HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
#HSBM Season 2 Kalah Cepat


__ADS_3

Percakapan formal antara Deren dan Robet mempunyai arti bahwa mulai sekarang status mereka telah berubah.


Deren bukan orang yang mudah ber aku kamu, jika dia sudah menganggap orang itu saudara maka dia akan memakai bahasa premannya.


Robet duduk termenung mana kala mendapati kenyataan bahwa wanita yang melahirkanya berani main api di usia senjanya. Robet tak habis pikir wanita yang sangat disayanginya itu berani mempermainkan sebuah pernikahan.


"Apa salah papi Yudh, kurang baik apa papi sama dia?" tanya Robet pada Yudha.


"Dia hanya khilaf Bet, sepertiku dulu," jawab Yudha.


Robet tak bisa menerima ini, akal sehatnya sudah diselimuti dengan kekecewaan.


Deren keluar dari kamarnya, bersiap menghadapi maut.


"Yudh sebaiknya lo pulang," pinta Deren.


"Kenapa Der?" tanya Yudha.


"Ane ga bisa jaga lo berdua, musuh kita bukan orang sembarangan. Anak lo masih kecil kecil," ucap Deren memperingatkan.


"Tapi Der...!" Yudha tak mau jika dianggap tak setia kawan.


"Ga papa lo santai aja," jawab Deren kemudian dia pun melangkah meninggalkan mereka.


Robet berpamitan pada Yudha dan mengikuti langkah abang iparnya.


"Der... ane tahu lo lagi emosi, tapi tolong jaga diri baik baik!" ucap Yudha.


"Heemmm," jawab Deren kemudian dia pun masuk kedalam mobil yang dikemudikan Kopri. Robet juga ikutan masuk kedalam mobil itu. Barulah Yudha pulang dengan mobil sendiri.


Yudha sedikit tenang karena di belakang mobil sahabatnya sudah ada satu mobil lagi berisi penuh anak buah Deren yang dulu pernah ikut juga menyelamatkanya.


Suasana di mobil Deren terasa amat kaku, mencekam dan dingin. Bagaimana tidak disana saat ini sedang ada perang batin antara abang ipar dan adek ipar.


"Bang...maafkan Robet bang," ucap Robet masih berusaha mengambil hati abang iparnya.


"Ane bukan tipe pendendam Bet, lo tahu itu kan. Ane kalau udah marah ya udah. Tapi keputusan ane ga akan pernah berubah meski lo memohon seperti apapun. Ane tetep mau Yunita lo kembaliin ke ane," jawab Deren.


"Tapi Robet sayang sama Nita Bang, tolong jangan pisahin Robet sama Nita," pinta Robet memohon.


Deren diam dia tak malas menjawab permohonan adek iparnya ini yang dinilai keterlaluan menurutnya.

__ADS_1


Kopri masih konsentrasi mengemudikan kendaraanya, tiba tiba ponselnya berdering. Sepertinya itu adalah salah satu anak buahnya yang saat ini masih stanbay mengawasi rumah yang di sinyalir menjadi tempat Zen dan Marta memadu kasih.


"Hallo," saut Kopri.


"Bos, sebaiknya jangan kesini. Di sini banyak polisi dan awak media," ucap Anak buah Kopri.


"Apaaa!!!!" jawab Kopri dengan nada tinggi. Kopri pun langsung menginjak rem mobilnya.


ciiiiiiiittttttt.......(suara rem mobil yang diinjak secara mendadak oleh Kopri) Tentu saja Deren dan Robet terkejut dan hampir mencolot ke depan.


"Apaan Pri?" tanya Deren.


"Mamp*s Bos, polisi dan awak media penuh di sana," jawab Kopri.


"Kok bisa?!" ucap Deren penuh tanda tanya.


"Ga tau bos," jawab Kopri.


....


Usut punya usut ternyata Zen adalah taget polisi berikutnya atas tuduhan penyelundupan heqan hewan langka dan beberapa benda sejarah lainnya.


Awalnya anak buahnya tertangkap dan terbongkarlah sindikita yang merugikan Negara ini. Sialnya saat ini Marta ikut tertangkap bersamanya. Tentu saja ini akan menyeret nama baik keuarga Robet.


....


"Ikut terseret Tuan Muda....Bagaimana ini Bos?" tanya Kopri.


"Ini diluar kendali kita Pri, kamu hubungi Nyonya Rose. Katakan padanya untuk bersiap menghadapi goncangan ini. Media sangat tajam Pri, ini yang ane khawatirkam dari kemarin," ucap Deren, Kini Robet mengerti bahwa abang iparnya ini sangat bijaksana. Jika dia hanya menuruti egonya sudah pasti dia akan datang dn menghajar Zen tanpa berfikir panjang.


"Baik Bos," jawab Kopri.


Kopri langsung menghubungi nyonya besarnya dan menceritakan situasi saat ini. Anehnya nyonya Rose malah tertawa dengan keadaan yang ditakutkan oleh Deren.


"Ga papa Pri, aku sudah mengatur semuanya. Biarkan saja wanita ular itu membusuk di penjara bersama kekasih gelapnya. Itu adalah rencanaku membuka mata hati putraku. Dia terlalu bodoh selalu percaya pada istri penghianatnya itu," jawab Oma Rose di sebrang telpon.


"Tapi Nyonya, sepertinya ini menguncang Tuan Muda," jawab Kopri sambil melihat ke arah Robet yang terlihat geram dan ingin menghantam seseorang.


"Tak apa kamu bawa pulang aja cucuku, biar aku nanti yang bicara padanya." jawab Oma Rose.


"Siap Nyonya," jawab Kopri kemudian Oma Rose memutus panggilan telponnya..

__ADS_1


"Gimana Pri, apakah Nyonya Rose sudah tahu ini?" tanya Deren.


"Ini rencana beliau Bos!" jawab Kopri.


Deren diam, dia sudah menduga sebelumnya tetapi dia juga ga mungkin terlalu berani ber argumen.


"Apakah media itu juga bagian dari rencananya?" tanya Deren lagi.


"Sepertinya begitu Bos, apa yang kita pikirkan dengan apa yang nyonya Rose rencanakan berbanding terbalik. Dia hanya mau kita menjaga Tuan Muda agar tak lepas kendali," jawab Kopri.


Robet yang tak mampu mengendalikan emosinya langsung keluar dari mobil dan berteriak marah.


"Brengs*k!!!!!" teriak Robet marah. Deren dan Kopri ikutan turun, tentu saja mereka tak mau terjadi sesuatu pada pria yang kini sedang menaggung beban mental yang bisa dikatakan sangat berat ini.


"Tenangkan dirimu Bet," pinta Deren.


"Bagaimana gue bisa tenang Bang, sumber masalah gue berasal dari wanita yang melahirkan gue bang ha..ha..ha..," ucap Robet sambil menangis penuh penyesalan.


"Sabat Bet, tenangkan diri lo. Ayo masuk mobil," ajal Deren. Robet tak melawan dia pun menuruti keinginan kakak iparnya.


"Tenang kan diri lo, setelah ini lo bakalan ngadepin isu yang lebih besar. Kalau lo ga tenang, kemungkinan besar lo ga mampu menahan goncangan di perusahaan lo nantinya," ucap Deren mengingatkan. Robet menangis kesal, bagaimana tidak wanita yang sangat diagungkannya tega melakukan ini padanya, pada papinya, pada adeknya dan pada keluarganya.


"Dasar wanita kepar*t, mati aja sana," umpat Robet kesal.


"Bet...lo ga boleh ngomong gitu. Sejelek dan seburuk apapun dia tetep nyokap elo. Dia yang nglahirin elo, oke elo emang ga bisa bela dia tapi setidaknya lo jangan jatuhin dia. Mungkin lo harus tahu ini, bahwa Zen adalah cinta pertama nyokap lo, lagi lagi cinta yang membuat seseorang buta." ucap Deren memberi tahu sedikit tentang masa lalu orang tuanya.


"Dari mana abang tau tentang ini?" tanya Robet sambil mengusap kasar air matanya.


"Lo lupa siapa ane?" tanya Deren penuh percaya diri.


"Harusnya ga boleh begitu bang, mami kan udah ada anak kenapa dia tega main api gini bang. Harus dia bisa jaga semuanya bang," ucap Robet masih dengan penyesalannya.


"Masalah hati kita ga bisa paksa Bet. Bagaimana bisa nyokap ama bokap lo bisa nikah kan hanya mereka yang tahu. Ya ini pelajaran buat kita lah bahwa pernikahan bukan ajang permainan, ada hal hal yang harus dijaga meskipun itu mengorbankan perasaanya sendiri. Dan ya...nyokap lo ga mampu menjaga itu. Sepertinya sesimpel itu penjelasanya," ucap Deren menjelaskan, pria tampan ini memang sanggup berfikir panjang, dan mengartikan setiap keadaan.


Deren terkenal kasar dan tempramen, tapi dia selalu bisa bijaksana dalam setiap hal.


"Aku harus gimana bang, bagaimana aku bisa mengangkat wajahku pada wanita yang sudah aku sakiti bang. Akankah Yunita memaafkanku bang?" tanya Robet pada abang iparnya.


"Bukan hanya Yunita yang tak akan memaafkanmu bodoh, kamu pikir aku akan memberikan adekku padamu lagi. Heh.. jangan pernah berani bermimpi soal itu," jawab Deren tegas, makin lah keruh perasaan Robet.


Gara gara kebodohanya maka hancurlah semuanya, pernikahanya pernikahan orang tuanya, entah apa lagi setelah ini. Robet kalut.

__ADS_1


Bersambung...


Like dan komen kalian adalah dukungan terbaik buat emak.....jangan lupa share juga ya..😘😘😘


__ADS_2