HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Menyusun Strategi


__ADS_3

Yudha tak mau berlama lama berduka, dia pun segera memesan tiket untuk kembali ke Samarinda.


Sebelum dia berangkat ke Samarinda Yudha menemui dulu sahabat kecilnya disekolah. Hanya Ditya lah harapan satu satunya. Putra kebangganya inilah yang selama ini mengerti akan dirinya.


Sayangnya muka Ditya terlihat kurang senang dengan kedatangan abinya.


"Abang," panggil Yudha.


Ditya diam, "Bang, maafin abi ya abi janji bakalan buktiin kalau abi ga seperti yang bunda pikirkan," ucap Yudha. Ditya menatap iba kearah abinya. Entah kenapa Ditya merasa bahwa abinya tak bohong soal ini.


"Abang jagain bunda sama adek ya, abi akan buktikan bahwa abi ga seburuk yang bunda pikirkan," ucap Yudha lagi, Ditya pun memeluk orang tua kesayanganya. Mungkin mulut Ditya memang diam tapi pelukan anak itu seolah memberi tahu Yudha bahwa dia percaya pada kejujuran abinya. Ditya sungguh hebat karena bisa memberikan kekuatan lebih pada Yudha.


"Abi titip ini ya, ini ponsel buat abang, sembunyiin ya bang jangan sampai ketahuan bunda. Kalau ada apa apa kabari abi ya, abang bisa kan pakainya," ucap Yudha sambil menyerahkan ponsel itu pada putranya. Ditya pun mengangguk mengerti.


Yudha memeluk penuh kasih sayang pada putranya, Ditya pun membalas pelukan itu. Ditya menatap kepergian abinya dengan perasaan penuh tanda tanya. tapi dia tetap berdoa agar masalah dalam keluarganya segera berahir.


...


Sesampainya di Samarinda..


Yudha meminta bantuan pada teman teman lama nya untuk mengusut kasus yang membelitnya. Bahkan Yudha tak segan segan menyewa detektif khusus untuk menelusuri akar permasalahan yang dia hadapi.


Malam itu Yudha sendiri terjun kelapangan, mencari tau siapa saja orang orang dibalik Desi yang sudah berani mengobrak abrik rumah tangganya.


"Kenalin bro Ini Yunita dia yang akan membantu kita menyelidiki kasus ini. Dia yang akan menyamar sebagai pengasuh putri target," ucap sahabat Yudha yang bekerja sebagai agen rahasia untuk saat ini.


"Serius bro, kelihatanya lemah lembut sekali," bisik Yudha, tak percaya dengan wanita yang direkomendasikan oleh Deren sahabatnya.


"Dia itu kepiting bro diam diam kalau di sentuh bisa nyapit. " goda Deren.


"Anj*y nyapit mata lo," umpat Yudha, Deren pun tertawa mendengar umpatan sahabatnya.


"Yun, sini," panggil Deren.


"Siap," jawab Yunita.


Begitu mendengar suara wanita berparas mungil ini seketika Yudha terpesona. "Anj*y tegas bener bro, beneran ini yang bakalan bantuin kita?" tanya Yudha masih tak percaya.

__ADS_1


"Iye kampr*t, mata lo soak lihat cewek bening dikit aja udah bangun tu adek nakal lo," umpat Deren.


"Sori bro, ane bukan Yudha yang dulu, adek gue ga bisa sembarangan bangun sekarang, jangankan yang beginian gue lihat mantan bini yang kayak manekin kuntilanak ajak ga mau bangun die," jawab Yudha mereka berdua pun tertawa. ingin rasanya Yunita menendang dua pria gila yang ada dihadapanya ini.


"Sory ya Yun, sori banget kita tau lo gregeten ama iki, oia Yun lo udah tau kan tugas lo. Ini target kita lo cari tau semua yang berhubungan dengan target. Kita mau semuanya detail ini bayaran awal kamu," ucap Deren sambil menyerahkan sebuah amplop dan foto Desi sebagai tugas awalnya dan juga DP atas jasa Yunita.


"Siap," jawab Yunita, sangat singkat dan tegas sekali. Setelah mengerti akan tugasnya Yunita pun segera memulai rencananya


Yudha pun menatap kepergian wanita yang kini jadi asiatenya. Jujur saja dia masih meragukan kemampuan wanita mungil itu.


"Bro, ane udah siapin tim khusus buat bantu Yunita, tapi agak mahal soalnya mereka harus kerja keras." ucap Deren.


"Tak masalah asal bisa membuat wanita ular itu berada ditempat yang seharusnya ane siap," jawab Yudha tegas.


"Bulan apa u cerai ama kuntilanak itu bro!" tanya Deren.


"Agustus tahun kemarin,"


"Anaknya lahir bulan apa?"


"Menurut Akte sih awal mei," jawab Yudha sambil meneguk minuman yang dibelinya. Deren pun menghitung dengan jarinya.


"Dari mana lo tau tu anak ane, sejak sebulan ane nikah ama dia ane udah kagak pernah makan dia beg*k," balas Yudha, Deren pun menatap tak percaya wajah sahabatnya.


"Maksud lo?"


"Sebulan setelah ane kawin ama tu cewek, entah kenapa ane selalu keingetan bini pertama. Rasanya ga nafsu aja ane makan tu perempuan," jawab Yudha. Deren pun mengerti kenapa Yudha kekeh tak mau mengakui anak Desi sebagai anaknya.


"Pinternya dia hamilnya pas masih sah jadi istri elo k*mpret," ucap Deren lagi.


"Heeemmm, ane penasaran gimana caranya dia dapet tanda tangan asli plus sidik jare ya?" ucap Yudha,


"Astaga anda ini oon sekali," umpat Deren lagi.


"Maksud elo!"


"Ya pas lo mabuk lah bro, kapan lagi. Elo kan kalau mabuk kan begitu," jawab Deren.

__ADS_1


Yudha pun mengerti, inilah kelemahanya selalu memikirkan diri sendiri tanpa berfikir bahaya apa yang selalu mengintainya.


"Lukas udah ane tugasin buat buntuti Aryo, sepertinya dia itu akar permasalahan yang terjadi ama elo bro," ucap Deren, Deren sangat kenal dan paham seluk beluk mantan sahabatnya.


"Bisa jadi, si manusi satu itu emang biang keladi, dia manfaatim sepupunya yangvsuper ***** itu," ucap Yudha.


Deren terlihat mengutak atik laptopnya, betapa senangnya dia mendapat kabar salah satu anak buahnya mengetahui daftar nama yang ada dibalik Desi.


"Bro Lukas kirim email," ucap Deren.


Mereka berdua pun membaca email itu, betapa terkejutnya Yudha megetahui bahwa beberapa temanya juga terlihat dalam masalahnya.


"Sial, mereka semua orang orang yang ngajakin ane minum bro," ucap Yudha.


"Hah," Deren suka sekali dengan permainan ini, dia pun langsung menghubungi anak buahnya untuk memberi pelajaran pada orang orang yang membuat sahabatnya hancur ini.


"Kemas mereka!" wih bang Deren mantap oe. Bahasanya Kemas (culik). Anak buah Deren pun bertindak.


"235162 (kode rahasia markas merek) heem," jawab Deren lagi kemudian menutup panggilanya.


Yudha pun tersenyum melihat sistem kerja anggota intel satu inj, santai tapi serius.


"Lanjut bro," ucap Deren.


"Hemm," jawab Yudha.


"Istri lo tau dari mane info itu, kok bisa bisa dia ngamuk!"


"Sepertinya Desi sengaja mencari akun bini gue dimensos," jawab Yudha.


"Dia emang sengaja bikin gara gara, Desi masih suka kali bro ama elu, makanya mau bikin lo ama bini pisah, kalau cuma mau harta kan dia udah dapet, ngapain coba!" ucap Deren..


"Bodo amat ane," jawab Yudha.


Lama mereka berbincang bincang. Dua jam kemudian seluruh target sudah berhasil diringkus oleh anak buah Deren.


Yudha dan Deren pun segera berangkat kemarkas dimana target diamankan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2