HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
Keluguan Ditya Jawaban Kecemburuan Yudha


__ADS_3

Yudha meninggalkan istrinya yang tengah terlelap sendirian dikamar tamu. Sedangkan dia sudah tampan dan wangi. Bersiap mengantarkan putranya untuk berangkat ke sekolah.


"Abi semalem kemana?" tanya Ditya saat dia bergabung dimeja makan.


"Abi ada dikamar tamu, bunda kan ga kasih abi bobo dikamar bunda, bunda masih marah tau sama abi," jawab Yudha santai. Masih marah konon jitak juga ni.


"Masih marah ya, ooo kasihanya abi. Abi udah minta maaf belum?" tanya Ditya.


"Udah, udah kasih coklat juga seperti yang abang bilang. Tapi bunda masih ga mau ngomong sama abi, coklatnya doang dimakan," jawab Yudha. Ditya mangut mangut mengerti apa maksud abinya. Yudha tersenyum melihat reaksi putranya. Ditya memang selalu terlihat dewasa jadi terkesan menggemaskan.


"Gimana dong enaknya bang!" tanya Yudha lagi.


"Bunda emang gitu bi kalau marah, bunda pernah marah sama Pakde Ongkeng (Joker) , kata pakde bunda itu ratu drama jadi biarin aja," jawab Ditya polos. Yudha malah tertawa mendengar cerita polos putranya. Ah ternyata abang iparnya bisa kemakan juga ama julukan yang Yudha sengaja berikan pada istrinya.


"Kok abi malah ketawa?" tanya Ditya.


"Enggak lucu aja Pakde Ongkeng ya, eh bang abang tau ga temen bunda yang jemput bunda kemarin?" tanya Yudha mencoba mencari kebenaran tentang perkataan istrinya.


"Siapa bi, bunda ma ga pernah ada yang jemput, biasanya bunda kalau kerja bawa motor sendiri bi," jawab Ditya jujur apa adanya.


"Masak sih, la kemarin ada yang jemput bunda pakek mobil Pajero warna hitam, abang kenal ga sama oramg itu? " Yudha bersemangat sekali rupanya mencari tau apa yang jadi ganjalan dihatinya.


"Oh itu ma Uncle Robet pi bos nya Bunda, abangnya Onty Mita sahabat bunda," jawab Ditya. Yudha masih penasaran.


"Ohh, mereka kira kira kemarin mau kemana ya bang!"


"Paling cari peralatan masak bi kan bunda mau ikutan itu lo bi yang lomba masak masak, yang masuk TV, " jawab Ditya, tentu saja jawaban putranya ini sangat masuk akal karena kemarin Arumi kan minta sangu ama dia.


"Kok abang bisa tau?" tanya Yudha lagi, Ditya mengela nafas mungkin dalam hati Ditya mengatakan bahwa abinya ini sangat crewet sekali.


"Ya kan malemnya bunda bilang sama abang gini, bang bunda mau beli alat masak tapi bunda belum punya uang gimana ya bang enaknya, ya udah abang jawab aja minta sama abi, bunda minta uang ga sama abi!" jelas Ditya polos, astaga ternyata biang dari masalah ini adalah putranya sendiri.Yudha pun tersenyum licik. Ternyata Ditya selalu memberi ide ide brilian pada Yudha dan Arumi. Tanpa mereka sadari Dityalah yang kembali bisa menyatukan kedua orang tuanya.


"Wah wah wah, abang ma ga pro ama abi, harusnya abang bilang dong minta abi anterin aja bunda terus sekalian minta dibayarin. gitu harusnya bang!" ucap Yudha seolah menyalahkan ide yang Ditya keluarkan.

__ADS_1


"Gitu ya bi harusnya, abang salah ya?" anak ini emang super polos, persis banget sam emaknya.


"Tapi biar apa bi?" Ditya malah bertanya maksud abinya ngomong kayak gitu.


"Ya biar bunda mau jalan jalan sama abi terus kami bisa baikan dan temenan lagi bang!" jawab Yudha asal, heh temenan lagi konon modusnya aja, dasar.


Muka Ditya terlihat lucu saat menyadari idenya tak berhasil. Yudha senanh sekali menikmati keluguan putra dan juga istrinya ini.


Kali ini Ditya tak mau diantar ke sekolah, dia memilih ikut mobil jemputan. Bik Patmi juga ga masuk kerja tadi pagi dia minta ijin sama Yudha untuk pulang kampung, Ibunya sakit katanya.


Tinggalah sekarang Yudha dan Mawar yang asik bermain di ruang tamu. Yudha sengaja tak membangunkan istrinya karena nanti malam dia berencana akan membuat Arumi mengaku kemana dia pergi.


......


Yudha sangat menikmati perannya sebagai ayah dan suami yang baik. Saat Mawar terlelap dia pun segera memasak untuk anak istrinya.


Dia melihat istrinya keluar dari kamar tamu dengan langkah gontai. Sepertinya dia kelelahan, jahatnya aku ini batin Yudha.


"Siang bunda," sapa Yudha, Arumi pun tersenyum dan menghampirinya.


"Bibik tadi pagi ijin pulang, ibunya sakit," jawab Yudha, otak mesum Yudha kembali kambuh saat melihat penampilan istrinya yang hanya mengenakan kaos oblong dan celana dalam. Pahanya yang mulus terekspos jelas disana.


Yudha langsung mendaratkan ciumanya dibibir manis istrinya. Yudha romantis sekali sekarang dulu boro boro dia bersikap manja seperti ini. Melihat Rum aja jarang jarang, pas pengen doang disamperin. Pangutan demi pangutan Yudha berikan pada bibir istrinya dan dengan senang hati Arumi pun membalas pangutan mesra itu. Mereka benar benar menikmati cinta yang kini sedang mekar mekarnya dihati keduanya.


"Udah mandi ya?" tanya Yudha.


"Udah, ini mau ganti baju," jawab Rum.


"Kok jalanya lemes gitu kenapa?" goda Yudha. itu pertanyaan, menyebalkan sekali sih batin Arumi.


"Mas jangan gitu lagi ya, sakit semua badan Rum!" Arumi mengelus pingganya yang rasanya hampir copot dibuatnya.


Yudha hanya tersenyum dengan kepolosan istrinya.

__ADS_1


"Asal kamu jujur ama mas!" ucap Yudha. Arumi masih merangkul leher suaminya. Rasanya nyaman sekali bisa berada dipelukan orang yang sangat mencintaibdan dicintainya. Rasanya seperti dilindungi.


"Jujur apa mas!"


"Siapa pria yang pergi sama kamu kemarin?" tanya Yudha serius, Arumi pun tertawa pelan.


"Kan Rum udah bilang kalau dia pacar Rum!" jawab Arumi dengan senyuman cute nya, tentu saja jawaban Arumi berhasil membuat berubah wajah suaminya.


Arumi mengecup lagi bibir suaminya, mengisaratkan bahwa dia berbohong soal ini.


"Enggak mamas, Rum boong. Dia itu sahabat Rum waktu kuliah. Beberapa bulan yang lalu Rum ketemu ama adeknya. Ya Alhamdulilahnya silaturahmi kami kembali terjalin. Rumah ini yang beliin orang tua beliau mas Rum cuma bayar 50%," ucap Arumi. Muka Yudha kembali terlihat serius.


"Jangan tegang gitu dong suamiku, Rum ga mungkin selingkuh heemm. Kenapa orang tuanya kasih Rum rumah soalnya dulu pas kuliah si Mita adeknya Robet kecelakaan dan Rum yang donorin darah Rum saat dia oprasi. Jadi ya begitulah orang tua mereka nganggep Rum anak sendiri." jelas Arumi lagi agar tak menimbulkan kesalah pahaman antara dia dan suaminya.


"Terus bunda kemarin dari mana sama dia?" tanya Yudha lagi.


"Rum kerja lah," jawab Arumi.


"Sengaja bikin mas cemburu ya ha?" tanya Yudha, Arumi hanya menjawab pertanyaan itu dengan senyumanya.


"Oia Rum mau pakek uang mamas buat beli peralatan masak boleh?" tanya Rum, Yudha menganguk menghiyakan.


"Rum mau ikutan lomba masak boleh?" tanya Arumi lagi.


"Dimana?"


"Dihotel Sh******!"


"Boleh,?" tentu saja dia mengijinkan karena diam diam Yudha juga terlibat dalam acara itu sebagai mentor plus juri disana.


"Kamu berdiri sendiri apa asisten?" tanya Yudha.


"Sendiri!"

__ADS_1


"Oke," jawab Yudha mengijinkan.Yudha ternyata memiliki rencana gila untuk membuat istrinya mengakui perasaan yang dia rasakan sebenarnya.


Bersambung....


__ADS_2