketiga.
Arumi hampir saja menyerah kala itu. Tapi kegigihan Yudha mengubah sikapnya, telah memuluhkan hati Arumi. Setiap manusia boleh melakukan kesalahan bukan, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Dan ya dia pun berhak mendapatkan pengampunan asalkan tidak mengulanginya lagi.
Yudha sudah biasa berjalan normal sekarang. Mereka berdua sedang bersiap siap ke daerah untuk menghadiri pesta penikahan sahabat mereka.
Rencananya Yunita dan Robet akan melaksanakan ijab qobul mereka di masjid dekat rumah Yunita.
"Bun...anak anak gimana, ga papa ditinggal?" tanya Yudha sambil mengancingkan kemejanya.
"Ga papa Bi, lagian jauh kasihan mereka. Abang juga banyak tugas katanya. Dia bilang yang mau jaga adeknya, tadi Bunda juga udah bilang apa bik Patmi ama Cicik juga yang penting jaga anak anak dulu. Kerjaan rumah ma gampang," ucap Arumi sambil membubuhkan bedak kemukanya.
"Bun..."
"Ya..!" jawab Yudha, dia langsung memeluk istri cantiknya dan mencium pipi yang barusan dibubuhi bedak itu. Astaga Yudha lunturlah bedak.
"Rasanya males banget jalan Bun," ucap Yudha sambil menyembunyikan kepalanya di leher istrinya.
"Abi ki piye to, Abi ga ingat apa kalau ga ada mereka mungkin kita ga akan seperti ini Abi," jawab Arumi sambil mengecup pipi sang suami. Suaminya ini ternyata sangat menggemaskan. Mirip banget seperti putra sulung mereka.
"Abi tau itu, ahh...marilah kita berangkat," ucap Yudha sambil melepas pelukanya.
Arumi beranjak dari duduknya dan merapikan kemeja yang dipakai suaminya.
Arumi tersenyum ketika mencuri pandang pada suaminya.
"Kenapa Bunda senyum senyum gitu?" tanya Yudha curiga.
"Ahh enggak, Bunda jadi ingat wajah Ditya!" jawab Arumi lugu.
__ADS_1
"Kenapa dengan wajah abang Bun?"
"Dia mirip sekali dengan Abi, makanya Bunda ga bisa move on dari Abi. Orang tiap hari tiap waktu tiap detik nglihat dublikat Abi," jawab Arumi. Senyum itu kembali mengembang di bibirr keduanya. Yudha menciu mensra bibir istrinya. Bibir ini sudah manis rasanya. Tutur katanya juga enak didengar, sungguh adem dihati.
"Dulu pas kita pisah Bunda kangen ga sama Abi?" tanya Yudha.
"Kangen lah Bi, tapi mau gimana. Kan, bunda pikir Abi emang ga cinta ama Bunda. Ya sudahlah, kan yang kita pilih juga jalan terbaik waktu itu," jawab Arumi.
"Padahal suamimu ini hampir hampir gila pas kalian pergi Bun, tega sekali Bunda sama Abi. Ampek baju selembar pun ga disisain," jawab Yudha memelas.
"Kalau soal itu mbak Arti yang ada ide Bi, Bunda ma ga tau apa apa. Mereka dateng dateng marah marah. Terus suruh Rum siap siap, yang packing semua barang Rum ma papi sama bang Joker. Kata mbak Arti gini, packing semua barang Rum pi, jangan sampai sisa satupun. Batal sprei sisir baju bekas pakai handuk pokoknya semua yang
ada bau Rum bawa semua. heh biar tahu rasa dia," ucap Arumi menirukan ucapan Arti kala itu.
"Astaga mbak Arti jahatnya!" balas Yudha.
"Heemmm terus, " jawab Yudha. Jujur dia pun penasaran dengan apa yang istrinya ceritakan.
Sambil mengobrol mereka pun bersiap masuk kedalam mobil.
Didalam mobil....
"Papi...ngapain papi senyum senyum gitu. Apanya yang lucu? tanya mbak Arti. Terus papi ngejawab. Enggak kayaknya mommy pengalaman sekali, hahahaha. Mbak Arti langsung melotot marah kearah papi. Ahhh...mereka menggemaskan sekali," ucap Arumi.
"Mbak Arti memang ratu drama." jawab Yudha sambil melajukan kendaraanya. Arumi hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"Abi bahagia Bunda ahirnya kita bisa bareng lagi kayak gini. Abi pengen tambah momongan," ucap Yudha serius.
"Abi mau berapa momongan lagi. Dih...serakah bener sih," ucap Arumi sambil menggereruti. Yudha mengelus perut rata Arumi dan berkata.
__ADS_1
"Siap siap aja ntar malem perut Bunda Abi isi?" candanya. Arumi pun menggenggam mesra tangan suaminya.
"Dasar tukang paksa," balas Arumi.
"Tapi Bunda suka kan!"
Arumi tak menjawab, dia hanya tersenyum malu malu.
"Tukang modus dasar!" umpat Arumi.
"Pria tampan itu begitu Bun, harus pinter modusin ratunya," jawab Yudha asal.
"Heemm..." jawab Arumi manja.
"Bun, Abi sayang Bunda. Sekali lagi terimakasih buat semuanya ya Bun," ucap Yudha sambil mencium tangan istrinya.
"Bunda juga sayang sama Abi, sangat sayang. Cita cita Bunda, Bunda ingin menua bersama Abi, mendampingi Abi hingga maut memisahkan. Jangan ada lagi orang ketiga diantara kita ya Bi," Pinta Arumi, dia pun membalas mencium telapak tangan kekar suaminya.
"Iya Bunda, Abi ga akan mengulangi kesalahan bodoh itu lagi. Abi akan selalu jadi yang terbaik buat kalian. Buat kamu buat pangeran kita dan buat inces kita yang cantik itu. Terima kasih buat kesabaran Bunda ngadepin Abi ya Bun," ucap Yudha. Tak terasa air mata kebahagiaan mengalir begitu saja dari pelupuk mata Arumi. Ini sungguh indah. Arumi tak menyangka bakal melewati hati indah ini bersama suaminya.
Dulu saat dia melangkahkan kaki keluar dari rumah, dia menganggap semua telah berahir. Tapi Tuhan berkehendak lain, sekuat apapun dia berusaha menghindar. Seberusaha apapun dia melupakan suaminya, yang namanya jodoh tidak bisa ditukar bukan.
Percayalah...jodoh, rejeki dan maut adalah rahasia Ilahi. Arumi Yudha selamat ya atas kembalinya cinta kasih kalian. Kalian berhak mendapatkan penghargaan karena bisa melewati ujian ini dengan penuh kesabaran. Semoga tidak akan pernah ada lagi kesalah pahaman diantara cinta kalian. Langseng terus ya Mas Yudha, Mbak Arumi hingga maut memisahkan.
End.
CA:" Terima kasih buat semua fans nya Mas Yudha dan mbak Arumi. Kalian sudah sangat setia dengan karya saya. Komen dan like kalian sangat berarti buat saya. Untuk HSBM season 1 ini saya ahiri sampai disini. Saya akan coba lanjut HSBM season 2 dengan mengupas rahasia dibalik nama Yunita dan kehidupan masa lalunya. Akankah Robet bisa menerima masa lalu mengerikan itu. Mari kita ikuti kisah Yunita dan Robet dalam HSBM season 2. Semoga kalian sukak Happy readingππππ. Oia yang kangen ama babang Deren, disana nanti dia juga terlibat loh, tapi untuk kisah cintanya sendiri nanti otor akan coba mengupasnya di buku mereka sendiri ya. Selamat mengikuti kisah Mbak Yunita dan Mas Robet ya...love buat kalian."
........
__ADS_1