HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Pria Menyebalkan Aku mencintaimu


__ADS_3

Sesuai jadwal, hari ini adalah hari pertama event AMMK (Akademi Memasak Masa Kini) yang diadakan salah satu hotel bintang di kawasan Senayan Jakarta. Salah satu peserta yang terdaftar adalah Arumi Fitriani.


Arumi masuk kekamarnya hendak bersiap, sebelum itu dia sempat melihat setiap sudut


kamarnya. Kamar ini terasa hidup saat Yudha hadir disini. Arumi mencium harum bantal bekas pakai Yudha enak sekali wanginya dia suka.


Arumi menertawakan kekonyolanya sendiri saat ingat bagaimana suaminya memperlakukanya semalam. Bahkan barusan tingkah menyebalkan suaminya yang menyenangkan itu kembali dia dapatkan. Arumi meraba bibirnya yang barusan mendapatkan hadiah kecupan nakal dari sang suami. Indah sekali rasanya.


"Dia memang aneh," gumam Arumi. Arumi beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ruang ganti.


Disana dia melihat baju bekas pakai suaminya semalam, diciumnya lagi baju itu. Enak rasanya entah mengapa bau Yudha selalu menjadi favoritnya.


Arumi mengembalikan baju itu ketempatnya dan mulai mencari pakaian yang hendak dipakainya.


Diatas meja kecil tempat biasanya dia menyimpan dalaman mereka Arumi menemukan amplop yang berisikan banyak uang cas. Diatasnya tertulis nafkah buat bunda. Arumi tersenyum geli, dibukanya amplop itu dan yah isinya bisa membuat siapapun tersenyum. Disamping amplop itu juga ada sebuah kotak berwarna biru tua seperti sebuah kotak perhiasan.


Arumi mengambil kotak itu, dibawahnya ada juga sebuah kartu ucapan, Arumi pun mengeluarkan kartu ucapan itu dari dalam amplop dan membacanya. Betapa terkejutnya Arumi saat membaca tulisan itu, Happy anniversarry istriku terimakasih kamu selalu sabar menghadapiku. Sungguh kata kata yang tidak romantis tapi sangat indah jika dibaca.


"Astaga, benarkah hari ini adalah anniversarry pernikahan kami, kenapa aku melupaka ini. Dan... dan... dan pria menjengkelkan itu ingat," ucap Arumi dengan tawa renyahnya. Kebayang betapa bahagianya disaat ini.


Pelan tapi pasti, Arumi membuka kotak perhiasan itu. Dia tersenyum kembali saat tau isi dari kotak itu. Sebuah kalung emas berleontin lambang hati, sungguh sangat manis sekali.


"Aku ga mau pakek biarin aja, tunggu dia aja yang pakekin," ucap Arumi sambil senyum senyum sendiri.


Arumi menyimpan semua kejutan yang suaminya berikan dan memilih kembali bersiap.


***


Yudha membaca satu persatu peserta yang akan ikut dalam event ini. Dia tersenyum nakal saat tau salah satu pesertanya adalah ratu dramanya.


Di ruangan khusus dimana Master Chef sedang bersiap. Mereka pun mulai membahas materi sekaligus tugas yang akan mereka berikan pada peserta.


Yudha kebagian sebagai penyampai materi dan pemberi tugas. Kesempatan yang indah bukan untuk membuat ratu dramanya ini semakin jengkel. Secara Yudha kan tau apa yang Rum suka dan tidak. Rasain siapa suruh suka marah marah. Belum juga dijelasin udah nge judge ga jelas, batin Yudha.


Acara sudah dimulai, semua peserta sudah berada di tempatnya masing masing. Bahkan MC yang didapuk untuk membawakan acara ini pun sudah berada di mimbar dan bersiap melaksanakan tugasnya.

__ADS_1


"Baik para peserta mari kita sambut dengan tepuk tangan yang meriah Chef tertampan di acara ini Chef Yudha!!" seru sang MC, Yudha pun melangkahkan kakinya dengan gagahnya, sangat tampan sekali saat dia memakai sragam kebangganan itu.


Mata Arumi terbelalak tak percaya, belum habis rasa jengkelnya pada pria ini. Sekarang dipertemukan diacara yang dia ikutin. Astaga dia sangat yakin sekali kalau pria ini akan membuatnya repot.


Yudha menepuk pundak sang MC dengan senyum malu malunya. "Apa kabar Chef?" tanya sang MC.


"Baik," jawab Yudha singkat, dia terlihat sangat mempesona ditambah lagi senyumnya itu loh, ahhh bikin hati para peserta cewek meleleh bang.


Arumi kesal bukan main saat mendengarkan kasak kusuk disamping kanan kirinya. Bagaimana tidak suami tampanya jadi bahan ghibahan cewek cewek peserta ajang ini.


"Mbak kira kira tu chef ada istri ga ya."


"Masya Allah bulu matanya, hidungnya mancung banget."


"Mau dong chef jadi istrinya, selingkuhan deh temen deh temen kalau enggak hihihi," tawa dan canda teman teman Arumi serasa seperti ledekan baginya. Ih kenapa sih semua bikin kesel , batin Arumi.


Tak sampai disitu ternyata masih banyak lagi kasak kusuk yang Arumi dengar. Kalau ga mikir takut malu pasti Arumi sudah marahin tu satu persatu teman teman gilanya.


Yudha mengambil alih waktu yang diberikan oleh sang MC untuk menyampaikan peraturan dan juga tugas yang akan dia berikan.


"Siang Chef,"


"Kalian siap?" tanya Yudha.


"Yes Chef," jawab mereka serempak.


Yudha pun menyampaikan materinya, ga tau tu peserta dengerin apa enggak. Kebayangan mereka yang perempuan malah sibuk dengan imajinasi mereka sendiri.


"Tugas pertama kita adalah terserah kalian mau masak apa yang jelas tantangan kita kali ini adalah menaklukan telur puyuh. Bahan dasar materi kita kali ini adalah setengah kilo gram terlur punyuh saya maunya mereka mulus tanpa cacat dan kurang jumlahnya. Jumlah telur punyuh yang berhasil kalian masak adalah masuk dalam penilaian. So kalian harus bisa memilih telur yang baik, yang masih segar agar saat dikupas tidak rusak, metode memasak agar mereka tidak rusak pun jadi perhatian. Kalian mengerti?" tanya Yudha disela sela penjelasanya.


"Yes Chef!" jawab Mereka serempak. Arumi bertambah kesal ini adalah kelemahanya. Memasak telur puyuh plus mengupasnya pula. Arumi makin yakin kalau Yudha sengaja dengan ini.


"Kalian siap!!!" seru Yudha lagi.


"Yes Chef," jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Oke go go go,!!!" seru Yudha memberi semangat.


Para peserta mulai bergerak dan menyiapkan bahan yang hendak mereka masak. Disisi lain ada salah satu peserta yang kesal dan mengerutu dalam hati. Dari raut wajahnya Yudha menangkap jelas bahwa Arumi tak suka dengan ini.


Yudha terus saja tersenyum membuat MC pun bertanya padanya."Kenapa Chef?".


"Tidak saya hanya senang dengan antusias peserta kali ini," jawab Yudha bohong. Padahal dalam hati dan pikiranya menertawakan ratu drama kesayanganya.


Para peserta mulai mengerjakan tantangan yang diberikan oleh para juri disini. Yudha dan beberapa juri mulai berkeliling dan menanyakan kekurangan dan kelebihan masakan mereka.


Tibalah Yudha di meja Arumi. Yudha menatap lucu kearah Arumi, raut wajahnya yang terus kesal itu malah membuat Yudha semangat mempermainkanya.


"Siapa namamu?" tanya Yudha.


"Arumi Chef," jawab Arumi.


"Lemes amat," goda Yudha, Arumi hanya meliriknya kesal. Yudha yakin saat ini dalam hati Arumi pasti mengumpat padanya.


"Jelaskan apa yang kamu masak, kelemahan dan kelebihanya," pinta Yudha, Arumi melirik kesal lagi padanya. Jika ini dirumah mungkin Arumi akan meninggalkanya, masuk kamar dan mengunci pintu seperti biasa. Disini dia ga punya kekuatan apapun untuk melakukan itu.


Arumi pun menjelaskan detail hasil karyanya, asisten Yudha dengan sigap mencatat apa yang Arumi sampaikan.


Yudha hanya tersenyum dan terus menatap wanitanya. Membuat Arumi gugup.


"Ngapain sih nglihatnya begitu," gerutu Arumi pelan.


Yudha yang berada persis dibelakang Arumi mendengar jelas apa yang diucapkan Arumi. Membuat Yudha menghentikan langkahnya.


Yudha tersenyum meledek didekat wajah Arumi, membuat Arumi ingin sekali meleparinya sesuatu.


Yudha merasa terhibur dengan ini, ahhh ratu dramanya memang selalu menggemaskan, batin Yudha.


Disisi lain Arumi juga memikirkan hal yagg sama. Dasar pria menyebalkan tapi aku sayang, batin Arumi. Dia pun tersenyum sendiri setelah itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2