HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU

HATI SUAMIKU BUKAN MILIKKU
#HSBM Season 2 Pembicaraan Dewasa


__ADS_3

Diperjalanan menuju hotel di mana Robet memesan kamar tak ada satu pembicaraan dari mulut mereka.


Robet hanya diam dan sesekali bertanya pada sopir yang mengantar mereka. Bahkan dia juga sudah berpesan pada pak sopir agar besok juga bersiap untuk mengantar mereka ke bandara.


Perjalanan dari kediaman orang tua Yunita ke hotel tak menunggu waktu lama. Hanya kisaran 45 menit saja.


Yunita mengikuti langkah suaminya dengan membawa tas kecil berisi beberapa potong baju miliknya dan suaminya. Yunita membawa itu sendiri karena Robet telihat cuek padanya.


Kariawan hotel yang sudah mengenal Robet pun langsung memberikan kunci padanya tanpa harus repot repot reservasi. Dengan muka yang kurang senang Robet pun membukakan pintu kamar untuk istrinya. Dan menutup pintu itu dengan kasar. Membuat Yunita merasa sedikit terkejut.


Robet langsung duduk di sofa dan bersiap menghakimi istrinya.


"Duduk!" perintah Robet. Yunita pun duduk disebrang suaminya dengan kepala tertunduk.


Robet menatapnya dengan tatapan mengintimidasi, membuat Yunita sedikit takut.


"Jawab pertanyaanku iya dan tidak, kamu tau aku tidak suka dibantah bukan?" tanya Robet.


"Iya Mas," jawab Yunita.


"Bagus...pertanyaan pertama apa kamu mengenal pria itu?" tanya Robet.


"Iya Mas,"


"Apakah benar kamu memiliki hutang padanya?" tanya Robet lagi.

__ADS_1


"Tidak Mas, tapi dengan bosnya," jawab Yunita jujur.


"Untuk apa uang sebanyak itu hah...!" ucap Robet sedikit meninggikan suaranya. Membuat Yunita gugup untuk menjelaskan.


"Untuk...!" jawab Yunita bingung.


"Aaahhh...whatever lah uang itu buat apa. Yang jelas kamu tahu hutangmu kini berpindah padaku. Aku tak mau dinilai jadi pria bodoh yang dengan suka rela menyerahkan hartanya hanya demi wanita yang belum ada sehari dinikahinya. Aku tetap mau uangku kembali bagaimanapun caranya. Masalah nafkah aku akan memberikanya sesuai hakmu, Kamu paham Yunita!" ucap Robet lantang.


"Baik Mas," jawab Yunita. Jujur saat ini Yunita merasakan sakit yang teramat sakit. Karena saat ini dia merasa bahwa pemikiranya tentang orang orang yang membantunya tidak salah. Bahwa setiap orang yang membantunya pasti ada pamrihnya. Yunita ga mau gegabah dia pun ingin menguji seberapa besarkah cinta suaminya padanya. Yunita ingin membuktikan perkataan adeknya bahwa jika Robet mencintainya pasti dia akan menerima baik buruknya dia. Benerkan?.


Suasana kembali hening, Robet ingin menanyakan ini tapi ragu. Robet kembali menatap wanita yang ada di depanya. Dorongan kuat atas keinginan mengetahui apakah benar jika yang dia dengar tadi realitanya.


"Apakah benar kamu pernah bekerja sebagai wanita malam?" tanya Robet pelan. Yunita tak ingin terpancing dengan cintanya. Dia pun tak ingin menyerahkan kesucianya pada orang yang hanya mementingkan itu, benarkan?. Ahhh saatnya Yunita buktikan bahwa dia mencintaimu apa adanya batin Yunita.


"Iya," jawab Yunita jujur.


"Dua bulan," jawab Yunita lagi.


"Jadi benar apa yang dikatakan pria brengsek tadi bahwa kamu adalah mantan pekerja malam?" ucap Robet lagi dengan tatapan ingin menghajar Yunita. Rahanya mengeras dan ya kalian tau kan wajah pria yang menahan marah.


"Iya, saya memang pernah bekerja di dunia malam," jawab Yunita. Padahal maksud Yunita adalah sebagai waiteers. Bukan sebagai wanita penghibur seperti yang ada dipikiran Robet. Robet menatap jijik kearah Yunita.


Yunita sudah siap dengan apapun keputusan yang akan diambil oleh suaminya. Bukankah lebih baik semua terbuka sekarang dari pada nanti nanti. Malah memperpanjang masalah.


"Berapa pria yang pernah tidur denganmu?" tanya Robet lantang, kembali Yunita merasakan perih di hatinya.

__ADS_1


"Banyak," jawab Yunita pelan, Yunita sudah memantapkan pikiranya untuk mengikuti alur yang suaminya ciptakan. Yunita hanya ingin mempertahankan apa yang dia miliki. Dan benar menurutnya.


Robet tak ingin terlihat bodoh dimata istrinya. Dia pun hendak menegaskan pemikiranya juga.


"Oke...kita sudah melewati ini. Jadi tak ada gunanya disesali. Aku bukan pecundang yang tidak bertanggung jawab. Tapi maaf jawabanmu membuatku sangat jijik. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?" ucap Robet geram. Jujur saja dia ingin marah. Tapi ini juga pilihanya bukan. Jadi marah pun percuma.


"Terserah Mas saja," jawab Yunita.


"Baiklah...mari kita buat surat perjanjian tentang masalah hutang dalam pernikahan ini. Aku tidak ingin rugi dan merugikanmu juga. Walaupun status kita saat ini berbeda dengan status kita diawal tapi aku akan tetap memperlakukanmu seperti pekerjaku pada umumnya," ucap Robet tegas.


"Tidak masalah...kenapa Mas ga batalin aja pernikahan kita. Mumpung belum ada sehari," ucap Yunita. Meski ini berat tapi ini lah yang terbaik untuknya. Robet malah tertawa mendengar perkataan Yunita.


"Kenapa Mas tertawa?" tanya Yunita.


"Apa kamu pikir aku ini bodoh hah...enak sekali kamu minta bebas setelah berhasil menginjak injak harga diriku hah. Ckckck memang ga salah apa yang dikatakan pria bajinga*n tadi heh. Kamu ternyata sangat licik, enak saja. Lunasi hutangmu baru kamu bisa menuntut kebebasanmu," jawab Robet dengan tatapan menghina istrinya. Apa lagi yang lebih sakit dari ini Yunita. Tak ada apa apanya bukan dibanding terkena luka tembak hah.


Sudahlah Yunita tak ada gunanya kamu menjelaskan pada seseorang yang tak mau tahu tentangmu. Seseorang yang sudah terlanjur memberimu stempel buruk. Usahamu untuk membela diri sendiri malah akan memperburuk keadaan benerkan. Itu hanya akan membuat dirimu lelah.


Robet masih terus menatap Yunita dengan tatapan mengintimidasi. Sesekali Robet juga tertawa meremehkan.


Perjalanan cinta yang baru seumur jagung itu terpaksa harus Yunita cabut dari akarnya. Dan lengkap sudah karena Robet juga telah menyiramnya dengan air panas.


Yunita menghela nafas dalam dalam. Berusaha tidak terlalu menekan pemikiranya. Semua sudah berahir Yunita dan babak baru penyiksaanmu akan segera dimulai.


Bersambung...

__ADS_1


CA:" Like dan komenn kalian sangat aku butuhkan geng. Come on jangan jadi silent readera ya..love u😍😍😍😗."


__ADS_2